
***BOOM
Rona tersadar dari tidur nya ketika ledakan terjadi di sekitar tempat itu. Haku mengendong tubuh rona dan melompat ke dasar tebing membuat gadis itu bertriak ketakutan.
Apa ini adalah shuting adegan action
Atau shuting adegan psikofat mengapa ia harus bersama dengan pemuda bertampan poker ini.
“ Kyaaa haku bodooohhh" triak rona tepat di telinga haku membuat pemuda itu membukam mulut nya kasar“ Berisik rona" ucap nya dingin mmbuat gadis itu terdiam.
Rona sempat berpikir keras bagaimana cara nya sebuah desa bisa hancur hanya karna ulah haku yang mengamuk.
Rona sempat berpikir lalu menemukan sebuah ide ia membisikan pada haku membuat pemuda itu tersenyum kecut dan menganguk.
“ UHUKK " haku batuk darah membuat rona panik ketika melihat bercak darah di lengan pemuda itu.
“ Rona jangan panik... Ide mu berhasil!!" Haku mengusap helaian rambut rona membuat gadis itu tersenyum.
Gadis itu berkaca pingang siapa yang sangka mengalihkan para perhatian para vampire begitu mudah nya, hanya dengan menggantung lambang tsalib kini mereka terdiam membeku membuat rona bangga Setidak nya ke nolepan dirinya selama ini tak sia-sia.
Rona berlarian kesana-kemari mencari sungai, sangat sulit menyakinkan haku untuk memberikan nya ijin untuk berpergian sendiri dan sekarang ia dilema Bagaimana cara nya bisa mendapatkan air untuk haku.
Kerajaan
Hening.
Hanya suasana itu yang kini membuat para Mentri ketakutan Dengan aura pekat sang raja yang kini baru saja menduduki tahta kerajaan baru.
Para Mentri saling bertatapan mata satu sama lain sebelum sebuah suara membuat mereka tersadar, usapan lembut pada dada mereka karna lontaran kata kasar dari sang raja penguasa dari tanah carta.
† Plak! †
Suara lemparan kasar kertas yang kini melayang mengenai wajah seorang pmuda berambut biru dengan pakaian mewah berlapis emas.
__ADS_1
Mata biru nya membulat, ia berjongkok memungut kertas itu dan membaca deretan kata yang tertulis di sana epresi dingin yang terlihat jelas kini mulai tergantikan dengan epresi tanda tanya.
“ Lihat! Kita kehilangannya 5 kota!"
“ Jendral seh meminta penambahan bahan makanan dan juga gaji prajurit apa itu layak Eren?" Tanya dingin sang raja dengan suara yang mencekram tanda amarah yang memuncak pada nya.
Para Mentri terdiam sesaat menatap pangeran Eren lalu menghembuskan nafas pelan mereka memohon ampun lalu bersujud di hadapan sang raja.
“ Musim semi yang lalu bertepatan dengan wabah belakang, hasil panen pun menjadi berkurang, di tambah banyak tempat bebas pajak apalagi hilang nya putri rona baru-baru ini membuat jendral seh sedikit menekan yang mulia... ” Ucap Mentri kemiliteran bersama dengan Mentri ke uangan yang saling memberikan delikan tajam saling menusuk ke arah mereka.
“ Ais, Bagaimana ini! Pangeran juga bicara?" Raja menyandarkan tubuh nya pada tembok dan melihat epresi pangeran Eren yang begitu tenang apalagi kenyataan nya Eren adalah sook yang selalu menentang kuasa sang raja.
“ Menurut pangeran, biarkan jendral seh mengunakan keuntungan SDA/ SDM itu lebih baik untuk melanjutkan perang kembali...!!"
BRAKH
Suara pukulan keras terlihat kayu-kayu meja menjadi terbelah dua kini
Mereka bertiga bungkam sesaat karna kemarahan sang raja, tak ada yang bicara sama sekali membuat Eren bersujud dan pamit untuk kembali ke perbatasan Utara sebagai seorang panglima barisan depan
Di lain tempat di atas tebing yang tinggi kini dua orang sosok berjubah saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang berbeda yang satu penuh kebencian dan yang satu penuh kewaspadaan mereka tersenyum kecut lalu menghilang bersama dengan terbakan angin yang menyapu tubuh mereka.
Angin berhembus sekali dalam hidupku
Mendegar suara rink air yang begitu tenang aku sedikit terlena namun semua nya tak bertahan lama.
Jika kita perhatikan di daerah mizu ada seorang pria yang sedang berbicara bersama ayah nya. Dengan wajah tampan yang agak kusut ia pergi sedangkan gadis di samping nya tak berani mengangkat wajah nya walau hanya seinci pun.
“ Kakek aku harus pergi dulu...!!"
“ Jaga dia baik-baik nak..!"
__ADS_1
Pria paruh baya itu mengelus punggung besar milik jendral muda yang kini hanya seorang pengelana saja.
Mereka berdua ke negri rumput ia berangkat bersama teman araya, di tengah perjalanan araya berpisah ia pun hanya melanjutkan perjalanan berdua bersama haku sudah tiga hari lama nya namun gerbang itu belum terlihat sama sekali.
Kini matahari sudah berada di ufuk barat
Sang mentari mulai tergantikan dengan cahaya rembulan. Malam itu entah apa yang terjadi seseorang menyerang haku dan rona yang tengah beristirahat.
Trang
Treng
Trang
Siur
Pedang haku yang di mainkan dengan lihai dan indah walaupun begitu haku tak kalah gesit dari nya karna pelatihan jendral seh membuat nya menjadi pribadi berjiwa iblis.
Haku melesatkan beberapa anak panah
Yang berhasil di hindari oleh lawan nya.
Tak ingin memberi kesempatan haku melemparkan Sarung pedang seketika pandangan wanita itu hanya tertuju pada sarung pedang itu, di saat itu haku menembas tubuh lawan nya hingga terpotong menjadi dua.
Sprass
BYURR
Darah berembes dari tubuh nya memandikan haku yang kini menatap lawan nya yang sudah terkapar tak berdaya.
“ Kumohon pangil penyihir Hakaze aku ingin meminta tolong pada nya uhukk” lawan nya memuntahkan darah membuat rona ketakutan dan memegang baju haku.
“ Apa maksud mu sebenarnya?" Tanya haku memegang kerah baju lawan nya yang kini menatap rona dengan penuh harap wajah nya seakan menarik rasa iba sang putri.
__ADS_1
“ yang mulia haka— ZE " lengan nya terjatuh kini tubuh itu merosot di tanah
Rona berjongkok lalu mengusap kedua mata nya, menutup pandangan dari mayat wanita itu dengan pandangan sulit diartikan rona mengambil setangkai bunga dan menaruh nya di dada wanita paruh baya itu***.