
"**Awwww . . . Kepala ku sakit!!" Ujar seorang gadis yang baru saja tersadar dari pingsan nya, ia memegang kepala nya yang berdenyut sakit.
“ UHUKK" ia terbatuk dan memuntahkan sebuah cacing di lantai, sebuah cacing dengan ukuran sedang yang sedang bergerak di lantai membuat gadis itu membelatkan mata nya tak percaya.
Tiga kali berturut-turut gadis itu terbatuk dan memuntahkan cacing. Membuat gadis itu berjalan ke arah cermin ia lemas melihat tampilan nya kini berubah ke semula warna mata merah dengan paras yang cantik tak lupa helaian merah yang panjang membuat kesan cantik.
Gadis keturunan blesteran itu menatap ke arah seseorang yang membuka pintu
Terlihat seorang pria dengan mata hijau menatap nya tanpa epresi dari balik kaca mata bulat nya.
Ia melirik gadis itu dari balik lensa kacamata nya“ Apa kau masih mengenali ku?" Tanya orang itu sambil MEMBENAHKAN kacamata pada hidung nya.
“ Hmm, raja klan devil dan juga pangeran ras YARON!!" Ucap gadis itu pelan.
“ aku tau kau sangat menarik bagi reiji, namun sebagai seorang penyihir pohon zaskuen apa kau tak malu . . Seharus nya pohon zaskuen adalah netral ( tidak memihak siapa pun) namun kenapa kau berada di antara manusia dan vampire nona kecil putri pohon ZASKUEN?" Tanya Lecht dengan menekan kata zaskuen bahkan mungkin di garis bawahi.
“ Maaf kan aku, aku akan berusaha mencari cara agar bisa keluar dari permainan ini yang mulia...!!"
__ADS_1
“ Angkat kepala mu putri. Kau tak pantas menunduk karna kau bersama reiji aku hanya minta jangan menjadi sosok yang memanfaatkan reiji saja," Delikan mata tajam membuat Hakaze menelan ludah nya ia sunguh takut jika berhadapan dengan hewan pemangsa darah segar ini.
Netral apa aku bisa? Kata itumembuat ku terbungkam dan menyesal akan tindakan yang kulakukan.
Bagaimana rasa nya di perhatikan secara khusus?
Bagaimana rasa nya tak di bohongi?
Aku memegang kening ku dan menatap ke arah langit-langit kamar nya ntah kenapa suasana menjadi semakin mencengkrambukan tempat yang hangat dan damai melainkan sebuah tempat yang suram dan gelap.
Bukan sapaan hangat yang ia terima pertama kali masuk kedalam sana melainkan sebuah ancaman semua nya tak jauh berbeda dari awal pertemuan dahulu.
Pagi telah beranjak mejadi siang perlahan sinar mentari masuk kedalam gorden jendela , suhu panas membuat kulit sedikit memerah Hakaze membiarkan cahaya mentari menyinari tubuhnya jika saja ia vampir maka ia akan terbakar dan menjadi sebuah abu yang akan terbang di angkasa diantara angin-angin yang menjalar dengan bebas.
Suara burung gagak tak henti-hentinya terdegar ntah kenapa tempat ini begitu menyeramkan bahkan untuk seorang Hakaze sendiri.
Hakaze meregangkan otot-otot nya dan beranjak pergi dari kamar nya, beberapa kali ia berpapasan dengan para vampir yang menghormat ke arah nya namun di dalam kesopan dan sikap ramah itu tersimpan kebencian dan juga nafsu.
__ADS_1
Hakaze sesekali merasakan aura menyeramkan para vampire yang ingin menyantap darah nya namun terhalang oleh kekai milik reiji yang berada di tubuh nya.
Hakaze sampai di sebuah kamar yang berada di antara lorong paling gelap.
Ia membuka pintu hitam itu dan terlihat sebuah peti mati di ruangan itu kini Hakaze membuka peti mati dengan mengunakan sihir nya.
Terlihat sosok tampan yang tengah berbaring dengan wajah kesepian membuat Hakaze mengigat ke adaan seseorang, ia menatap wajah. Orang yang berada di dalam nya dengan seksama lalu mengelus Surai hitam abu milik nya dengan lembut.
“ Maaf, aku harus kembali ke pada nya
Karna dia sangat penting bagiku!!" Guman Hakaze dan mnutup kembali peti mati itu.
Hakaze memunculkan sebuah elang besar dan pergi dari kastil vampire itu,
Perlahan peti mati itu terbuka iris mata nya menatap tajam langit-langit kamar nya
Ia mengarahkan lengan nya ke atas dan memegang kening nya pelan.
__ADS_1
“ Menyebalkan!!" Ujar nya pelan**.