Curse Of The Zaskuen Tree

Curse Of The Zaskuen Tree
Haku dan kitsune


__ADS_3

*Rona bangkit dari tidur singkat nya dan menatap hamparan sungai yang bersih dan jernih. Ia sudah menunggu hampir dua hari namun sosok yang ia tunggu belum juga datang membuat rona ingin bertriak dan mencaci maki dia.


 Rona terdiam saat seseorang berdiri di hadapan nya, wajah nya begitu tampan dengan rahang yang tegas rambut hitam keabu-abuan tertebak angin membuat rona terkesima sebelum ia tersadar dari hayalan nya.


“ Kau siapa?" Tanya rona dengan rona merah yang sudah menjalar di pipi nya ketika sosok itu berjongkok di hadapan rona yang terdiam.


“ Nama ku Shu! Tuan putri bisakah kamu ikut bersama ku lagi . . . "


Rona mundur beberapa langkah saat merasakan aura tak asing baginya, lalu ia terdiam karna sosok tadi berubah menjadi seorang pemuda dengan tampang yang tampan dan keren namun kedua taring mencuat dari mulut nya.


Rona mengigat kejadian dulu saat ia berusaha kabur dari kastil bangsa vampire,


Saat ia di kurung di dalam kastil penuh bunga mawar biru dan saat tubuh nya roboh di antara hutan membuat rona ketakutan.


“ Kau kan bangsawan vampire itu . . Kau yang menghancurkan desa ku?' guman rona pelan namun dapat di dengar oleh nya.


“ Tuan putri! Kau sangat pintar namun kepintaran mu adalah sesuatu yang membawa mu dalam kemusnahan," ucap sosok itu lagi membuat rona menegang apa ia terlalu lemah untuk melawan bangsa vampire itu.


“ RONAAA" triakan mengema.


 Rona melepaskan kasar gandengan tangan nya, sedangkan sosok itu tersenyum lalu menghilang sebelum tubuh nya hilang ia sempat berkata sudah waktu nya membuat rona tambah ketakutan.


Haku muncul dan langsung memukul rona kuat membuat gadis itu meringis dan mulai terisak pelan.


“ Hiks-hiks haku kejam," ucap rona dengan nada yang terkesan sangat sedih.


 Haku terdiam lalu berkaca pingang, ia memukul kepala rona pelan berharap gadis itu terdiam, rona pun menatap haku yang kelihatan nya sangat kelelahan bahkan keringat nya pun sebesar biji jagung keluar dari leher dan pelipis nya.

__ADS_1


 Haku  hendak mengambil pedang nya namun ntah kenapa rasa sakit merajalela membuat haku memukul tanah.


Haku kesakitan sesaat ia merobek baju nya terlihat sebuah ukiran dengan warna unggu pekat membuat rona meneguk Saliva nya takut.


Rona berjongkok penuh kehawatiran “ Haku?" Ucap nya pelan.


“ PERGI"


" tapi hak—" ucapan nya terpotong karna haku mendorong tubuh rona ke depan.


“ Jika kau peduli pada ku, pergi lah rona


Atau aku akan memakan mu," geram haku penuh ancaman membuat rona meneguk Saliva nya lalu menganguk dan beranjak pergi dari sana.


*******


“ Hei kau! Apa ingin tahu ini tempa apa?"


“ Siapa kau kenapa ada hewan sangat besar?" Ia ketakutan.


“ Haku, aku dari dulu memang berada di tubuhmu," ia tersenyum horor.


“ Apa maksud mu," ia ketakutan.


"**AKU TAK MENGERTI KENAPA AKU TERSEGEL DI DALAM TUBUH MU HAKU


BAHKAN SEGEL YANG PALING KUAT SEKALIGUS KUTUKAN YANG PALING DAHSYAT**,"

__ADS_1


“ Sudah cukup kitsune jangan memprovokasi ku," Haku dewasa memandang kejadian haku kecil dahulu.


“ Ayolah haku biarkan aku keluar dari tubuh mu..." Geram nya.


 Tubuhnya di kendalikan,  tenaga dalam haku diambil alih, sedangkan para penjaga hutan yang baru saja tiba setelah mendegar desas-desus mencurigakan karena terjadi ledakan dari arah pingiran desa menjadi penasaran.


* GROAAARRRR ...... GROAAARRRR " SUARA GERAM KUAT DARI HAKU.


 Haku menyerang para penjaga namun sebelum serangan nya mengenai mereka ada sebuah penghalang yang melindungi para penjaga, gadis itu membacakan mantra membuat haku tergeletak tak sadarkan diri.


 Para penjaga hendak menghakimi haku namun gadis itu melarang nya dan memberikan sebuah tugas untuk membawa haku ke pusat rehabilitasi dan medis untuk menyembuhkan semua luka nya.


 Setelah keadaan mulai membaik dan satabil rona menuju rumah sakit dimana haku berada, karna Cakra kitsune membuat segel unggu berfungsi.


 Rona sampai di rumah sakit dan mengetuk pintu.


.


“ Haku selamat pagi,' sapa nya ramah.


“ Tuan putri sebaik nya anda pergi sekarang," jawab haku dingin dan tatapan nya masih belum teralihkan pada jendela di hadapan nya.


“ Haku?"


“ pergi?"


“ Tapi haku!!_

__ADS_1


“ PERGI RONA" triak haku tepat sasaran sambil menunjuk pintu membuat rona membalikkan tubuh nya keluar dari pintu*.


__ADS_2