Curse Of The Zaskuen Tree

Curse Of The Zaskuen Tree
Duyung lan


__ADS_3

Helaian rambut merah kini tertebak angin sore menyapu wajah pucat basi milik gadis itu, Rona terpaku menatap tebing yang begitu tinggi ia sempat berpikir jika dirinya melompat apa tubuh nya akan hancur?


 Namun untuk Sekarang ia tak bisa mati dulu masih ada hal yang harus ia lakukan


Kini gadis itu terdiam membiarkan burung-burung bernyanyi dengan riang nya di langit yang luas.


Kwakk . . . Kwakk . . . Kwakk...


Suara burung camar membuat rona tersadar dari lamunan nya, ia menguap dan mengerakan tubuh nya kiri dan kanan


Detingan pedang berpadu dengan batu membuat rona terdiam dan menatap ke arah belakang Dimana Seorang pemuda kini membopong sebuah beruang yang sangat besar lebih besar dari tubuh nya.


“ Haku?" Pangil nya lemas membuat haku langsung menahan tubuh rona yang hampir saja terjatuh.


“ Putri!! Tubuh mu panas apa kau demam?" Tanya haku panik membuat rona tersenyum geli melihat haku begitu cemas karena nya.


“ Haku aku tak tau tentang dunia ini jadi kumohon bawa aku kemana pun kau pergi haku!!" Rona mendorong tubuh haku dan memutar tubuh nya membuat sebuah tarian yang indah.


 Haku terdiam menatap gadis itu,


Haku langsung berdiri dan mengambil pedang nya mengulitiki beruang besar sebagai tangkapan nya, rona tanpa sadar tertidur di bebatuan yang besar karna terlalu lelah membuat haku hanya bisa berdecih sebal Bagaimana ia bisa tahan terus bersama seorang gadis yang bahkan tak tau apapun membuat kepala nya puyeng saja.


 Haku cukup lama waspada sebelum kesadaran nya pun hilang, ia berbaring di samping rona membuat gadis itu seketika merasa aura yang hangat dan akrab


Gadis itu mengejabkan beberapa kali mata nya, lalu memangil hewan-hewan mengunakan isarat dengan cepat rona meningalkan Tempat itu dan menuju ke sebuah air tersebut terjun yang sangat tinggi.


 Rona menatap seseorang yang muncul dari balik air terjun dan menyambut ke arah rona dengan meregangkan kedua lengan nya menyambut dirinya agar masuk kedalam dengkapan tangan nya .

__ADS_1


“ Hakaze sudah lama kau tak datang menemui guru!!" Ucap sosok setengah manusia namun setengah tubuh ikan


Yah dia adalah putri duyung clan lan yang merupakan generasi ke 300 dari  clan lan yang sudah musnah.


“ Guru! Aku datang untuk meminta sihir yang kau segel dulu...” Ia menatap wanita paruh baya itu dengan tampang sulit diartikan membuat wanita itu mendengus kesal.


“ Hakaze apa kau yakin? Bagaimana dengan akting mu selama ini nak?" Duyung itu mengelus rambut merah Hakaze yang menenggelamkan tubuh nya pada air terjun nirwana.


“ Aku--------aku------”


“ Kau masih ragu Hakaze!!" Duyung itu menepis kedua lengan Hakaze membuat gadis itu tengah diam apa ia begitu lemah untuk mengambil konsekuensi dari semua perbuatannya? Kenapa ia sangat takut kehilangan semua nya..


 Hakaze mengulurkan lengan nya berniat untuk memegang lengan duyung 


Namun kini air terjun itu menjadi sebuah air terjun biasa, rerumputan dan bunga yang tumbuh indah kini mulai tergantikan dengan rumput ilalang dan rumput liar.


Dingin air menembus ke dalam permukaan kulit nya, Hakaze menitihkan air mata 


Ia menatap sedu ke arah air terjun 


Semua nya hilang


Kenapa kehidupan yang dulu kurasakan bisa musnah begitu saja


Aku menyesal tak pernah keluar dan membantu mereka mencegah runtuh nya kerajaan ini..


 

__ADS_1


 Haku kini tercengar melihat rona tak ada di samping nya dengan perasaan cemas ia mengelilingi hutan berantara itu, tanpa segaja ia menginjak ranting pohon membuat tubuh nya terjatuh dan menembus sebuah batu tajam 


Haku membulat kan mata nya ketika batu itu menembus kedalam tubuh nya.


CUB


SPRASS


Darah bercucuran dari tubuh haku yang mulai melemah, aroma darah tercium begitu pekat mengundang binatang buas untuk menghapiri nya.


 Langkah kaki cepat terdegar beraturan


Rona berjalan dengan khawatir ketika mlihat haku terbaring tak berdaya dengan tubuh yang sudah berlumuran darah.


 Rona panik apa yang harus ia lakukan, ia mengutak-atik tas nya berharap ada sesuatu yang berguna untuk bisa mengobati haku namun nihil ia tak bisa mengerti, obat apa yang bisa membuat haku bertahan.


 Rahang nya bergetar, air mata nya bercucuran ketika haku tak merespon pangilan dari Nya. “ HAKUU " pangil rona dengan nada tinggi sesekali mengusap kasar wajah haku yang tersapu angin.


Hujan turun dari langit seakan turut berduka cita atas kesedihan yang dirasakan rona, gadis itu menatap haku dengan pandangan ketakutan bahkan tubuh nya bergetar hebat. Ia melihat kedua tangan nya lalu bertriak ketakutan ketika melihat darah haku berada dintangan nya


Bau anyir tercium menambah kesan ketakutan bagi rona.


 “ HUHUHU " rona mengerang kesakitan ketika ada sesuatu mengigit pada lengan nya, rona menoleh kesamping dan melihat sebuah ular hitam mengigit nya.


BRUK


 Tubuh nya ambruk.

__ADS_1


__ADS_2