Dancing At Midnight

Dancing At Midnight
12. Saling Mengenal


__ADS_3

Hallooo... Haloo... semuanya


Terima Kasih sudah mau membaca novel saya..


Jangan lupa like, vote, dan comment ya๐Ÿ˜˜


Selamat membacaโค Saya sayang kalian๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Karna kita sudah bertemu, mau kah kau menemaniku jalan jalan an? tanya rei."


"Tentu ; saut anna."


Rei mengajak anna jalan jalan untuk mendekatkan diri dan saling mengenal satu sama lain..


"Apa mereka masih mengganggumu? tanya rei."


"Tidak.. aku mengikuti apa yang kau katakan, aku tidak menangis lagi dan aku melawan balik mereka ; ujar anna."


"Syukurlah, aku takut kau diganggu mereka saat aku tidak ada ; kata rei."


"Jika bukan karnamu rei, mungkin mereka saat itu terus menggangguku ;


"Aku tau kau gadis yang kuat an ;


"Hahaha... terima kasih ; kata anna."


"Sejak kapan kau mulai masuk militer ; tanya anna lagi."


"Hmmm... sejak umurku 17 tahun, aku memutuskan masuk sekolah militer ; kata rei."


"Apa orang tuamu setuju, saat kau ingin masuk sekolah militer di usiamu saat itu? tanya anna sambil menatap rei."

__ADS_1


"Tentu saja tidak, sayangnya aku sudah bertekad setuju atau tidak setuju orangtuaku tidak bisa menghentikanku, setelah ku pikirkan lagi keputusanku saat itu hanya tekad seorang anak kecil yang masih bau kencur, haha.. ; ujar rei mengingat masa lalunya."๐Ÿ˜Š


"Tapi kau berhasil rei ; ujar anna."


"Ya, setelah sekian lama aku berada di dunia kemiliteran aku bisa menjadi sekarang ini ;


"Apa saat itu kau ada sedikit rasa penyesalan? tanya anna."


"Ada... karna aku harus berjuang dan bertahan untuk bisa kembali ; kata rei muram."


"Tapi itu dulu saat usiaku masih muda, sekarang aku menyukainya, untuk bisa bertahan hidup demi menjalankan sebuah misi atau menyelamatkan orang banyak, anak-anak, wanita, dan orang tua yang perlu kita lindungi dari segala peperangan, penyakit, dan bencana alam kami harus bertahan hidup ; kata rei lagi."


Mendengar cerita rei, membuat anna mendengarnya sekaligus terkagum-kagum betapa kerasnya hidup seorang tentara yang terjun langsung ke medan perang yang bisa saja ia mati tanpa ada orang yang mengetahuinya, apa rei bisa saja seperti itu, memikirkannya saja membuatnya merinding ketakutan,


Tidak-tidak ia tidak boleh memikirkan yang tidak-tidak pikir anna.


"Kau pria yang baik rei ; saut anna."


"Hahaha.. aku kurasa aku bukan pria yang baik anna ; ujar rei."


"Aku seorang pembunuh an, aku membunuh banyak orang, jika aku tidak membunuh maka aku yang akan dibunuh ; kata rei."


"Oh rei, jika tidak ada kau semua orang di dunia ini mungkin saja tewas karna terlibat peperangan ;


"Jika begitu aku merasa terhormat ; ujar rei."


Anna menatap rei, seolah olah rei tidak mempercayai perkataannya, betapa kagumnya ia pada seorang rei, hanya saja ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya..


"Apa kau mau es cream, aku melihat ada yang menjualnya disana ; tunjuk anna."


Rei mengangguk mengikuti anna yang menarik tangannya ke penjual es cream.


"Kau ingin es cream apa rei? tanya anna."

__ADS_1


Rei hanya terdiam, karna ia tidak tau apa es cream mempunyai bermacam bentuk, pasalnya ia tidak pernah membeli es cream semenjak ia masuk ke militer, yang ia tau hanya es cream buah buatan ibunya karna semenjak kecil ia dilarang membeli makanan diluar.


"Rei?.. kau ingin es cream apa? tanya anna lagi."


"Sama sepertimu saja ; ujar rei."


"Baiklah ; ujar anna."


Setelah membeli es cream mereka kembali berjalan jalan menuju sebuah taman terdekat..


"Mmmm.. rei bolehkah aku bertanya sesuatu? ujar anna."


"Tentu saja ; saut rei."


"Apa, kau punya seorang kekasih ; tanya zahra."


Rei terdiam lagi, apa ia salah bicara pikir anna.


"Mmm.. jika kau tidak ingin mengatakannya tidak apa-apa ; ujar anna."


"Ada, tapi dia sudah pergi, bagaimana denganmu an apa kau punya kekasih ; tanya rei balik."


"Tidak, dulu ia sekarang tidak ; saut anna entah kenapa ia merasa rei tidak ingin mengatakan tentang kekasihnya."


Entah kenapa anna merasa cemburu, sampai sampai rei tidak ingin memberitaunua sedikit, apa rei masih mencintainya, apa dia cantik, ahh... ia tidak tau pikir anna semua yang dikepalanya hanya tentang rei...


"Kenapa? tanya rei."


"Dia brengsek, dia selingkuh dariku tapi tetap ingin bersamaku, betapa susah payahnya aku untuk bisa lepas darinya ; ujar anna."


"Sepertinya dia tergila gila padamu, kau memang cantik ; ujar rei."


"Uhh.. aku sangat menyesal dulu menyukainya ; ujar anna kesal."

__ADS_1


"Hahahhaha... ; anna dan rei tertawa bersama entah kenapa mereka bisa tertawa hanya saja mereka sangat nyambung.


__ADS_2