Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
22,Bersikap Seperti biasa


__ADS_3

kini hari sudah mulai sore dan Daniel dan juga lintang mereka sudah pulang mereka selalu pulang bersamaan walau kantor mereka berbeda,


mereka tengah berjalan masuk namun mata mereka berhenti saat melihat dinda ya g tengah melamun di sofa, Daniel dan lintang saling menatap,


"dia kenapa?, " tanya Daniel,


"ya mana gue tau, gue kan baru pulang, " balas lintang, mereka langsung saja menghampiri dinda dan duduk di samping dinda,


dinda yang menyadari kedua kakaknya duduk di sampingnya pun langsung menatap ke arah mereka, dan dinda langsung memeluk mereka bergantian,


membuat mereka semakin bingung, " kau kenapa sayang,? " tanya Daniel sambil mengelus rambut adiknya itu,


"aku gak papa kok kak, aku cuman ngerasa hari ini aku capek banget, " balas dinda,


"kau bohong pada kita, din kamu bisa bohong sama orang lain, tapi gak sama kita, " ucap lintang,


"kak aku gak papa, aku cuman lagi capek aja, " balas dinda kekeh,


"bastian?, " tanya Daniel ragu,


"tidak kak, tidak ada apa-apa di antara aku dan bastian, kita baik-baik saja kok, " balas dinda berusaha meyakinkan,


"bagus lah kalau begitu, " ucap Daniel sambil merangkul tubuh adiknya itu,


"kalian mandi dulu sana, bau" ledek dinda sambil melepaskan pelukan Daniel dan menutup hidung nya,


"dasar adik biadab, " canda Daniel sambil tersenyum dan mencubit pipi dinda gemas,


"kak sakit tau gak, " keluh dinda sambil cemberut, dan menatap ke arah lintang,


"kak kak Daniel jahat, masa pipi aku yang manis nya mengalahkan gula ini di cubit kan sakit, " dinda mengadu pada Lintang sambil cemberut,


"uh adik ku sayang, " ucap lintang sambil memeluk dinda dan mengecup rambut nya,


"kalian berdua mandi dulu sana!, " titah dinda,


"siap bos ku, " ucap Daniel dan lintang berbarengan,


kini mereka meninggalkan dinda sendiri, mereka berdua pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya,


sementara itu dinda juga ikut pergi ke dapur untuk membantu kaka ipar sekaligus sahabat nya masak,

__ADS_1


setelah di dapur rupanya dinda terlambat makanan semuanya sudah tertata rapi di meja makan, dinda yang melihat makanan sudah siap semuanya pun langsung saja duduk di kursi,


Della yang melihat dinda duduk pun langsung menghampiri nya dan duduk di sampingnya,


"bastian belum pulang?, " tanya Della sedikit hati-hati,


"belum, " balas dinda datar,


Daniel dan lintang yang sudah mandi pun mereka sudah berada di belakang dinda, dan ikut duduk di kursi meja makan,


sherly, dan angela juga pergi ke meja makan untuk makan,


"kalian makan aja duluan aku mau nungguin bastian dia, " ucap dinda sambil pergi dari sana,


Daniel berniat mengejar dinda namun sherly menahannya, dan berbicara mereka baik-baik saja,


Daniel kembali duduk namun dalam hatinya ia masih sedikit khawatir dengan adik nya itu, ia tau kalau sebenarnya di antara bastian dana adiknya itu tengah mempunyai masalah,


namun ini bukan waktunya untuk bertanya karena ini saatnya makan, ia tidak mau merusak acara makan istrinya, hanya karena ia tidak mau menemani sherly makan,


dinda pergi ke ruang televisi ia menyalakan televisi, namun ia merasa semua sinetron dan acara TV kali ini tidak menarik untuknya,


ia malah melamuni televisi itu,


sementara itu di tempat lain bastian masih berada di ruangan marisa, marisa sudah sadar dan minta bastian untuk menemaninya, ia tidak mau bastian pergi meninggalkan nya,


bastian menunggu marisa di kursi samping marisa tertidur, bastian menunggunya dengan ke adaan hati yang sebenarnya tidak mau,


"hari ini kau temani aku di sini yah, " punya marisa,


"aku tidak bisa, " balas bastian datar,


"satu kali aja, bas aku mohon, " pinta marisa sekali lagi,


"aku sudah bilang tidak bisa, kau ini menyusahkan saja, belum puas aku sekarang berada di samping mu sedari tadi, bahkan sampai meninggalkan istri ku dan membuatnya kecewa, " tegas bastian,


"ya sudah kalau begitu temani aku sampai aku tertidur, " pinta marisa sambil tersenyum dan memegang tangan bastian,


"ya sudah cepetan tidur, " tegas bastian,


bastian melepas genggaman tangan marisa namun marisa kembali memegangnya, dengan lebih kuat, dengan terpaksa bastian membiarkan tangannya di pegang oleh marisa,

__ADS_1


percuma ia melepaskannya lagi marisa akan tetap memegang nya kembali, dan itu malah akan membuat marisa menjadi lebih lama tidurnya, dan akan membuat bastian lama pulang,


setelah beberapa menit bastian menunggu akhirnya marisa tertidur, bastian melepaskan tangannya dan melihat jam yang berada di tangannya,


jam menunjukkan pukul 9 malam, ia langsung bergegas pergi meninggalkan nya dan berjalan menuju ke arah jalan rumahnya,


saat dalam perjalanan pulang bastian melihat sebuah penjual boneka dan boneka itu terlihat lucu di matanya, ia meminggirkan mobilnya dan turun untuk membeli boneka itu yang akan ia berikan pada dinda,


setelah membeli boneka itu ia kembali masuk ke mobilnya, ia tersenyum melihat boneka itu,


"boneka yang lucu, " gumam bastian sambil menaruh boneka itu di kursi belakang,


kini bastian kembali melanjutkan jalannya, pergi ke rumahnya, setelah sampai di rumah bastian langsung turun dan masuk namun seperti nya ia lupa pada bonekanya,


ia tidak membawanya masuk, ia malah meninggalkan boneka itu di mobilnya, setelah masuk ia membunyikan bel rumah karena ia lupa tidak membawa kunci cadangan,


setelah menunggu akhirnya ada yang membuka pintu masuknya, yang ternyata adalah Della, bukan istri nya, bastian masuk bersama Della,


"dinda mana?, " tanya bastian saat berjalan masuk ke dalam, dan membuka jasnya,


"dia nungguin lu di meja makan, sampai ketiduran, samperin sana!, " titah Della sambil tersenyum,


bastian menyimpan tas dan juga tasnya terlebih dahulu di sofa sebelum akhirnya pergi ke ruang makan, sementara Della pergi ke kamarnya,


bastian berjalan pelan menuju ke arah dinda yang sedang tertidur karena menunggunya terlalu lama, bastian kini sudah berada di samping dinda ia mengelus rambutnya dinda perlahan,


ia mengecup rambutnya juga, ia merasa bersalah namun ia juga tetap tak bisa berbuat apa-apa dengan situasi yang seperti ini,


dinda terbangun saat bastian memegang kepalanya, dinda menoleh ke arah bastian dan tersenyum, ia menyalami bastian dan menyuruhnya untuk duduk di samping nya,


bastian duduk di samping dinda, dinda mulai menyiapkan makanan untuk bastian, sudah dia kali dinda menghangatkan makanan itu, karena ia tidak mau bastian makan makanan yang sudah dingin,


setelah selesai menyiapkan makanan merekapun makan dengan lahap nya, saat makan bastian tak sama sekali bicara pada dinda begitu pun sebaliknya, mereka kini malah merasa Canggung,


setelah selesai makan dinda langsung membereskan tempat makan, di bantu oleh bastian,


setelah selesai membereskan meja makan dinda menuntun bastian untuk tidur ia merasa lelah dan sangat ngantuk sekali hari ini, dinda berusaha bersikap biasa saja pada bastian, karena ini semua dinda sendiri yang minta,


setelah berada di kamar, bastian juga barusan sudah mandi dinda tertidur terlebih dahulu, biasanya dinda akan menunggu bastian tidur namun kali ini dinda tidur terlebih dahulu, bahkan ia tertidur dengan cara membelakangi bastian,


walaupun ia mencoba bersikap biasa, tetap saja ia tidak akan seperti biasa sebelum ada kejadian ini, bastian mencoba memahami dinda dan memilih untuk diam saja karena jika ia bertanya kenapa itu malah akan membuat dinda menjadi sedih,

__ADS_1


__ADS_2