
Tepat di saat bulan purnama total
Seorang wanita tengah terdiam di antara bebatuan yang Besar, bintang berkelap-kelip terlihat jelas dengan nirwana yang begitu menyejukkan mata. Kunang-kunang berterbangan menjadi pemandangan yang begitu mengesankan Bagi nya.
Sebuah tempat yang tak asing bagi nya
Ini lah air terjun yang menjadi tempat bagi kaumdiyung berada.
Duyung lan menatap air jernih yang memperlihatkan ekor ikan nya
Mengibas-ngibaskan kiri dan kanan membuat percikan air yang mengenai sekitarnya.
SPRASS
BYURRR
Corak sisik indah terlihat mencolok perlahan sisik itu mengelupas dan menjadi kaki jenjang yang putih nan indah.
Ia berjalan ke arah pohon tua ribuan tahun dan duduk disana membiarkan udara malam menerpa wajah nya yang sedu karna tangisan.
DRAP . . DRAP . . DRAP . .
Suara langkah kaki membuat duyung lan seketika menyeka air mata nya kasar dan menyambut sosok yang ia rindukan beberapa Minggu ini.
“ HAKAZE?" Pangil nya pelan.
Hakaze seketika memeluk nya dan menyandarkan kepala nya pada belahan dada duyung lan, ia memegang erat pungung duyung lan.
“ Ada apa Hakaze?" Tanya duyung lan penasaran.
Hakaze memandang sedu duyung lan
Dan mulai bercerita tentang Windsor yang mengajukan pilihan kepada nya.
Skip time.
Landy meneguk teh nya sebelum melanjutkan ucapan yang ia lontarkan kini Windsor mulai menatap Hakaze yang menyiratkan aura kekosongan dan sesuatu yang tak ada di dunia nya.
“ Bagaimana cara nya untuk melepaskan roh dan tubuh yang sempurna bagi Hakaze dan bisa kembali ke dunia nya yaitu sesuatu kehidupan di jaman yang akan datang beratus tahun dari sekarang!!!' lanjut Landy membuat windsor mengarahkan jari telunjuk nya ke arah Hakaze.
“ Dia bisa mendapatkan tubuh nya dan kembali ke alam dimana ibunya berada namun ia akan kehilangan semua ingatan dan memotori tentang dunia ini, Kasih sayang dan cinta yang selama ini ia pertahankan akan hancur begitu saja Harga yang harus di bayar sunguh mahal
Karna bisa saja kau juga akan menjadi roh yang bergentayangan tanpa ada sebuah tubuh sempurna atau pun wadah yang rusak bisa juga ia akan datang akan ia peloreh namun hanya sebatas menjadi manusia saja.
...... Namun ia bisa hidup di sini ketika memakan sisa dari jantung atremis dan menjadi penyihir zaskuen yang sesungguhnya namun ia tak bisa mendapatkan kehidupan yang selayak nya dan akan hidup dalam kegelapan tanpa ada cahaya dan orang-ira g di sekeliling nya akan melupakan nya...
Ini adalah kutukan pohon zaskuen yang sesungguhnya karna dia bukanlah reinkarnasi sempurna dari pohon itu
Penyihir zaskuen tak akan lahir dari seorang rahim manusia namun semua sudah berakhir... Hanya saja apa yang akan kau lakukan gadis kecil?" Windows menatap Hakaze yang gemetar tanpa sadar terjatuh ke lantai, pikiran gadis itu berputar jadi selama ini dia hanyalah roh dan jiwa yang tak sempurna jadi dimanapun ia berada tak akan ada yang bisa mengaganp nya ada?
__ADS_1
Mengakat satu tangan lalu meregangkan kuku yang tajam“ Diam kumohon diam!!" Triak nya mengema di sekitar ruangan itu.
Seketika bayangan itu buyar kini Hakaze memandang penuh harap kepada duyung lan untuk memberikan nya solusi.
“ Jantung Artemis itu dimana?" Tanya Hakaze pada duyung lan yang kini memegang lengan kecil Hakaze dan meletakkan di dada kiri nya.
“ DI SINI...!!"
Hakaze membulatkan mata nya tajam dan menarik tangan nya kasar“ Jangan bercanda!!"
“ Hakaze jangan ragu! Apa kau ingin menjadi seorang penyihir sesungguhnya kan?
. . . Kau tak akan tega untuk membunuh pemuda song itu maka bunuh lah aku!!"
“ tidak aku tidak bisa... Kenapa?
. . Awal nya aku berpikir saat kau membawa ku keluar dari kamar pengap itu kau akan selalu bersama ku tapi apa jadinya sekarang? Kau membuat ku jadi alat untuk memusnahkan mu nantinya kan?" Ujar Hakaze marah besar.
“ Pikirkan lah Hakaze! Aku akan selalu menunggu mu di sini!!" Duyung kan menceburkan diri nya ke dalam air meningalkan Hakaze yang sekarang hanya bisa fiamy dengan perasaan cemas.
🏰 Kastil vampire.
Suara cipratan air mengenai nya seorang pemuda kini tengah mandi di dalam kolam air yang sangat luas dengan banyak nya jendela di antara ruangan itu.
“ Yang mulia silahkan berpakaian!!" Ujar seorang pelayan memakaikan jubah putih dengan warna hitam.
“ Yang mulia, silahkan makan. Anda belum makan selama tiga hari..."
Pemuda itu mendilakan mata nya tajam
Mata nya berubah menjadi menyala membuat para pelayan tadi ketakutan setengah mati.
Pemuda itu beranjak dan pergi ke arah ayunan yang tak jauh dari sana, Ia memainkan kecapi dengan nada yang menyentuh siapa pun yang mendegar nya membuat seseorang yang berada di atas pohon membuka jubah hitam nya.
Ia mengeyitkan dahi nya lalu memegang dagu nya“ Bulan cerah dan muram; mungkin bertambah atau berkurang.
Pria memiliki kesedihan dan kebahagiaan dan mereka berpisah atau berjumpa lagi,
Itu adalah nada dari lagu yang paling menyentuh apa yang membuat seorang pangeran vampir ISDOVILLE murung yang mulia...?!!” Tanya nya setengah mengejek ke arah sosok itu.
“ Dari banyak nya penyakit, penyakit cinta adalah yang paling menyedihkan dan pahit.
. . . Apa tamu u pernah mengalami nya?' tanya pangeran itu sambil menunggu jawaban dari gadis di atas pohon.
“ Aku tidak pernah merindukan siapapun karna itu adalah sangkar, aku tidak mau mati di sana!!" Ia menjulurkan lidah nya mengejek pangeran yang terkekeh pelan.
“ Lalu untuk apa kau kembali ke sini?"
“ karna aku membutuhkan sesuatu dari mu tentu nya!!" Ujar nya pelan.
“ Kau datang hanya jika ada mau nya
__ADS_1
Karna kau di sini aku ragu untuk membiarkan mu pergi lagi!!" Jawab pangeran vampire itu dengan nada yang kasar sarat akan ancaman.
halaian rambut merah tertebak angin membuat wajah gadis itu tersapu pelan“ Itu tergantung kau bisa menahan ku?"
“ Hakaze...!" Bentak nya.
“ Kau di sini?"
“ Aku datang saat seorang pemuda tampan selesai mandi, yang menyenangkan mata ku!" Ucap Hakaze sambil menjatuhkan bunga-bunga di tangan nya membuat hamparan kelopak mawar.
“ Apa kau yakin gratis melihat orang cantik mandi?' tanya pangeran vampir itu dengan meletakkan jari tengah di bibirnya.
“ Itu gratis kenapa tidak?"
“ Kau harus bertanggung jawab pada ku, atau itu akan menjadi kerugian ku!!" Ia berjalan menjauh dan berjongkok di kolam bekas ia mandi ia mengarahkan tangan nya pada air itu dan mengambil air dari tangan nya.
“ Tes, tes ,tes" air berjatuhan.
“ Aku hanya melihat bagian belakang itu tak sepadan!!" Hakaze turun dari pohon dan beranjak mendekat ke arah pangeran vampire itu.
Pangeran vampire itu memandang hiaze sekilas dan membuka jubah putih nya“ Kalau begitu aku akan membiarkan mu melihat bagian depan dan semua nya,
Itu tidak akan membuat kita rugi!!" Ucap nya membuat Hakaze berdecih kesal lalu memegang tangan yang berada di bahu nya.
“ Jangan melewati batasan rei . . . Aku kesini untuk bertanya di mana akar dari buah shinju berada?"
Pangeran vampire itu mendilakan mata nya lalu memegang lengan Hakaze kuat“ Kau Inggin tau? Maka menurut lah...!"
SPRASS
BYUUUR
Hakaze terjatuh ke dalam air karna lemparan dari pangeran vampire itu,
Hakaze tersenyum horor ke arah nya dengan pandangan membunuh“ Teryata sia-sia aku datang pada mu..!"
" Arghhh" Hakaze merintih sesuatu mendekat ke arah paha nya dan terus berjalan maju membuat gadis itu membulat kan mata nya.
“ KYAAAAAA" triak nya kesakitan.
Pangeran vampire itu menceburkan diri Nya lalu mengangkat tubuh Hakaze.
Terlihat darah segar berembes dari ************ dan kedua paha nya kini
Di hiasi darah yang segar.
Baju pemuda itu telah kotor oleh darah Hakaze dengan pandangan yang aneh ia menjilat darah yang tertinggal di jari tangan nya.
“ KAU TERTANGKAP...!"
__ADS_1