
Hallooo... Haloo... semuanya
Terima Kasih sudah mau membaca novel saya..
Jangan lupa like, vote, dan comment ya๐
Selamat membacaโค Saya sayang kalian๐
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Usai dari perayaan pesta ulang tahun Anna.
Anna kembali pulang ke apartemennya dengan membawa bingkisan dan kado dari orang orang yang ia sayangi.
"Bib... bib... ; suara tombol lockdoor yang ditekan Anna."
"Cklek... ;
Kemudian Anna meletakkan barang barang bawaannya di sofa.
Saat hendak melepaskan kerudungnya, tiba tiba suara bel pintunya berbunyi.
"Siapa yang berkunjung malam malam begini, sudah jam 11 malam ; pikir Anna
Anna kembali memasangkan kerudungnya dan membuka pintu tersebut.
"Cklek.... ; suara pintu terbuka."
Betapa kagetnya Anna melihat orang yang berkunjung tengah malam..
"Hai... ; sapa Rei."
"Rei..!! ujar Anna."
"Apa aku boleh masuk, kupikir masih belum terlambat untuk merayakan ulang tahunmu ; ujar Rei."
"Tentu, silahkan masuk.. ; ujar Anna membuka jalan agar Rei bisa masuk."
"Apa aku tidak menganggumu? karna sepertinya kau baru saja datang ; ujar Rei."
"Tentu saja tidak. Ya aku baru saja sampai, habis merayakan ulang tahunku bersama keluargaku, teman, dan juga orang tuamu Aulia membawanya ; saut Anna."
"Orang tuaku sangat antusias karna aku menerima perjodohan kita ; ujar Rei."
"Hahaha... Kau benar Rei. Tapi Rei bagaimana bisa kau tau hari ini ulang tahunku? tanya Anna."
"Ahh... Aku mendengar dari Auli ; jawab Rei berbohong."
__ADS_1
Bahwa yang sebenarnya Rei meminta Nick untuk menyelidiki tentang Anna, tentu saja semua informasi termasuk ulang tahun Anna.
"Begitu. Ayo duduklah Rei kita makan cakenya sama sama ; saut Anna."
"Tunggu An ; ujar Rei."
"Hmmm.. Ada apa? tanya Anna."
"Selamat ulang tahun Anna ; ujar Rei sambil memberikan kado untuk Anna."
"Ini.. Untukku? tanya Anna."
"Iya.. Mungkin ini tidak seberapa, karna aku ingin memberikan sesuatu untukmu ; ujar Rei."
"Ini sangat cantik Rei, Terima kasih banyak ; ujar Anna."
"Sama sama ; ujarnya."
"Terima kasih sudah datang dan merayakan ulang tahunku yang bahkan aku juga lupa. Tapi kapan kau pulang Rei? tanya Anna."
"Aku baru saja tiba, dan langsung kesini ; saut Rei."
"Aku ingin menayakan ini dari tadi, kurasa aku harus bertanya langsung padamu. Apa kau baik baik saja? Apa kau terluka? tanya Anna yang terlihat khawatir."
"Syukurlah... Aku dengar kau yang membawaku kerumah sakit waktu itu ;
"Iya, aku yang membawamu dan aku juga masuk ke rumah mu tanpa ijin ; Rei mengakui."
"Tidak apa apa, justru aku yang harus berterima kasih padamu ; ujar Anna."
"Tidak itu salahku, karna aku lalai menjagamu ;
"Kau tidak salah, karna yang sebenarnya akulah yang menolak saat itu ; ujar Anna."
"Tidak.. Aku sudah berjanji pada orang tuamu ; ujar Rei."
"Kau tidak berkewajiban menjagaku, aku sudah dewasa. Ohh ku pikir topik ini tidak akan berhenti begitu saja ; ujar Anna."
"Kau benar.. ; saut Rei."
"Hahahaha.... ; Anna dan Rei tertawa."
"Ohh asataga...!! Rei... kau berdarah ; pekik Anna yang melihat lengan Rei berdarah yang menembus baju putihnya."
Rei melihat yang ditunjukkan Anna kedirinya, dan benar saja lukanya kembali terluka.
__ADS_1
"Kau bilang kau tidak terluka, tapi apa ini? ujar Anna."
"Ahh.. ini hanya luka biasa saja ; saut Rei."
"Lepaskan... ; kata Anna."
"Apa? tanya Rei."
"Kemejamu.. ; kata Anna lagi."
"Hah..? bingung Rei."
"Maksudku lepaskan kemejamu, aku akan mengobati lukamu, lukamu pasti terbuka ; ujar Anna."
"Aku tidak apa apa An ; ujar Rei."
"Lepaskan atau aku akan mengatakannya pada tante Kate ; ancam Anna."
"Baiklah.. ; ujar Rei menurut dan melepaskan kemejanya."
Diam diam Anna meneguk salivanya bagaimana tidak siapa yang tidak terpesona dengan tubuh kekar nan berotot itu.
"Ini luka tembak ; ujar Anna."
"Ini hal yang lumrah untuk kami yang seorang tentara ; ujar Rei."
"Hiks.... Hiks... ; suara isakan Anna."
"Kenapa kau menangis, apa aku menakutimu? tanya Rei terkejut."
Anna menggeleng...
"Hiks... Ma.. maafkan aku, tiba tiba saja air mataku keluar begitu saja ; elak Anna."
Rei menggenggam tangan Anna.
"Aku tidak apa apa an, luka tembak seperti ini setidaknya untuk kami seorang tentara itu bukan apa apa, karna kami masih bisa hidup ; ujar Rei."
"Bagaimana bisa kau terkena? tanya Anna."
"Karna aku mencoba melindungi warga sipil ; jawab Rei."
"Kuharap kau tidak terluka lagi ; ujar Anna."
Rei diam saja, ia bingung harus menjawab apa..
__ADS_1