Curse Of The Zaskuen Tree

Curse Of The Zaskuen Tree
pulang


__ADS_3

*Pagi menjelang seiring dari matahari yang terbit dari timur. Pusat tata Surya itu perlahan naik memancarkan sebuah cahaya yang terang.


Komet dan planet berputar terlihat tak asing bagi kedua bola matanya, sayap hitam membawa sebuah rantai hitam yang kini mulai mengikat dirinya tak bisa menolak ataupun tak bisa lari.


TAP


Langkah kaki berjalan ke arah Hakaze dan haku yang kini di lilit rantai hitam.


“ reiji!!"


" Hakaze apa dia pangeran vampire itu?" Tanya haku yang membuat Hakaze merasa merona karna pertama kalinya ia menyebutkan namanya.


“ jadi ini rasa nya! Pertama kalinya kamu menyebut namaku haku . . Bisakah seterusnnya seperti itu?" Ujar Hakaze penuh harap.


“ Tidak. Nama itu terlalu panjang" haku berdecih membuang mukanya.


Reiji yang di hiraukan Hakaze membuat cacing Parasit mengamuk dalam tubuh Hakaze, kini gadis itu berseimbul sila dengan air mata darah di kedua Matanya, sakit sunguh tak harus di tanya lagi cacing itu seperti mengikat jantung nya menghentikan irama memompa darah.


Reiji melawan haku. Terjadi pertarungan di sana


Tak ada yang mengalah di antara mereka


Satu sama lain kekuatan mereka seimbang


Sihir dan pukulan saling beradu, tempisan serta tangkisan membuat suara gaduh yang mengangu merusak tanah hingga terbelah.


Melihat pertarungan itu hati hakaze merasa bersalah ia melihat tetesan darah mulai keluar dari kedua nya.


Mungkin aku memang licik.


Aku egois karna mementingkan diriku sendiri.


Namun maaf kan aku haku reiji aku harus pulang!


Hakaze berlari memutuskan rantai dengan sihir miliki nya. Ia melesat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Pedang dan cakaran yang akan melesat ke arah satu sama lain kini bersarang di tubuh Hakaze.


CUB


Arghh


Uhukk-uhukk


Ia terbatuk-batuk dan memuntahkan darahnya, reiji dan haku ingin menarik senjata mereka namun di hentikan oleh Hakaze yang memeluk kepala mereka berdua.


“ Jangan di lepas!!"


“ Rona?"


" Hakaze?


“ Aku membutuhkan darah kalian berdua untuk pulang . . Namun itu terlalu sulit bagiku jika menghilang tanpa penjelasan jadi birakan aku menghilang dalam pelukan kalian berdua uhukk" ia memuntahkan darah yang kedua kalinya.


“ Apa maksud mu ingin pulang?" Tanya reiji geram.


“ rona kau tak boleh meninggalkan ku, kau ingin mendegar aku menyembunyika nama mu


Kan? Hakaze, Hakaze, Hakaze kumohon diamklah lbisakah kau menemniku di sini kita berjalan do bawah langit bersama aku menyukai mu!!" Ucapnya pelan dengan penuh harap.


“ Haku aku juga menyukai mu, namun aku tak layak untuk mu aku sudah tak pantas untuk mu


Carilah gadis lain yang lebih baik dariku


Dan aku senang mendegar nama ku daro mulutmu hiks” tangisan pecah dari diri Hakaze untuk pertama kalinya.


Hakaze mulai meluntur menjadi sebuah pecahan kristal pink.


“ Hakaze jika kau meningalkan ku aku tak akan memaafkan ku! Kau harus tau aku akan mengubah mu menjadi vampir di sini dan sekarang juga” taring tajam kini mencuat dari mulut reiji.


“ Terlambat!"

__ADS_1


“ Jika kau ingin pergi maka pergilah


Tak peduli berapa lama pun seratus tahun, seribu tahun, sepuluh ribu tahun aku akan mencari dan menemukan mu kagi Hakaze” Triaknreini penuh akan tekad.


“ Sampai jumpa haku reiji"


Senyuman manis menghiasi di bibirnya, air mata yang pertama kali muncul dari matanya


Membuat reiji terdiam.


SIUR


Terpuan angin menerpa mereka berdua,


Haku dan reiji saking memandang geram saking menyalahkan satu sama lainnya melihat kepergian Hakaze.


Langit malam berserta pepohonan rimbun menghiasi sekitaran tempat itu, cahaya bulan berpadu dengan keheningan malam membuat bulu kunduk serasa berdiri tak karuan.


Di sebelah utara di bawah sebuah markas lebih tepatnya gudang penyiksaan terbaring seorang gadis yang hanya di selimuti sehelai gaun lusuh dengan luka-luka lembab pada tubuhnya.


" Sakit!"


" Lihatlah dia sudah sadar...!!"


" Hei nona kau kenapa berbaring di sini?"


Dua orang pria mencoba menerka- nerka karna gadis di depan nya bisa terbaring setelah cahaya guntur menyambar. Penasaran berpadu takut membuat mereka memutuskan menunggu wanita itu sadar untuk mengetahui kebenaran nya.


" Abad berapa sekarang?" Tanya Hakaze ke arah dua oemuda yang saling menatap heran.


" Orang kampung dari mana kau ini?


Ini abad ke 23 ...!!"


Hakaze terbengong menatap hamparan langit hitam apa ini nyata*?

__ADS_1


__ADS_2