
Sehari dalam kehidupan ku sebelum semua nya gelap dan juga kesepian.
*Hakaze muncul dengan tampilan yang acak-acakan, warna mata nya merah darah
Rambut nya berwarna merah Semerah api yang menyala-nyala.
Tangan mungil nya memegang sebuah tangkai bunga hitam dan berjalan lunglai ke arah ayah nya, umur Hakaze saat itu masih 4 tahun terlalu muda untuk menjadi seorang penyihir dia menatap ayah nya sebelum tersenyum horor.
“ Ayah hihihi," ucap nya di selingi tawa yang menakutkan membuat sang raja merinding.
“ Hakaze"
Ke esokan pagi nya.
“ Hei . . Apa papa akan pergi hari ini?"
“ Menjadi sosok raja sangat sulit Hakaze.!' ujar ayah nya lembut.
“ Apa kau akan pulang aku bosan..." Ucap nya manja di selingi bibir nya yang cemberut.
Ia mengetuk kening Hakaze pelan “ Semua nya akan baik-baik saja..."
__ADS_1
Setelah kepergian ayah nya keluar negara ia menjadi cemberut dan tak mau makan hingga membuat ia sakit, ayah nya yang baru saja kembali langsung bergegas dan membawa sebuah nampan berisi obat.
“ Sukurlah kau pulang kakak, tuan putri mengalami gejala aneh. . Menurut ku sudah saat nya kau menjauhi keluarga itu!
Ini sebuah saran apa kau tega membuat putri mu seperti ini.?” tanya nya pelan membuat sang raja terdiam.
Takdir samawi yang mengikat Hakaze dari sejak lahir, perpaduan cinta kasih antara dirinya dan ibunya ia melihat putri nya yang tidur sesekali m ngusap rambut nya, ia mengelus pipi nya lalu pergi.
“ Oh yah, jika lakukan upacara itu buat dia melupakan semua nya..." Ucap nya pelan.
Hima menegang lalu memastikan keputusan kakak nya, setelah ia pergi Hima memberikan sebuah darah pada Hakaze membuat tubuh nya hancur menjadi kepingan debu dan musnah di telan malam.
Di saat itu tubuh baru mulai tercipta
Kini seorang gadis baru saja membuka mata nya, mulut nya menatap sekitaran tempat yang ia yakini sebuah kamar.
“ ........"
“ Nama mu adalah rona"
“ ..........."
“ Mulai sekarang jangan sampai kau keluar dari kamar ini tanpa seijin ku," Ancam nya membuat anak itu menganguk.
__ADS_1
Sepergi nya ayah nya rona menatap pemandangan dari balik kaca jendela nya ia menatap para pelayan yang hilir mudik membawa nampan dan pekerjaan nya masing-masing “ Aku harus berpura-pura dan menipu mereka Hihihi' tawa nya pelan di selingi tatapan horor penuh akan nafsu kebencian yang mendalam.
Kembali ke alam nyata Hakaze mendegus kesal lalu ia menghilang di kerumunan orang hingga sampai di sebuah tempat yang sangat kusam dan kumuh.
Hakaze masuk ke sebuah gua yang semakin dalam ia berjalan malah semakin besar dan sampai akhirnya ia keluar dari gua dan melihat sekeliling tempat yang ia yakini adalah sebuah pulau.
“ Nama ku adalah Hikaru raja dari penguasa pulau ini dan juga orang yang mengendalikan keutukan segel unggu," ucap nya menyapa Hakaze sambil meberikan secangkir teh.
“ Apa arti kutukan unggu?"
“ kenapa orang seperti mu ingin tahu nona kecil?" Tanya Hikaru mengejek.
SEUR TAK- TAK..
Rantai tercipta dan menyerang ke arah Hikaru yang kini melompat kesana-kemari di udara.
Lalu melemparkannya beberapa kincir beracun ke arah Hakaze. Namun gadis itu melayang dan transparan membuat kincir itu hanya mengenai udara kosong.
Hikaru kembali menyerang Hakaze namun gadis itu lebih dulu menyihir Hikaru menjadi seekor tikus karna seperti nya ia tak bisa mendapatkan informasi yang berguna lagi.
“ Jika kau ingin kembali pada wujud semula mu pada saat nya aku membutuhkan mu tolong datang dan sembuhkan dia untuk ku!!" Hakaze memegang tikus kecil itu lalu melemparkannya dengan keras membuat tikus kecil itu ketakutan.
“ RASAKAN PEMBALASAN KU HAKAZE...."
__ADS_1
Triak nya mengema membuat Hakaze tersenyum mencibir*.