
***Mata yang begitu indah menatap langit-langit kastil milik nya ada sesuatu yang tersirat di hatinya namun bukan sesuatu yang bisa ia pahami membuat reiji menyentuh bagian dada nya.
“ Tidak berdetak namun sakit!!" Ujarnya lembut.
Di lain tempat kini rona tengah menatap hamparan bintang yang berkelap- kelip di langit, ia mendegus kesal sesaat ada sebuah tangan yang merangkul nya dari belakang membuat rona terdiam membisu.
Panik sunguh panik kini tempat ia duduk sudah di kelilingi oleh haku dan yang lain nya membuat rona meneguk ludah nya,
Rona membacakan sebuah mantra
Namun naas nya serangan balik yang kini membuat tubuh nya terhempas beberapa meter membuat rona menerjang bebatuan yang besar nya hampir 10 meter menjadi becahan abu yang berterbangan.
Semua pasang mata mendelik nya tajam membuat asmofir dingin terasa begitu kuat dan pekat.
Sosok wanita bertubuh jangkung dengan mata rubah yang menyala di selingi sayap naga yang mencuat besar membuat rona membulatkan mata sebesar buah anggur.
Rona berdiri terhuyung lalu menyokoh tubuh nya perlahan menjauh dari sana
Namun tanpa segaja ia mendabrak seseorang yang menatap nya dengan pandangan datar.
“ Haku?" Ucap nya pelan.seolah mengatakan kenapa kamu berada di sini
Apa yang kamu lakukan membuat pemuda itu menjentikan jari nya ke arah rona.
Wanita tadi tak tingal diam ia melayangkan pukulan ke arah rona yang menghindar kebelakang.
“ Haku mundur pukulan itu mengandung sebuah sihir!!" Ujar rona memegang lengan haku.
“ kenapa kau tau itu mengandung sihir?" Tanya haku dingin.
__ADS_1
“ Karna dia adalah Osilia penyihir dari timu kerajaan Noobi !!"
Wanita yang di pangil Osilia menyerigai pelan, teryata tebakan nya benar tak.meleset sedikit pun sedangkan haku kini terdiam dengan epresi sulit dijadikan.
Osilia menunjuk ke arah rona yang menghadap ke arah nya dengan waspada.
“ Hah? Kau mengatahui aku Osilia bahkan seorang penjabat bahkan kaisar negara pun tak mengatahui bentuk sesunguh nya dari penyihir timur Osilia ....?" Ujar nya membuat rona membulatkan mata nya.
“ Aku .. aku ...!!"
“ Kenapa? Apa putri ingin terus bermain petak umpet bukan nya ini sudah waktunya jujur yang mulia ...." Osilia mengarahkan satu tangan nya membuat rona menunduk.
“ Haku?"
Haku mrmandang rona dengan menyipitkan mata nya berusaha mencari jawaban sebenarnya dari apa yang ia inginkan membuat rona semakin tertekan.
“ Rona Mahluk apa kau sebenarnya...?"
JDERRR
Bagaikan etir menyambar di siang bolong kini rona menegang dan jatuh tertunduk
Ia merasa sedih namun tak bisa menangis
Ia merasakan sakit hati namun tak ada air mata yang keluar dari matanya, kini rona menopang wajah nya dengan kuku jarinya seketika haku menepis untuk melihat wajah rona.
“ Kau selalu menangis? Kenapa sekarang malah diam saat kau di adili rona?"
“ Rona kenapa kau tahu bahwa dia penyihir dan serangan itu adalah sihir, kenapa kau bisa membekukan para vampir dan juga mengapa kau menanamkan ilusi pada ku rona?" Caci haku membuat rona terdiamwajah nya mendongkrak seketika bola mata nya berubah menjadi unggu
__ADS_1
Serta helaian rambut nya berubah perlahan menjadi merah membuat haku sedikit menurunkan kewaspadaan dan terkejut.
“ Jadi benar kau bukan lah rona...!!"
Rona mengarahkan lngan nya lalu muncul sebuah teratai merah dengan cepat menyerang Osilia dan membuat ledakan
Seetika tempat itu penuh dengan bercak darah semua para prajurit hanya haku saja yang selamat akibat perlindungan dari Osilia.
* BOOOM *
Tanah pun terbelah bersamaan dengan langit yang mengelab kini rona menatap ke arah belakang dengan pandangan kosong dan sedu ia mengatakan sesuatu pada haku namun tak ada kata yang terlontar sedikit pun untuk nya.
“ Kau sekarang sudah puas yang mulia Osilia...!"
“ Terima kasih untuk kalian,"
“ Jadi siapa rona sebelumnya?" Tanya haku.
“ Aku sudah membebaskan ilusi dari rona sekarang kita sudah tak ada hal yang bisa di bicarakan lagi jenderal song!!" Osilia mengedipkan sebelah matanya.
“ Tunggu yang mulia Osilia" haku memegang lengan wanita itu.
“ tuan putri bisa eratakan tanah ini
Apa kau tak takut aku meratakan kembali
Seperti darah orang-orang itu karna mencegat seorang penyihir!!" Osilia memandang tajam membuat haku meneguk ludah nya.
“ Apa hubungan mu dengan nya?" Tanya haku membuat langkah kaki Osilia terhenti dan menoleh ke samping" Musuh" ucap nya pelan lalu menghilang meningalkan haku yang kini tingal sndirian***.
__ADS_1