
tak terasa *kini sudah hampir tiga bulan Hakaze terkurung di dalam kastil vampire, walaupun begitu ia cukup bersyukur karna reiji tak selalu berada di kastil ia selalu di sibukan berbagai macam urusan para vampire membuat Hakaze telah menyusun rencana untuk pergi kedunia nya kedunia dimana ibunya tengah menunggu.
Pagi ini Hakaze memutuskan untuk menemui reiji di dalam ruang kerja nya, sepanjang koridor hanya kesunyian yang menghiasi sesampai nya di sana ia membuka pintu berlapis emas lalu menghampiri sosok yang tengah berdiam diri di dalam tumpukan dokumen yang hakaze yakini Sangat sulit di selesai kan.
Hakaze menyandarkan punggungnya pada jendela“ Reiji ini sudah tiga bulan!" Ucap nya pelan.
" Kenapa?"
" Aku ingin menemui duyung lan!" Ujarnya pelan.
" Kenapa kau ingin pergi kepulau sakura?" Tanya reiji lagi membuat hekaze diam apa yang harus ia jawab sekarang.
" Bagaimana pun aku di besarkan oleh duyung lan
Dan aku ingin sekali bertemu haku
Ntaj bagaimana keadaan nta sekarang!!"
Raut wajah reiji menjadi sedikit beremosi mendegar kata haku yang di lontarkan gadis cantik itu, namun segera ia tepis pikiran itu
Karna bagaimana pun Hakaze sudah terikat dengan nya hidup ataupun mati
Akan selalu bersamanya.
__ADS_1
" Apa kau berniat meninggalkan ku?" Tanya reiji tepat sasaran kini Hakaze mengeleng pelan.
" Tidak!
Bagaimana pun di dalam tubuhku mengalir cacing parasit dan cepat lambat jika aku membuat mu marah cacing ini akan menggerogoti tubuhku dan aku akan mati untuk saat ini aku tidak ingin mati dulu!" Jelas Hakaze.
Reiji mendekat ke arah Hakaze, tanganya merangkul pingang Hakaze menyeset bau harum yang sudah lama memabukan dirinya
Obat yang selalu membuatnya candu
Taring tajam reiji menembus masuk kedalam permukaan atas dada Hakaze yang kali ini membala pelukan reiji kedua tangan nya memeluk kepala reiji.
" Alangkah baiknya jika selalu seperti ini!!" Ruki berbicara pelan, hatinya kini di pehuni banyak bunga merasakan perasaan yang selama ini ia berukan sudah terbalas.
Cukup lama mereka berpelukan akhirnya reiji memberikan ijin Hakaze untuk menemui duyung lan di pulau sakura, dengan di antar beberapa bodyguard ia meninggalkan kastil melalui pintu sihir yang tak di ketahui Hakaze sebelumnya
Berjalan ke arah selatan selama berjam-jam akhirnya Hakaze dan dua ajudan nya sampai di pulai sakura.
Duyung lan menyapa Hakaze menyambut kedatangan gadis itu dengan suka ria sudah lama ia tak melihat kedatangan gadis iti, anak yang selalu duyung lan rindukan setiap saat
Hakaze masuk ke sekitar air terjut sedakang ajudad nya seakan terperangkap dalam ilusi duyung lan.
" Hakaze!!"
__ADS_1
" Tak ada waktu lagi!
Aku ke sini dengan satu alasan!" Ujar nya pelan.
" Ada apa Hakaze? Kenapa dengan dirimu?"
" Dutung lan, aku memutuskan untuk kembali ke dunia ibuku, bisakah kamu membantu ku duyung lan?" Tanya Hakaze penuh harap ke arahnya.
Duyung lan terdiam sesaat lalu beranjak mengambil sebuah kerang dari balik lotus merah yang baru saja mekar.
" Apa itu pilihanmu?" Tanya nya memastikan.
" Ia ini pilihan ku...!"
" Baiklah Hakaze aku tak bisa melarang mu
Bawa benda ini kau membutuhkan darah Seorang ras vampire dan juga darah haku!!" Siratan mata duyung lan membuat Hakaze meneguk ludahnya pelan.
Apa aku bisa?
Apa aku akan bisa bersama ibuku?
Bagaimana caranya aku menyakiti haku dan reiji Walaupun mereka pernah ada dalam bagian hidupnya*?
__ADS_1