
Panas tubuh ku begitu panas
Kenapa rasa nya aku seperti terbakar
Hawa yang keluar dari tubuh ku seakan membakar jiwa dan raga ku, kumohon Siapa pun tolong aku...
Kenapa semua nya gelap dan selalu seperti ini pikir seorang gadis berambut merah yang kini tengah berendam di air terjun dengan luka tubuh yang begitu mengerikan.
Tatapan mata nya penuh akan balas dendam dan kekosongan, mulut nya ingin bertriak namun suara nya seakan menghilang begitu saja ia menaikan lengan nya Ingin mengapai sebuah uluran tangan namun semua nya menjadi merah.
SPRASS
Seorang gadis terkaget lalu menyilabkan selimut nya kasar, ia menghela nafas pelan lalu beranjak dari tempat tidur nya.
Wajah nya murung sudah beberapa hari ini dirinya selalu di hantui oleh mimpi yang begitu menyeramkan membuat nya takut setengah mati.
PRANG
Tanpa segaja gadis itu menyengol sebuah vas yang mahal, membuat kediaman itu seketika ricuh banyak orang mengerumuni nya untuk meminta konsekuensi dari ulah nya .
Gadis itu melangkah kaki nya kebelakang dengan senyuman yang dipaksakan “ Maaf " ucap nya lemah.
“ Hei kau gadis rambut merah berani nya kau memecahkan harta nasional..."
Tunjuk mereka ke arah nya dengan pandangan geram, gadis itu berdecih kesal ia tak suka dengan situasi seperti itu
Dengan sekali ucapan lengan nya vas itu kembali ke bentuk semula.
Para pengunjung begitu terpesona melihat sihir tingkat atas. Mereka kembali di kagetkan saat menghilang nya gadis itu secara tiba-tiba semua pasang mata kini tertuju pada seorang pemuda yang memakai baju ziarah dengan pedang di tangan nya serentak mereka bersujud memohon ampun.
Next time
__ADS_1
Haku begitu terpesona sesaat ketika rona mengibaskan rambut pirang nya perlahan
Bercak air menyapu mengenai wajah nya membuat tanpa sadar haku terdiam,
Ia memegang kening nya sebenarnya apa yang terjadi padanya berhadapan dengan rona membuat nya tak bisa bebas semua yang berkaitan dengan rona membuat dirinya terngangu.
Rona yang merasa di perhatikan mencondong kan tubuh nya ke depan membuat haku melangkah beberapa langkah dengan gugup “ Putri sudah cukup! Wajah mu terlalu dekat dengan ku..!" Ucap nya perlahan lalu mendorong wajah rona perlahan.
“ Ais, haku terlalu dingin untuk mengerti hati wanita..."
Yona menghindar lalu berputar-putar
Ia mengembunkan sebelah pipi nya
Lalu tersenyum ke arah haku dengan nada mengejek“ Haku jangan terlalu dingin muka poker mu itu aku tak menyukai nya," rona menyentil dahi haku pelan membuat pemuda itu terkaget lalu terbatuk-batuk karna ulah nya.
“ Hime-san! Apa aku terlalu memanjakan mu?"
Ia memeluk kedua lutu nya menegelamkan wajah nya pada kedua lutut nya, gadis itu terisak kecil “ Apa aku harus berubah menjadi diri nya hiks " isakan pilu terdengar membuat sekeliling tempat itu tiba-tiba mendung dan hujan.
Tik tik tik
Rintik hujan membasahi bumi, haku menegandah ke atas, kenapa hujan bukan nya hari begitu terang tadi ucap batin nya penuh tanda tanya.
Guntur dan Petit saling bersautan membuat haku berlari ke arah belakang
Salah kan dirinya karna terlalu kesal meninggal kan rona sendirian.
Rona maaf kan aku kumohon tetap di sana..!!"
Haku menembus hutan berantara, luka akibat ranting pohon ia abaikan begitu saja
__ADS_1
Nafas nya terhengos- hengos melihat tak ada seorang pun di sana kini wajah poker nya menjadi sedikit panik ia berlarian mencari rona ke setiap tempat di sana namun nihil tak ada sosok gadis cengeng itu.
Tap tap tap
Suara langkah kaki melangkah ke arah nya kini sepasang mata Ruby yang tajam memandang haku dengan tatapan sulit diartikan.
Tangan kiri nya mencengkeram sebuket bunga liar membuat darah berembes dari tangan nya, ia menyampingkan leher nya ke kiri lalu mengerakan mulut nya “ Hei kau!" Sapa nya.
" Nona siapa anda?" Ujar haku waspada.
“ aku adalah putri penyihir dari pohon zaskuen
hei apa yang kau lakukan si sini?
area ini tempat terlarang bagi manusia..!" Tegur gadis itu dengan nada yang tinggi namun terkesan lembut ke arah haku yang memandang penampilan berbeda dari gadis itu.
“ Maaf nona apa anda melihat gadis kecil
Berambut pirang?" Tanya haku sedikit menurunkan kewaspadaan.
“ Pergilah! Pergi ini tempat berbahaya untuk mu, kau lewati jalan itu terus lurus nanti kau akan sampai pada sebuah desa
Di ujung jalan dekat. Desa itu akan ada seseorang yang menunggu mu..."
Penyihir itu menunjuk ke arah jalan setapak yang menghubungkan hutan dan desa Cihua, tubuh penyihir itu kini hanya tingal sebuah kristal hitam yang berterbangan.
Angin menerpa tubuh haku yang berlari kencang melewati jalan atas instruksi dari gadis yang mengaku sebagai penyihir zaskuen itu.
" Kita akan bertemu lagi . . itu pasti! penyihir zaskuen...!"
Haku tersenyum kecut dalam lantunan katanya seakan menyumpah gadis tadi.
__ADS_1