Dancing At Midnight

Dancing At Midnight
29. Flashback 1


__ADS_3

Hallooo... Haloo... semuanya


Terima Kasih sudah mau membaca novel saya..


Jangan lupa like, vote, dan comment ya๐Ÿ˜˜


Selamat membacaโค Saya sayang kalian๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Bagaimana kau tau ini luka tembak, kau juga bukan seorang dokter? tanya Rei."


"Aku pernah melihatnya.. ; saut Anna."


"Rei, apa kalian saat sedang bertugas selalu terluka? tanya Anna."


"Tidak terlalu sering ; ujar Rei."


"Apa jabatanmu dalam militer? tanya Rei lagi."


"Perwira pertama, aku kaptennya ; jawab Rei."


"Begitu ya ;


"Apa kau akan bertugas lagi? tanya Anna."


"Kurasa waktu dekat ini tidak ; jawab Rei."


"Syukurlah ; gumam Anna."


"Apa? tanya Rei."


"Tidak. Tidak apa apa ; jawab Anna cepat."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Satu orang musuh yang masih bertahan dan mencoba bergerak mengambil senjatanya yang ingin menembak sandera.


Tapi Blue menyadari pergerakan kecil itu, lalu menghalangi peluru itu yang mengarah ke sanderanya.


"Dorrrr... ;


"Jlebbb... ;


Blue terkena tembakan tersebut..


"Dorrrrr... ; Pingky yang baru menyadari pergerakan kecil itu, menembak kembali musuhnya yang masih bisa bergerak."

__ADS_1


"Blue kau tidak apa apa? tanya Red."


"Aku tidak apa apa, sebaiknya kita keluar dari sini secepatnya sebelum mereka datang ; ujar Blue."


Merekapun pergi dari ruangan itu sambil membawa sandera tersebut.


"Biarkan aku yang memimpin ; ujar Red."


"Ku serahkan padamu ; saut Blue."


Rei yang awalnya memimpin sekarang digantikan oleh Felix.


"Kau tidak apa apa Blue? tanya Pingky."


"Tidak terlalu parah ; ujar Blue."


"Sebaiknya kita mengobati luka mu dulu sebelum kau kehilangan banyak darah ; ujar Pingky."


"Tidak, kita tidak punya waktu, kita harus keluar dari sini terlebih dahulu sebelum kita ketahuan ; ujar Blue."


"Apa kita akan selamat? tanya sandera wanita itu."


"Kita akan selamat dan keluar dari tempat ini ; saut Blue."


Mereka berlari ke arah awal mereka datang melalui terowongan tersembunyi.


"Dorrr... ; suara tembakan."


"Dorrrr... ; tembakan dari pingky."


"Kita ketahuan, mereka mengejar kita ; ujar wanita itu ketakutan."


"Menunduk ; perintah Red pada 2 orang sandera tersebut."


"Kau diamlah, kau hanya akan menganggu mereka ; ujar si pria."


"Dorrr... ; suara tembakan lagi."


"Peach lindungi mereka ; perintah Blue."


"White lindungi aku ; ujar Peach."


Peach membawa sandera ke tempat yang cukup untuk berlindung.


"Jalan sambil menunduk ; perintah Peach pada 2 orang tersebut."


Serasa aman, karna mereka telah menghabisi beberapa musuh mereka, mereka kembali berjalan menuju tujuan awal.

__ADS_1


"Ayoo.. ; ujar Blue."


Mereka berhasil memasuki terowongan, terowongan cukup gelap kali ini mereka tidak bisa menggunakan cahaya, karna bisa saja musuh mereka mengetahui keberadaan mereka.


Entah apa yang akan menunggu mereka di luar terowongan itu. Apakah mereka sudah ketahuan atau belum? Mereka tidak tau.


Karna mereka sudah mempelajari dan hapal mengenai seluk beluk terowongan maka mereka bisa berjalan melewati terowongan yang gelap tanpa cahaya sedikitpun.


"Ikuti aku ; ujar Blue pada 2 orang tersebut."


Saat pertengahan jalan,


Rei mendengar suara suara di arah depan.


"Stop.. Sstt.... ; ujar Rei."


"Pingky bisakah kau melihatnya ; ujar Blue."


Pingky (Lucas) sang mesin penembak, target yang ia ingin tembak selalu tepat sasaran karna itulah Lucas disebut sebagai mesin penembak.


"Target bergerak, 5 orang ke arah kita ; ujar Pingky."


"Bisakah kau mengenainya? tanya Blue."


"Positif ; saut Pingky."


"Ku serahkan padamu ; ujar Blue."


Pingky mulai membidik targetnya perlahan lahan dan menandai targetnya lalu,


"Dorrr... ;


"Dorrr... ;


"Dorrr... ;


"Dorrr... ;


"Dorrr... ;


5 orang berhasil di kalahkan tanpa tau si penembak.


"Bravo.... ; ujar Black."


"Sepertinya mereka sudah mengetahui tempat ini ; ujar White."


"Mungkin saja mereka sudah menunggu kita di luar sana ; ujar Black."

__ADS_1


"Tidak mereka belum tau, mereka mungkin saja hanya berkeliling mengawasi dan kebetulan menemukan tempat ini tanpa tau apa yang menunggu mereka ; yakin Rei."


Dan seperti dugaan Rei, mereka hanya kebetulan menemukan tempat ini tanpa tau apa yang menunggu mereka di dalam sana.


__ADS_2