
**Taman froga
Derap langkah kaki memasuki sebuah istana dengan hamparan bunga yang indah
Bunga putih bersih dengan setiap kelopak yang transparan.
Tempat ini dinamakan taman froga anak cabang dari istana froga tempat kerajaan rfoga yang menjadi wilayah terkuat dari kerajaan lain nya karna di sana terlahir dua penyihir terkuat dan seorang perlindungan dari zodiak bernama Landy arlose dan hime Hakaze.
Langkah kaki berbalut sepatu baju dengan gaun yang begitu indah masuk kedalam aula yang sangat luas dan berlapis kaca yang transparan, wajah nya begitu kosong dengan borgol berlapis emas dan permata yang indah di tangan nya.
Ia membuka salah satu pintu hingga akhirnya sampai di sebuah kamar yang mewah nan indah, dengan perlahan menegandah melihat para pelayan yang ketakutan karna nya.
” Lengan ku di borgol kan jadi jangan takut!!!" Ucap nya pelan dan masuk kedalam tirai putih yang indah.
Para pelayan keluar dari sana dengan wajah uang pusat basi, Konon penyihir Hakaze adalah sosok binatang buas yang haus akan darah sejak kembali nya dari perang saat usianya menginjak ke 10 tahun Hakaze begitu pesimis karna dekua penghuni kerajaan begitu takut pada nya
Dari sejak itu saat ia memasuki istana tangan nya akan di borgol oleh borgol berlapis emas dan permata yang indah membuat Hakaze merasa tak perlu ketakutan ketika dirinya hilang kendali.
“ Hakaze wajah me begitu tak enak di pandang!" Suara yang berasal dari arah pintu membuat gadis itu mendongkrak perlahan.
“ Tuan Landy!!"
“ Cepat atau lambat kau juga akan kembali ke taman frog ini Hakaze karna duyung lan yang membawa ke sini..!"
“ Aku ingin sendiri tolong" balas nya pelan.
Landy terkekeh pelan lalu berjongkok di hadapan Hakaze yang tengah di lema ia mengengam pengelangan tangan nya lalu menempelkan tangan Hakaze pada pipi nya pelan.
Serr
Serr
Tes
Tes
Hamparan bulu-bulu hitam berterbangan bersama muncul nya cairan hitam dari sebelah mata dari masing-masing mereka.
Landy melepaskan jempitan yang terselip di antara rambut Hakaze dan membuang nya sembarang arah membuat mata kiri nya tertutupi sebelah.
Serr
“ Apa kau tak ingat ini Hakaze..."
“ ....."
“ Ini telah ada sejak kita lahir!!"
__ADS_1
“ ini adalah jiwa kegelapan tanpa akhir?" Hakaze menengadah melihat atap dengan pandangan kosong.
“ Sekarang kau mengigat nya Hakaze hime?" Landy memegang dagu Hakaze menyilabkan poni yang menghalangi mata kiri nya.
*AKU LAHIR DALAM KEGELAPAN...
TIDAK ADA IBU, TIDAK ADA SUARA DAN TIDAK ADA APAPUN.
AKU TIDAK TAU SUDAH MENGHABISKAN WAKTU BERAPA LAMA DALAM KEGELAPAN BERSAMA NYA.
DAN AKU TAK MENGERTI UNTUK APA DI LAHIRKAN?
Hingga suatu hari ntah kenapa mata kanan ku perih dan tanpa segaja menabrak seorang wanita yang bertubuh setengah ikan, ia merangkulnya dan membawa nya pergi jauh dari keramaian hingga sampai di sebuah kastil.
Aku di sambut seorang anak yang lebih tua dariku dengan nada bicara yang dingin
Sejak itu kami menghabiskan waktu bersama namun tak ada yang berubah bahwa aku tingal dalam kegelapan dan selalu sendirian walau pun banyak nya orang di sini.
“ Kau ingat sekarang? Aku di berkati oleh takdir karna mata ku adalah pasangan dari mata mu Hakaze!!" Landy memegang erat baju Hakaze kuat.
“ Selama ini aku hanya punya setengah jiwa... Dan kau bahkan tak memiliki tubuh dan jiwa yang utuh Hakaze!!" Ucap Landy dingin membuat Hakaze membulatkan mata nya takut.
“ KUMOHON JANGAN KATATAKAN LAGI LANDY" Triak Hakaze frustasi sambil memegang kepala nya seperti orang kesetanan.
“ Menyerahklah pada ilusi mu . .
Untuk mengguncang dunia,
Hakaze kau lahir dalam kegelapan
Di bahwa perlindungan pohon zaskuen
Kau terus maju dalam gelap dan tak mengetahui apa itu kecerahan!!"
Landy memberikan perasaan yang aneh terhadap Hakaze yang sekarang tengah meringkuk sedih namun tak ada air mata yang keluar dari mata nya, perlahan ia menyeka sudut mata nya karna cairan hitam itu telah berhenti keluar
Oh aku tahu?
Melepaskan uluran tangan Landy lalu mundur beberapa langkah" Aku tahu perasaan ini dari awal..!
“ Landy, aku adalah orang yang di Bayangi
Jadi . . .
. . . Bisakah aku memilih kecerahan?" Tanya Hakaze menatap kedua tangan nya.
Seketika pecahan kristal milik Landy berhamburan, kosong dan kehampaan itu yang di rasakan ntah sejak kapan ia mulai mengidamkan kehidupan normal seperti layak nya manusia apa ini yang di makan iri hati hakazey meregangkan kedua lengan nya memeluk tubuh Landy yang mulai membeku karna menyadarkan nya dari penjara waktu.
__ADS_1
*****
" Apa maksudnya?" Tanya sosok berbaju besi ke arah seorang wanita berambut hijau dengan sayap di belakang punggung nya.
“ Pangeran Aqua masuk ke gerbang itu dan kau akan tau!!" Tunjuk wanita tadi mengarahkan telunjuknya ke arah pintu.
“ Tapi saat kau pergi kesana ... Mungkin
.... Kau bukan dirimu lagi pangeran Aqua!!" Ujar lembut wanita itu menutup edua mata nya.
KREAK
Suara pintu terbuka.
“ Gambaran-gambaran itu muncul di pikiran ku kemarin...!" Ucap misopolia dengan tatapan sedu nya.
“ Gambaran yang selalu muncul di mimpiku, seolah olah aku mengalaminya..
Selama mata kiri tetap ke emasan,
Semakin banyak waktu yang ku perlukan untuk menghilang!!" Ucap sedu misopolia memegang bahu nya pelan.
Tanpa ia sadari sosok hitam tengah berada di belakang nya, kedua tangan nya siap uny mendorong misopolia ke danau namun terhenti oleh seseorang.
“ Apa yang kau coba lakukan?" Tanya suara bariton dingin dan menjaukau lengan nya pelan.
“ Jendral song dan Aria?" Pangil misopolia yang tersadar dari lamunan nya.
“ Haku aku melihat daun di pindah putri misopolia jadi ingin membantu menyingkirkan nya!!" Balas Aria dengan senyuman yang begitu manis membuat haku mengeyitkan dahi nya heran.
“ Putri pergilan tuan memiliki informasi penting!!" Printah haku dingin.
Sepergi nya misopolia kini haku memegang leher Aria dengan kuat bahkan terdegar bunyi tulang yang bergesekan begitu ngilu.
“ Aria kau ingin mendorong nya?"
“ Kenapa aku menginginkan nya
. . . Haku untuk apa aku melakuky nya?" Tembal Aria menghibdar dari tatapan menusuk haku.
“ Misopolia terlalu polos dan naif!
Ini bukan pertama kali nya kau berbohong Aria!!" Haku menoleh kesamping dan berjalan pergi dari sana meningalkan Aria yang kini mengertakan kedua rahang nya kuat.
“ Berhenti menjadi munafik,
Itu tak berkerja untuk ku!!" Haku menghentikan langkah nya dan berbicara pelan lalu meninggalkan Aria kembali***.
__ADS_1