Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
26,Persiapan Ulang tahun


__ADS_3

kini hari sudah pagi matahari sudah bersinar menyinari bumi ini, dinda sudah bangun dari tidur nya, ia juga sudah mandi kini tugasnya tinggal membangunkan suaminya,


"yang bangun udah siang, kamu harus kerja, " ucap dinda pelan di telinga bastian, namun seperti nya bastian memang tidak bisa di bangunkan dengan lembut,


buktinya ia tetap tidak bergeming, " yang bangun, " dinda mulai menaiakan suaranya, namun bastian tetap tidak bangun,


"ayang, bangun gak, yang bangun, " teriak dinda sambil menggoyangkan tubuh bastian,


bastian kini sudah mulai membuka matanya walaupun rasanya itu sangat berat baginya seperti kelopak matanya ada yang menempeli lem saja,


dinda tersenyum sambil mengecup kening bastian, dan langsung menyuruh bastian duduk, dan segera pergi ke kamar mandi,


"cepetan mandi, bau, " titah dinda sambil menutup hidungnya,


"dasar, wangi tau gak, " bastian malah sengaja memberika keteknya pada dinda, membuat dinda sangat ke bauan,


"ah, ayang bau, " teriak dinda sambil mencubit perut bastian yang tidak menggunakan baju,


"sakit kamu tuh, " bastian langsung melepaskan kepala dinda, dan mengelus perutnya,


"biarin, biar tau rasa, cepetan mandi, " geram dinda yang melihat bastian tidak mau mandi,


"gak ah, " canda bastian,


"ayang bau, cepetan yang, " geram dinda sambil memukul tangan bastian,


"iya iya aku mandi, ini mah suaminya malah di jadiin samsak gimana sih, " ucap bastian sambil berjalan menuju kamar mandinya,


"biarin abisnya nyebelin, " balas dinda sambil membereskan tempat tidur mereka, setelah selesai membereskan tempat tidur dinda juga menyiapkan baju dan juga tasnya bastian,


setelah beberapa menit, bastian, lintang, dan Daniel mereka sudah berangkat kerja,


dinda kini tengah bersiap-siap untuk membeli bahan untuk membuat kue ulang tahun karena hari ini bastian akan ulang tahun, ia akan di temani oleh Della, dan angela,


setelah selesai bersiap-siap kini mereka sudah berada di mobil, sherly ia tidak mau ikut katanya sih malas,


di dalam perjalanan mereka menyalakan musik sangat kencang, sudah seperti abege saja, mereka juga berjoget dalam mobil,


beberapa menit berlalu sampailah mereka di supermarket, mereka bertiga turun dari mobil dan segera mencari bahan-bahan apa saja yang mereka perlukan,


"lu mau beli apa lagi?, " tanya Della pada dinda yang kelihatannya sedang kebingungan,


"tau tuh gue lupa, bikin bolu tuh bahan-bahan nya apa aja, " balas dinda sambil tersenyum bodoh dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal,


"dasar ****, lu selama ini ngapain aja, " ucap Della jengkel,

__ADS_1


"yakan gue orang nya pelupa, " balas dinda,


"ya udah ikut gue, gue aja yang beli, " ucap Della sambil mengambil keranjang yang dinda pegang dan pergi ke tempat bahan kue,


sementara angela hanya mengikuti mereka saja,


setelah selesai membeli bahan kue, dinda mengajak Della, dan angela untuk makan dulu di restoran yang tak jauh dari sana,


dan kedua nya pun menyetujui permintaan mereka, setelah dari supermarket pergilah mereka ka restoran,


setelah sampai di sana mereka langsung memesan meja yang berada di dekat jendela, agar mereka bisa melihat ke arah jalan,


"mau pesen apa?, " tanya Della, sambil memegang buku menu,


"apa aja," jawab angela dan dinda berbarengan,


"ya udah burger aja tiga sama minumannya, jus jeruk, " ucap Della pada resepsionis nya,


"baik mba, " jawab resepsionis nya sambil berjalan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka,


dinda duduk di dekat jendela saat ia melihat ke arah luar ia melihat sesuatu yang membuatnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat, bahkan matanya membulat, mencoba menyakinkan kalau itu bukan dia,


namun seperti nya itu memang orang yang ia pikirkan, ia langsung menatap ke arah angela dan juga Della, ia menarik nafas lega karena mereka tidak melihat itu, namun orang itu malah diam di sana membuat dinda menjadi takut,


"lu gila yah, kan lu yang ngajak makan di sini, " balas Della,


"gue mual, yuk pulang yuk, " pinta dinda,


"mba makanan yang tadi langsung di bungkus aja yah, kita gak jadi makan di sini, " ucap dinda pada resepsionis nya, yang di balas anggukan oleh nya,


setelah selesai kini mereka sudah berada di mobil, dinda terlihat lega saat mereka tidak melihat apa yang ia lihat barusan,


"lu kenapa sih, kayak orang panik gitu, abis lihat setan?, " tanya angela yang melihat kalau dinda sedang panik,


"gak kok, gue cuman mendadak mual sama pusing aja, jadi pengen pulang, " alasan dinda,


"ya udah, terserah deh, " pasrah Della, namun seperti nya mereka percaya saja dengan yang dikatakan dinda, itu mungkin terjadi bagi ibu hamil,


setelah sampai di rumah mereka langsung membawa barang belanjaan nya ke meja makan, dang mereka juga langsung duduk dan memakan makanan yang tadi mereka beli,


"em di sherly mana yah?, " tanya dinda, sambil celingukan mencari sherly,


"palingan juga lagi rebahan dia di kamar, " balas angela, sambil mulut yang penuh dengan makanan,


"kayaknya emang gitu, " timpa Della,

__ADS_1


"ya udah ah gue mau siap-siap buat bolu aja, " ucap dinda sambil membawa barang belanjaan nya ke dapur,


ia langsung memakai celemek, dan mulai menyiapkan barang-barangnya terlebih dahulu,


"ah mulai deh, " gumamnya saat melihat barang-barangnya sudah ia siapkan dengan rapi,


ia mulai membuat kue yang pertama dengan segala apa yang ia tau, dinda adalah anak yang susah untuk mengerti, bahkan setelah beberapa kali ia di ajarkan membuat kue, ia tetap saja lupa, ia harus tetap melihat ke Google,


Della dan angela yang memgintip dinda yang tengah berusaha keras pun, tak tahan untuk menahan tawanya dapurnya kini sudah seperti kapal pecah, dengan tepung yang tersebar ke mana-mana,


"din, lu mau bikin bolu atau perang, " ledek Della yang berjalan menghampiri dinda, yang tengah sibuk dengan adonan kuenya,


"mau perang Dunia ke tiga, " balas dinda sinis sudah tau bikin bolt malah di ledek,


"kenapa gak beli aja sih, " usul Della,


"beda rasa, " balas dinda datar,


"ah dasar lu keras kepala, "


"ini tuh aku buat dengan penuh kasih sayang, " balas dinda sambil tersenyum,


"kasih sayang apa umpatan gak jelas, " sindir Della, pasalnya saat membuat kue tadi dinda terus mengumpat kue nya karena tidak bisa di atur dan kalah tumpah,


"ya karena itu juga, " balas dinda sambil menghindari tatapan Della,


kini adonan nya sudah siap, tinggal di masukan ke oven saja, "akhirnya selesai juga, " gumam dinda sambil langsung duduk di lantai, karena kelelahan,


"lu mah bikin bolu satu aja kayak yang udah bikin seratus, " ledek Della lagi,


"biarin yang penting gue berasil bikinnya, " ucap dinda sombong,


sementara itu Daniel kini tengah makan siang bersama dengan sekertaris wanitanya, makan dengan sekertaris nya karena barusan ia baru saja selesai rapat di restoran itu,


"pak, maaf saya boleh tanya?, " ucap sekertaris nya ragu-ragu,


"boleh, selama saya bisa jawab saya akan jawab, " balas Daniel santai,


"isteri bapak lagi hamil?, " tanya nya,


"iya,"


"ah selamat ya pak, saya ikut senang dengan bapak, saya doakan yang terbaik untuk mereka pak, " ucap sekertaris nya sambil tersenyum bahagia,


"Terima kasih, " datar Daniel,

__ADS_1


__ADS_2