
setelah ngopi anjar dan dinda pun kini memutuskan untuk pulang, sambil mencari orang yang membutuhkan ponsel,
setelah membagikan ponselnya kini hanya tinggal tersisa satu, dinda juga sebentar lagi sampai di rumahnya, namun saat mata dinda melihat ke jendela mobil ia melihat seorang anak kecil dan ibunya yang tengah berjualan minuman di pinggir jalan,
"anjar berhenti dulu, " pinta dinda, anjar langsung meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan,
setelah mobilnya berhenti dinda langsung turun dan pergi menghampiri penjual minuman itu, anjar pun langsung mengikuti dinda yang berlari ke arah penjual minuman,
"mba mau beli minumnya dong, " ucap dinda dengan suara yang tidak teratur,
"jangan lari bisa kan, " ucap anjar,
"sorry, " balas dinda,
"mau beli minuman apa mba, " ucap anak penjual minuman itu,
"mau beli air putih aja dua, " ucap dinda, ia juga menyodorkan uang 50 RB pada penjual itu,
"maaf mba gak ada kembalian nya, " ucap penjual,
"gak papa buat ibu aja kembalinya, boleh numpang duduk gak?, " tanya dinda, ia izin duduk di kursi panjang yang ada di sana,
"boleh, " ucap gadis itu,
"boleh gak, kakak tau namnya siapa yah?, " tanya anjar, yang juga ikut duduk di samping dinda,
"nama saya Rosa, " balas Rosa,
"oh, kamu masih sekolah?, " tanya dinda,
"masih kok kak, " balas Rosa sambil tersenyum,
"ouh kamu punya HP gak?, " tanya dinda lembut,
"gak, " balas Rosa sambil menggeleng,
"kamu kalau di sekolah suka butuh atau enggak sama HP, buat nyari materi gitu?, " lanjut dinda,
"suka kak, Teman-teman aku juga udah punya HP tinggal aku yang gak punya HP, " ucap Rosa sedikit murung sambil memalingkan tatapannya,
"ya udah kakak akan kasih kamu HP tapi kamu harus tetap belajar yang giat yah, " ucap dinda sambil memberikan HP yang tinggal satu itu,
terlihat dari tatapan mata Rosa ia sangat senang sekaligus tidak percaya,
"tapi kak aku gak punya uang untuk bayar nya, " ucap Rosa,
dinda tersenyum manis, " ini kakak kasih ke kamu Gratis, " ucap dinda,
__ADS_1
"yang bener kak, boleh peluk gak?, " ucap Rosa tak percaya,
"boleh dong, " ucap dinda, Rosa dan dinda pun berpelukan cukup lama, sebelum akhirnya dinda melepaskan pelukannya,
"ouh iya ini kakak juga punya sedikit rezeki buat kalian, " ucap anjar ia memberikan uang pada Rosa,
"makasih kan, kalian berdua baik banget, " ucap Rosa,
"ibu do'ain kalian langgeng yah, " ucap Ibu Rosa,
"kita gak punya hubungan apa-apa kok bu, ini cuman adik ipar saya, " ucap dinda jujur,
"ouh ibu minta maaf yah, abisnya kelihatan cocok banget kalian berdua, " ucap ibu itu,
"ya udah kami berdua pamit pulang yah, " ucap dinda sambil berjalan pergi ke mobil anjar,
setelah beberapa menit akhirnya anjar dan dinda pun sampai di rumah dinda,
"mau masuk dulu gak?, " tawar dinda yang sudah turun dari mobil,
"gak usah, aku pulang aja yah, " ucap anjar,
"ya udah kalau kamu ada waktu nanti main aja ke rumah sekalian main sama angela, " ucap dinda,
"ok lain kali yah, " balas anjar
"ya udah aku pulang yah, " sambung anjar sambil menjalankan kembali mobilnya,
dinda berjalan dan melempar boneka ke wajah angela,
"ah, " kaget angela yang tiba-tiba di lempar oleh dinda,
"kemana aja lu?, gue tungguin juga di bandara lama, " kesal dinda,
"ya sorry gue tadi main dulu ama teman lama gue yang ada di Indonesia, " balas angela dengan wajah tanpa dosanya,
"ya kalau gitu ngomong dong, gue jadi bikin orang nunggu juga tau, " kini dinda duduk di samping angela dan kembali mengambil bonekanya,
"ouh iya mau liat dong, orang yang mau lu deketin ama gue, kalau gak ganteng gue gak mau ah, " angela malah mengalihkan pembicaraan,
"ganteng tau gak?, " ucap sherly sambil senyum senyum sendiri membayangkan wajah anjar,
"gue bilangin abang gue nih, " ancam dinda
"tapi faktanya emang gitu, " balas Della
"selah lu ah, " kesal dinda,
__ADS_1
"ya udah lu ada waktu kapan, nanti gue ajak dia main ke rumah buat ketemu sama luh, " ucap dinda,
"kapan aja gue siap kok, " semangat angela, sambil tersenyum menatap dinda, ia tidak sabar dengan orang yang bernama anjar,
sementara itu bastian kini masih bersama marisa di mall, mereka tengah beras di toko boneka,
saat bastian melihat-lihat boneka ia tidak sengaja melihat boneka kucing yang sama dengan boneka yang waktu itu dinda inginkan,
ia berjalan menuju boneka itu dan mengambilnya,
"ah lucu banget, " ucap marisa, marisa kira itu untuknya,
"bukan buat kamu, kalau mau ambil aja sendiri, " datar bastian sambil berjalan menuju kasirnya untuk membayar boneka itu,
"ih dasar, gak lucu jelek tau gak, lagian buat siapa sih kamu beli boneka kamu kan cowok, " kesal marisa sambil mengikuti bastian dari belakang, ia juga membawa boneka hello Kitty yang akan ia beli,
setelah selesai membeli boneka mereka berdua berjalan menuju parkiran, bastian meminta marisa untuk pulang, agar ia tidak kecapean, karena itu bisa membuat marisa kembali drop,
saat sudah sampai di rumah marisa bastian berpamitan untuk pulang, keluarga marisa tadi nya mau mengajak bastian makan malam terlebih dahulu,
namun bastian sudah pasti menolak, ia sangat bersemangat memberikan boneka kucing itu pada dinda,
setelah berpamitan bastian langsung menjalankan mobilnya menuju rumahnya, kini hari sudah mulai sore, siang pun sudah mulai berganti tugas dengan malam,
sampailah ia di rumahnya ia membuka gerbangnya lalu masuk lagi ke mobilnya dan memasukan mobil itu ke bagasi nya, sebelum masuk ia kembali menutup gerbangnya,
ia berjalan dengan hati-hati, memasuki rumahnya ia mau memberi kejutan untuk dinda, ia akan memberikan boneka itu nanti setelah makan malam,
ia menyimpan boneka itu di lemari di kamarnya lalu setelah itu ia kembali ke bawah, untuk menyapa dinda dan juga yang lainnya,
saat bastian sampai di ruang makan ia langsung menghampiri dinda dan memeluknya dari belakang,
"aku kaget tau gak, " kaget dinda yang sedang mencuci piring,
bastian mengecup pipi dinda lama sekali,
"yang, kamu tuh ngapain sih, " risih dinda, kini dinda sudah selesai mencuci piringnya, dan langsung ia mengubah posisinya menjadi menghadap ke arah bastian,
"hm, " dehem angela yang datang ke dapur,
bastian yang akan mencium bibir dinda pun sontak terkejut dan langsung menatap tajam pada asal suara tersebut,
dinda yang melihat wajah kesal bastian pun tak kuat menahan tawanya dinda langsung mendorong tubuh bastian menjauh dari nya,
ia langsung pergi menarik kembali bastian ke meja makan,
"siapa dia?, " tanya bastian dengan mata yang tetap menatap angela, ia kesal angela merubah Suasananya,
__ADS_1
"dia sodara aku sayang, " balas dinda,
"masa kamu gak tau sih, " sambung dinda,