
***Rona tengah berbaring santai di kursi kayu yang berada di kemah milik nya Kuku tajam nya sesekali mengores permukaan kulit nya.
Jari nya yang lentik mengerakan kuas dengan anggun dan cepat. Buku-buku kini telah berserakan tak beraturan di tempat ia berada membuat jalanan di penuhi lembaran yang sobek karna kesalahan penulisan.
Mata nya yang redup, menatap deretan huruf yang ia buat sesekali mulut nya menguap membuat air mata keluar dari sudut mata nya.
“ Aku mengantuk..!" Monolog rona pelan lalu menengkurabkan wajah nya.
Rona memejamkan mata nya perlahan karna rasa kantuknya yang sudah tidak bisa ia tahan lagi, tanpa sadar seseorang berdiri di samping nya ia menatap tulisan yang di buat rona adalah sesuatu yang bahkan tak di kenal di dunia nya sekarang.
Ia memungut kesalahan penulisan rona dan menatap sebuah gambar yang membuat nya semakin tak mengerti akan rona yang kini tengah terlelap dalam tidur nya.
“ Apa ini?" Tanya haku memungut selembaran kertas yang berada diantara buku-buku yang berantakan.
“ Aku mengetahui sesuatu yang tak di ketahui orang lain, ntah kenapa aku berharap bisa meningalkan Tempat ini secepatnya!!" Haku mengengam erat kertas yang ada di tangan nya.
Diantara banyak nya tulisan tadi hanya satu tulisan yang haku mengerti, rasa panas serta perasaan penasaran membuat haku menjambak rambut nya pelan dan pergi meningalkan kemah rona.
ke esokan pagi nya.
Rona terbangun dari tidurnya ia mengejabkan mata nya perlahan lalu beranjak menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah lengket akan keringat.
Rona kembali dari toilet dan mendapati haku tengah membolak-balik kan maha karya yan telah ia buat semalaman.
Haku memandang rona dengan pandangan tanda tanya“ Apa yang kau tulis? Bahasa apa ini? Sebenarnya kau siapa?" Tanya haku dengan pertanyaan yang berturut-turut membuat rona terdiam.
“ Huruf ini dinamakan abjad, dan hitungan ini dinamakan oembangian dan pengurangan sama hal jya dengan huruf kanji," jelas rona membuat haku sedikit menurunkan perasaan curiga nya.
“ Bagaimana kau bisa mengetahui semua ini?"
“ Buku peninggalan ibu, aku mempelajari nya dari kecil..."
“ Apa haku mau belajar?" Tanya rona memhuat haku menganguk seketika rona berubah epresi menjadi senang.
Rona keluar dari kemah ia menatap langit yang kini sangat cerah di sinari cahaya matahari yang baru saja terbit.
Apa kamu tau apa yang paling menyakitkan yaitu sebuah kebohongan dan juga janji yang tak akan di tempati sampai kapan pun.
__ADS_1
Sangat menakutkan dan juga menyakitkan yah sebuah janji yang di jadikan sebagai sebuah harapan yang akhirnya musnha begitu saja.
Aku menunggu selama ini dan semua nya hangat janji yang palsu, aku marah dan juga tertekan. Jiwa ku seakan terhoyah aku ingin pergi dan menghilang dari dunia ini
Dan ntah mengapa aku begitu kesepian sekarang.
“ Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Guman rona menatap ke arah langit.
“ Sampai kapan ini akan terus berlanjut!!"
“ Aku kesepian
Aku ingin mempunyai teman
Dan aku ingin pergi
Keseatu tempat di mana hanya
Ada aku saja,” Lanjut rona dengan mengengam erat dada nya.
Rona kembali meningalkan Tempat itu dan masuk kesebuah ruangan di sana terlihat
Rona meletakan beberapa buku di depan haku yang menegandah dengan tatapan bengong.
“ Lagi?"
“ Semangat haku!!" Rona mengepalkan tangan nya memberikan semangat untuk haku.
“ Ais, menyebalkan," haku membuang nafas nya pelan.
Rona menepuk bahu haku pelan“ Aku ingin bercerita jadi dengarkan haku!!"
“ Kau tau dunia kita bukan hanya ada satu kehidupan, diantara kehidupan yang kita tinggali dari waktu ke waktu akan mengalami. perubahan besar dimana persaingan dan konflik akan semakin ketat," Ujar rona pelan.
“ Maksudnya?"
“ Bangunan yang kita miliki.pun dari hari ke hari akan semakin membesar dan menyelami perubahan, kelak di tanah ini akan ada sebuah bangunan besar dengan kaca yang jernih dan sangat tinggi bahkan melebihi tinggi nya tebing di selatan itu," rona bercerita sambil memegang pipi nya pelan.
__ADS_1
Haku terpesona melihat rona yang berbicara dengan khusu bahkan ia mengabaikan sekitar nya,
Jari nya lentik mengetuk meja dengan pelan membuat haku bengong.
Senyuman rona terlihat indah namun begitu kosong membuat haku tersadar dari lmunan nya ketika rona berlanjak dari tempat haku dan pergi ke luar karna kini matahari sudah berada di atas.
Sudah hampir enam jam rona berdua dengan haku membuat rona tersadar seberapa ingin pun ia memberitahu kebenaran nya, tetap saja ia tak bisa mengendalikan bah semua nya
Sesuatu yang ditakdirkan untuk nya
Yaitu dunia lain.
“ Rona ikut aku sebentar," Aira kuncul dari samping membuat rona menganguk dan mengikuti arah langkah Aira yang menjauhi kamp militer.
“ Aira kita akan kemana?" Tanya rona penasaran karna sudah ccukup lama mereka berjalan namun belum sampai juga.
“ Ke sebuah tempat yang tak ada orang nya!!"
“ Hah"
Aira berbalik dengan cepat dan memegang dagu rona kasar.
Mata Aira menatap jauh kedalam bola mata rona mencari sebuah pertanyaan dari apa yang ia inginkan.
“ Rona bisakah aku minta sesuatu dari mu?" Tanya Aira dengan tatapan menyipit, senyuman devil terpampang di bibir nya yang indah.
“ Apa?"
“ Yaitu kematian mu..!_
Aira mendorong rona ke tebing membuat rona kini menatap Aira dengan pandangan sulit diartikan, sedangkan Aira sangat bahagia ia bisa menyingkirkan seseorang yang menyebalkan dan saingan cinta nya.
★ BYUUUR ★
Rona masuk kedalam sungai dan tubuh nya terhempas kasar, warna darah terlihat di permukaan air Aira dangat bahagia melihat pemandangan itu.
Kini tubuh rona tak terlihat lagi membuat Aira membalikan badan nya dan pergi dari sana“ Selamat tingal rona" guman pelan Aira dengan sedikit ttatapan khawatir
__ADS_1
Suara nya sedikit bergetar membuat sosok yang tak jauh dari Aira berada berdecih sebal***.