Curse Of The Zaskuen Tree

Curse Of The Zaskuen Tree
pertukaran


__ADS_3

***Tik tok tik tok!!


Tik tok tik tok!!


 Waktu semakin berjalan maju ntah mengapa aku berharap waktu bisa berhenti di sini saja, aku berharap waktu bisa mundur dan membawaku ke tempat yang tidak ada orang nya!


 Semakin lama aku semakin kesepian dan tak mengerti apapun tentang semua hal


Aku berharap bisa secepatnya menghilang dari dunia ini.


Lagi dan lagi aku merasa terus memantau sejarah yang seharusnya tak pernah aku datangin...


“ Semua nya hampa,"


 Tatapan mata redup nya menatap telapak tangan yang kini menghalangi cahaya mentari, mentari yang kini menyinari dunia wajah nya dari sela-sela jemari nya yang lentik.


Hari semakin sore bahkan mentari pun sudah berada di ufuk barat yang kini memaparkan cahaya sore yang indah.


Menikmati terbenamnya mentari yang indah namun kenapa aku merasa takut melihat warna merah ini.


 Seorang gadis yang berada di belakang nya menatap rona dengan tampang acuh sekaligus kevo, tumben ada orang yang duduk di tempat paling bahaya di tanah carta ini batin gadis itu mengerutu.


 Rona yang merasa sesuatu mendekat ke arah nya dengan cepat mengengam pisau lalu melesatkan nya ke arah samping 


Naas saja rona tanpa segaja terpeleset membuat tubuh nya terjatuh ke arah jurang yang curam.


 Gadis itu menyipitkan mata nya melihat tubuh rona yang terjatuh dengan kecepatan tinggi, mata gadis itu seolah mengatakan apa kau ingin aku tolong?


 Rona mengulurkan tangan nya berharap gadis itu akan menolong nya, sesaat kemudia rona menutup kedua mata nya saat mata nya melihat batu tajam yang akan ia tubruk dan membuat tubuh nya hancur.


“ Akakuha______-—" ucapan rona terpotong saat sebuah elang mencakar lengan nya.


Kepakan sayap terdegar elang itu mendarat di tempat yang sama saat rona


Terjatuh. Gadis tadi mendudukan dirinya di batu besar yang berada di depan rona yang kini tengah memperhatikan penampilan rona dari atas sampai bawah.


“ Jangan melihat ku seperti itu?" Ucap rona sambil mengibaskan baju nya yang kini telah tercabik-cabik. Gadis tadi menyipitkan mata nya kembali melihat bekas yang tertinggal di leher rona.


“ Hei! Apa kau adalah calon istrinya pangeran vampir Yaron isdoville?" Tanya rona membuat rona tersadar dari lamunan yah yang kini tengah gelagapan sekaligus kaget melihat gadis itu mengetahui rahasia nya.


“ Etooo, bukan kamu bercanda kali!!" Bantah rona sambil mengibas-ngibaskan lengan nya.


“ Cih . . . Jangan berbohong," ia berdecih sebal membuat rona terdiam.

__ADS_1


 Rona mengeratkan genggaman tangan nya lalu menatap mata gadis kecil di depan nya, rona mengumankan beberapa kata


Namun ia urungkan saat gadis itu menepak bahu nya pelan.


“ Jangan berbohong . . Karna aku mengetahui bau darah mu telah tercampur dengan darah vampire..!"


" Maksudnya?"


“ Apa kau bodoh hah? Cepat atau lambat kau akan menjadi vampire karna kini tubuh ku telah terkontaminasi oleh virus dari taring vampire murni membuat darah mu akan sepenuh nya menjadi darah vampire


Hanya tingal menunggu kau di beri darah vampire murni saja...." Ia berkaca pingang sambil mencondong kan tubuh nya ke depan membuat rona melangkah kebelakang dengan gugup.


 “ Heh heh, kamu sudah tau aku itu adalah makanan para vampire jadi kau ingin apa?" Tanya rona memastikan.


“ Nama ku morgiana putri dari kerajaan Celarines dan juga anak dari seorang selir yang tewas karna penyerangan Beberapa Waktu lalu..." Jelas nya singkat.


“ Seorang putri kerajaan seperti mu Kenapa keluar dari istana?" Tanya rona pada morgiana yang terdiam kaku.


“ Aku membutuhkan rumput daun darah untuk menyembuhkan ibuku ! Kata nya rumput itu berada di tempat yang ada dan tiada sudah sebulan aku mencari namun tak kunjung menemukan juga," Moriana menunduk membuat rona merasa sedikit iba.


 Rona memberani kan sebuah kotak pada morgiana . . Pandangan tanda tanya rona acuhkan saat ini ia telah melangkah pergi“ Untuk mu, kau bisa membuka nya saat telah tiba di istana hanya saat kau berada di sana kau bisa membuka nya,' rona berbalik dengan cepat dan melambaikan tangan.


 Morgiana melihat rona kini telah hilang di kegelapan, bayangan cahaya bulan membuat morgiana merasa penasaran namun keadaan nya tak memungkinkan karna ibunya sekarang tengah sakit keras.


 Morgiana memangil hewan peliharaan nya dan terbang dari sana, ia akan kembali terlebih dahulu untuk meminta penjelasan aka kondisi ibunya.


 Sebuah pagar yang kokoh kini terbuka dengan sendirinya.


 Seseorang berpakaian hitam menatap rembulan yang telah berada di puncak nya


Warna merah menerpa wajah nya


Kini mata nya pun menyala dan tumbuh taring yang tajam.


“ Lecht Bagaimana keadaan nya?" Tanya reiji ke arah orang yang lebih tua beratus-ratus tahun dari nya.


“ Dia sudah sadar . . . Namun kini ia hanya bisa menjadi seorang budak darah!!_


“ Budak darah kah?"


 Reiji memandang kelopak mawar yang berjatuhan.


 Seorang budak darah adalah orang yang lera mengorbankan darah nya dengan suka lera bahkan akan seperti orang gila ketika darah nya tak di kinuk oleh bangsa vampire dan budak darah seseorang yang terikat satu sama lain nya.

__ADS_1


 Biasanya budak darah dan tuan nya tak akan bisa berpisah begitu lama karma konon jika mereka terpisah maka kedua nya akan mengalami nasib naas dan berujung kematian^^


 Reiji kembali ke alam sadar nya lalu mendekat ke arah lecth yang menatap nya tanda tanya.


“ Siapa tuan dari mori?" Tanya nya.


“ Shu adalah tuan nya..."


“ SHU?"


“ Kau pasti telah mendegar nya reiji, Shu adalah seorang ras vampire keturunan Devil dan ia adalah kandidat kedua setelah dirimu untuk menjadi seorang penguasa dari raja kegelapan di tanah ini..." Lecth memegang kacamata nya lalu menyelipkan nya di antara sela-sela kerah bajunya.


“ begitukah !;"


 Obrolan singkat itu berakhir kini reiji kembali kedalam kastil, ia melihat deretan barang-barang kuno yang telah ia kumpulkan selama 200 tahun ini...


 KAMP MILITER.


 Jendral seh berkali-kali menghembuskan nafas nya kasar ia meminjit keoela nya yang tak sakit, sudah berhari-hari namun tak ada pemasokan bagi para tentara yang kini bahkan kekurangan bahan pangan untuk kebutuhan makan mereka.


 Tenda terbuka menampakan haku yang berjalan dengan seorang pemuda tampan yang memakai baju perang lengkap dengan senkata tempur nya.


Ia memberikan salam lalu mengambil secarik kertas yang ia bawa sebagai seorang utusan dari kerajaan TAKA 


Ia bertugas menyampaikan sebuah dekrtit bagi jendral seh yang telah lama bekerja sama dengan kerajaan Celarines karna penyerangan para vampire di kerajaan TAKA membuat jendral seh mengundurkan diri dari jabatan nya dan kini ia hanyalah pihak diplomasi yang bergabung diantara aliansi kedua kerajaan antara Taka dan Celarines berserta Babilonia.


 Jendral seh melambaikan tangan sebagai balasan dari sapaan nya tadi.


" Ada apa kau kemari pangeran?" Tanya jendral seh.


“ Aku mendegar bahwa anda menyembunyikan putri rona dimana dia berada sekarang?" Ucap nya tho the points.


“ Apa pangeran takut kerajaan TAKA akan diambil alih oleh sang putri?" Ejek jendral seh membuat pemuda itu mengertakan rahang nya kuat.


“ Asalkan jenderal tahu, putri rona adalah kunci dari kehancuran kita..."


“ Pangeran jangan asal menjadi menuduh," Jenderal seh mendilakan mata nya mengisyaratkan agar dia diam.


“ Mohon anda memikirkan nya lagi dan Prajurit song," ucap pangeran ke arah haku yang sedari tadi diam.


“ Kerajaan Taka telah meramal bahwa putri rona dan anda akan terpisah sangat jauh melintasi ribuan pulau dan samudra serta beratus-ratus gunung, dia ditakdirkan untuk berada di tempat yang tak bisa di jangkau manusia,"


“ Aku harap prajurit song berpikir dua kali untuk bertindak sebagi tameng nya," melihat epresi garang haku mmbuat pangeran kerajaan TAKA itu mengeyitkan dahi nya heran.

__ADS_1


 Haku memandang kepergian pangeran Taka lalu beranjak ke arah jenderal seh yang sepertinya tak kaget akan ucapan sang pangeran muda tadi memhuat haku semakin penasaran saja***.


 


__ADS_2