
Hallooo... Haloo... semuanya
Terima Kasih sudah mau membaca novel saya..
Jangan lupa like, vote, dan comment ya๐
Selamat membacaโค Saya sayang kalian๐
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Tidak mereka belum tau, mereka mungkin saja hanya berkeliling mengawasi dan kebetulan menemukan tempat ini tanpa tau apa yang menunggu mereka ; yakin Rei."
Dan seperti dugaan Rei, mereka hanya kebetulan menemukan tempat ini tanpa tau apa yang menunggu mereka di dalam sana.
Dan mereka akhirnya bisa keluar dari sarang devil. Walaupun begitu perjalanan mereka belum selesai.
Hanya menunggu waktu musuh menemukan terowongan itu dan mengikuti mereka.
Mereka harus meninggalkan jejak agar musuh tak mengetahui siapa mereka.
"Duaaaaaaaaaarrrrrrr... ;
Suara nyaring dari ledakan terowongan, yang sudah dipasang alat peledak.
Hari sudah malam dan mereka harus segera ke tempat lokasi yang sudah ditentukan.
Pesawat yang akan menjemput mereka akan tiba pukul 21.00 malam.
Dan sekarang sudah pukuk 20.30 malam, jika mereka tidak segera sampai tanpa hambatan mereka akan sampai sebelum pukul 21.00 malam.
Mereka terus berjalan di malam hari sambil mengawasi jika ada yang mengikuti mereka, mereka harus cukup aman agar pesawat bisa mendarat.
Mereka sampai di tempat lokasi yang ditentukan tanpa jangkauan radar karna mereka datang diam diam.
Sesuai misi, pesawat militer menjemput mereka semua dengan selamat.
__ADS_1
๐น Di Dalam Pesawat Militer
"Selamat datang kapten kau dan anggota tim mu berhasil menyelesaikan misi ; ujar pilotnya." Yang merupakan tentara AU.
"Terima kasih kapten ; saut Rei."
Yang juga sama sama seorang kapten, bedanya Rei Kapten Angkatan Darat sedangkan pilot itu Kapten Angkatan Udara.
"Sebaiknya aku mengobati lukamu, sebelum tambah parah ; ujar Cain."
Rei menyetujui.
Cain seorang tentara medis, jadi setiap tim biasanya memiliki 1 atau 2 orang ahli medis dan itu adalah ke ahlian Cain.
"Kita tidak punya cukup peralatan, untuk menghilangkan rasa sakitnya ; ujar Cain."
"Tidak apa apa ; saut Rei."
"Gunakan ini saja, ada seorang wanita kau akan membuatnya takut ; ujar Felix."
Mau tidak mau Rei mengambil saputangan milik Felix.
Rei menggigit saputangan itu agar menahannya berteriak.
"Hmmpppphh... ; Rei menggertakkan giginya menahan sakit."
Karna peralatan medis yang tidak memadai, tidak ada alat steril, hanya ada beberapa alat medis seperti pinset, pisau bedah, dan sebotol kecil alkohol dll.
"Kau kehilangan cukup banyak darah, setelah sampai aku sarankan kau harus di rawat jika tidak kau bisa saja tumbang, walaupun hanya luka tembak di lenganmu tetap saja itu sudah membuatmu kehilangan 1 liter darah ; ujar Cain."
"Kau cukup beruntung bisa bertahan sampai sekarang, jika itu warga sipil biasa dia bisa saja mati kehabisan darah ; ujar Cain menjelaskan sebagai seorang dokter."
"Terima kasih, akan aku ingat ; saut Rei."
Beberapa jam kemudian..
__ADS_1
Mereka tiba di markas militer.
Para atasan mereka sudah mendengar kabar dan mereka menunggu mereka.
"Selamat datang Sir, anda dan yang lainnya sudah ditunggu oleh komandan di ruangannya ; ujar salah satu tentara itu."
"Terima kasih, aku segera kesana ; saut Rei."
Tim Alfa menuju ruangan sang komandan untuk memberikan laporan.
"Tidak perlu penghormatan ; ujar sang komandan."
"Kalian sudah berhasil menjalankan misi dan dalam keadaan baik baik saja itu sudah bagus ; ujarnya."
"Apa ada yang terluka? tanya sang komandan."
"No Sir.. ; saut mereka."
"Beristirahatlah, aku akan memanggil kalian nanti. Kalian boleh pulang ; ujarnya."
"Terima kasih Sir.. ; saut mereka lagi."
Mereka keluar dari ruangan komandan.
"Rei.. ; panggil komandan."
"Yes Sir ; saut Rei berhenti."
"Sebaiknya kau di rawat, aku dengar kau terluka ; ujarnya.
"Saya baik baik saja Sir.. ; saut Rei."
"Baiklah. Kau boleh pergi ; ujar sang komandan lagi."
Dan Rei pun pergi, membersihkan dirinya sebelum pergi.
__ADS_1
"TringTring.. ; suara notif alarm dari ponselnya."
Notif pesan alarm itu menandakan hari ini adalah ulang tahun Anna.