
***Sudah satu Minggu sejak dia mengakhiri rona dan mengancam gadis itu tapi di cegah oleh kedatangan haku dan sekarang rona sedang koma karna penyerangan yang membuat dada nya tertembak anak panah.
Haku sendiri terpaksa harus kembali ke Kap militer jendral seh. hanya saja jendral seh Menganti identitas haku sendiri.
Song adalah marga yang di berikan jendral seh kini dia berjalan ke arah ruangan baca milik jendral seh Ia membuka tirai dengan perlahan terlihat seorang pria paruh baya tengah fokus dengan tinta dan kuas di depan nya.
Song menghormat lalu berjongkok di depan jenderal seh, ia menarik topeng nya
“ Anda memangil saya?" Tanya song dengan perasaan hawatir.
Tak
Jendral seh menaruh kuas pada tempat nya ia mendongak ke arah haku lalu menganguk pelan“ Benar ! Kau adalah prajurit suku angin yang berbakat. Aku ingin memberikan misi berbahaya pada mu
Aku sendiri kelak akan memberikan gelar Jenderal suku angin pada mu song haku," ucap nya dengan nada yang tinggi.
Haku menautkan alis nya gak mengerti lalu ia menyembah ke arah jendral seh.
“ Tapi aku tak bisa meninggal rona begitu saja!!" Tolak haku membuat jendral seh tertawa terbahak-bahak sunguh baru kali ini haku mencemaskan seseorang sangat lucu batin nya berkata.
“ Haku jangan impulsif..!"
“ Selama kau melakukan nya dengan baik aku menjamin keselamatan nya..."
Haku menganguk dan menghilang dari kap militer itu, dari sebelah tirai gorden muncul sosok berambut merah dan menatap jendela seh dengan tatapan penuh akan tanda tanya membuat jendral seh menjulurkan tangan nya ke arah sosok itu.
Sedangkan di kap militer semua orang kini tengah bergosip termasuk pengawal kerajaan Simon yang tertarik akan berita terbaru yang dibawakan seorang prajurit rendah.
“ Hei apa kau tahu? Bahwa si prajurit bermarga song itu sudah di bebaskan?" Ucap seorang prajurit lagi.
“ Ku dengar bahwa gadis yang di bawa song itu masih koma!!' tembal yang satu lagi membuat suasana semakin panas.
“ Apa mungkin si song itu akan menjadi penerus jendral seh apalagi dia di perlakukan istimewa..!"
“ Ais, kalian jangan terlalu bergosip...!!"
Zihuan yang baru saja tiba di kap militer tanpa segaja mendegar gosip itu, ia melangkah ke arah segerombolan prajurit yang sedang minum membuat mereka terkaget dan langsung menghormat.
__ADS_1
“ Apa kalian tak ada kerjaan?"
“ Maaf kan kami penjaga zihuan!!"
“ Kembali bekerja...?;'
Semua orang ngacir meningalkan zihuan yang kini tengah mencerna gosip yang tak segaja ia dengar apa benar apa yang mereka katakan.
*******
Aira dan haku menyusup ke sebuah tempat bordir mereka di hadang oleh penjaga 2 lawan 20 orang membuat mereka semakin waspada.
Aira melawan 5 orang dan yang lain nya menyerang haku dengan serentak.
Binato melesatkan pedang nya yang bagaikan Sambaran petir yang tak terlihat
Membuat para penjaga terkapar.
SRETTT
Mereka terkapar dengan darah yang bercucuran.
Trang
Trang
Aira menangkisnga Kunai Aira habis ia baru ingat bahwa saat di jalan Aira mengunakan semua kunainya untuk membuat jebakan.
Aira mulai panik dan mengambil gulungan.
Buakh
Dua panci penggorengan ada di tangan nya
“ Siur Trang" panci penggorengan melayang ke arah mereka " seur buakh" Aira terdorong ke belakang dan haku langsung melompat dari samping menyerang mereka sekaligus menahan tubuh Aira agar tak terjatuh.
Haku kembali melayang kan jurus angin nya membuat cincin angin menghisap dan merubuhkan rumah bordil yang kini hanya tingal sisa-sisa puing saja.
__ADS_1
Haku berjalan dengan mengusur pedang nya ke arah salah seorang penghianat yang kini tengah ketakutan, haku mengayunkan pedang nya lalu menancapkan nya " SRETT" pedang itu menusuk kedalam dada nya.
Orang itu mengagap karna rasa sakit yang ia terima lalu mulai melemas tanda bahwa nyawa nya sudah melayang.
Aira mendekati haku dengan memegang tangan nya yang terkena jurus haku tadi“ Hei kenapa kau membunuh semua nya? Padahal kita hanya perlu membunuh Yun saja Bagaimana jika mereka yang tak berdosa memiliki keluarga?" Tanya Aira khawatir membuat haku berdecih sebal ke arah partner misi nya.
“ Jangan impulsif. . Kita harus pergi!;" Haku berjongkok di depan Aira sedangkan perempuan itu langsung naik ke punggung haku karna cedera yang ia alami akibat haku.
Aira memegang leher haku sesekali memperhatikan jalanan yang mereka lewati.
" Song apa kau mengigat masa lalu mu?
Aku sudah berlatih dari kita kecil namun kau selalu menutupi masa laluku?" Tanya Aira di tengah perjalanan membuat haku terdiam lalu mengeleng pelan.
“ Apa kau yakin song? Yang ku ingat kau selalu melukis seseorang anak kecil berambut merah panjang?" Tanya Aira lagi.
“ Cukup berdebat nya..!"
Haku mengakhiri pertanyaan konyol dari Aira lalu ia mengigat jauh pada masa lalu nya dulu sebelum diangkat menjadi prajurit clan angin.
Skip time...
“ hei! Apa kau akan mati kak?" Tanya sosok mungil yang berdiri di atas batu yang besar melihat ke arah bawah, kini haku kecil telah terkaar tak berdaya dengan darah yang keluar dari luka-luka nya bercampur dengan air sungai.
“ Apa kau mau jika saat kau mati jiwa mu untuk ku saja kak?!'
“ Kau siapa?" Tanya haku ke arah sosok yang kini mulai memburam hanya helaian merah yang berpadu dengan cahaya senja membuat rambutnya bagaikan lelaban api yang membara.
“ Apa kau ingin hidup?"
“ Ya ..!"
“ Aku Ingin jiwa mu! Namun aku akan memberikan mu satu kehidupan lagi kak!!'
“ Kenapa?"
“ Okay aku akan membatumu, namun setelah kau keluar dari hutan ini kau akan melupakan aku...!!" Anak kecil itu mengangkat tubuh haku mengunakan sihir ke darat, sihir yang menyilaukan mata kini pandangan haku mulai memburam hanya bayangan anak itu yang menghitam tengah berdiri melayang di depan nya dengan senyuman yang bahkan tak bisa ia ingat dengan sempurna sebelum semua nya menghilang begitu saja.
__ADS_1
Haku kembali ke alam nyata nya lalu melihat bahwa langit sudah mulai sore ia mendudukan Aira di batu besar yang tak jauh dari tempat haku mendarat.
“ Kau bisa pergi sekarang***...!"