
**Langkah kaki berbalut sepatu baja dengan baju armor memasuki sebuah ruangan yang indah nan megah, baju berlumuran darah itu kini perlahan terlepas dari tubuh nya.
Kaki jenjang nan cantik itu perlahan tengelam dalam air yang di penuhi oleh ribuan kelopak bunga yang indah dan harum, rasa ngilu membuat nya sedikit meringis ada sesuatu yang menembus kedalam kulit leher nya semakin dalam lagi dan lagi menyedot dengan rakus nadi darah nya.
Warna merah kini bercampur dengan air membuat gadis itu menyampingkan lehernya Pelan, ia menatap ke arah langit-langit “ Kenapa kau bisa datang ke sini?" Tanya nya pelan dengan nada yang terkesan sangat berbeda.
“ Kenapa darah mu tumpah dan begitu menyengat?" Ucap sosok di belakang nya membuat gadis itu tersenyum.
“ Menstruasi . . Kuharap kau jangan datang saat kondisi ku seperti ini reiji!!" Gadis itu beranjak dan Melilitkan handuk di badan nya yang mungil.
“Baiklah. . ."
Gadis itu menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke samping“ Reiji. . Sekarang kita impas!!" Ucap nya pelan dan pergi dari sana.
Di tengah lamunan nya yang kuat Landy muncul dan merangkul Hakaze dari belakang membuat Hakaze langsung menerjang ke pelukan orang di samping nya dengan perasaan campur aduk ia menegelamkan wajah nya pada dada Landy yang mengelus wajah nya perlahan.
“ Bagaimana ini! Tubuhku mulai menolak roh ku, jika seperti ini terus aku akan menghilang dari dunia ini Landy kumohon tolong aku. Aku tau bahwa aku tak bisa menyalahkan dirinya tapi aku takut sunguh takut Bagaimana ini reiji....?!!!"
“ Hakaze kau tenang sedikit!!"
“ Aku takut Bagaimana ini? Apa aku akan hilang sepenuhnya dari dunia ini kumohon selamat kan aku?" Ucap Hakaze panit berserta gugup mengguncang tubuh Landy kuat.
“ Tenang lah jangan panik! Aku menerima undangan dari raja Ansoy Ray dari kerajaan selatan di sana akan hadir empat penyihir dari daratan ini, termasuk Windsor si kekuatan kabut ....!!"
“ Apa dia bisa membantu ku kan? Ia kan?
Apa dia bisa membuat ku utuh kan?
Landy apa dia bisa membantu ku kan?'
Landy terdiam akibat cercaan pertanyaan beruntung dari hakaze, ia mengambil inisiatif dengan menidurkan Hakaze mengunakan sihir es membuat gadis itu tak sadarkan diri.
“ Setidak nya kau akan aman sekarang!!" Landy mengendong Hakaze dan menuju ke kamar nya.
__ADS_1
Ke esokan pagi nya.
Suara burung membangunkan Hakaze yang setengah linglung, ia menyilabkan selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan ke arah jendela membuka jendela itu membiarkan angin pagi menembus masuk kedalam ruangan bernuansa putih milik nya.
Rambut merah nya tertebak angin membuat kibaran seperti kobaran api yang melelab sekitar ruangan itu.
Di tengah kegiatan nya muncul seorang pelayan menghapiri nya dengan ketakutan ia membawa sebuah gaun yang sangat bagus dengan riasan yang mahal.
“ Nona pakaian anda?" Ucap nya dengan gigi yang gemetar.
Hakaze menghembuskan nafas nya pelan
Lalu menghentikan uluran tangan nya yang akan mengapai nampan berisi pakaian.
“ Hufff, letakan di sana saja!!" Ucap Hakaze menghentikan kegiatan nya.
“ Ba—baik" ujar nya takut.
Tap tap tap
Suara langkah kaki memasuki aula kerajaan windows yang berlapis berlian indah yang berkelap-kelip.
Lantai putih bersih yang begitu transparan membuat kerajaan windows di juluki sebagai kerajaan paling kaya di antara empat kerajaan lain nya.
Seorang perempuan muda di kawal beberapa prajurit khusus dengan pakaian serba besi membuat gadis itu bagaikan sebuah tahanan.
“ Siapa gadis Sombong itu?
jelas-jelas ia adalah tamu VlV yang di undang raja, tetapi memakai borgol emas yang di lapisi batu permata....
Hakaze melewati perempuan itu dan sedikit menoleh ke samping.
__ADS_1
“ gadis ini! Memakai baju yang paling indah
Namun mengeluarkan hawa seperti monster...?"
Gadis itu menatap seorang raja muda dengan tubuh yang masih kecil sekitar berusia 14 tahunan membuat Hakaze sedikit penasaran.
Konon kerajaan windows selalu di kelilingi formasi sihir berserta pelindung kabut yang membuat negara lain nya akan takut jika berhadapan dengan negara ini.
“ Salam yang mulia,
Nama ku Hakaze hime seorang penyihir keturunan pohon zaskuen!!" Ucap nya pelan.
“ ZAS—KUEN?' BENARKAN?" Tanya raja Ansor dengan pandang yang menyiratkan keterkejutan.
' Dia adalah putri zaskuen '
' cih, dasar penyihir zaskuen '
' Ais jadi dia yang memakan buah shinju?'
' Zaskuen '
Semua pasang mata menatap ke arah Hakaze yang menatap nya dengan pandangan menyiratkan ancaman ' Jika bicara lagi kau akan mati' mereka seketika bungkam ketika Hakaze menatap balik mereka.
Suasana tegang mereka kini berbalik menjadi suasana ribut ketika sebuah kuda putih bersayap muncul dan menggemparkan seluruh aula istana.
“ Lihat itu tuan Landy" ujar mereka menunjuk kuda putih salju yang turun di hadapan mereka.
“ wah Tampan sekali!!' ucap seorang wanita mendekat ke arah nya.
Dari kejauhan penyihir windows menatap Landy dari balik tembok yang besar.
Ia membulatkan mata nya ketika tanpa segaja mata mereka bertemu pandang**.
__ADS_1