Dancing At Midnight

Dancing At Midnight
37. Potongan Potongan Mimpi


__ADS_3

Beberapa langkah lagi..


1.... langkah


2 .... langkah


3 .... langkah terakhir


Menuju kesisi wanita itu..


Rei tidak bisa melihat wajah wanita itu, karena wajahnya samar samar, tapi ia tau kalau wanita itu sangat cantik dan sedang tersenyum padanya.


"Happphh... Rei mendekap wanita itu.


Rei berhasil mendekati wanita itu dan mencoba melindungi wanita itu dengan tubuhnya.


Ia mendekap erat tubuh mungil wanita itu, melindungi dirinya bak perisai dengan tubuhnya sendiri..


Dorrr..... Dorrr....


Suara peluru tembakan terus terlontar..


Menuntun wanita itu ke sisi yang sedikit lebih baik untuk berlindung..


"Apa kau baik baik saja? tanya Rei padanya."


Wanita itu hanya diam saja.


Sekali lagi Rei bertanya,,


"Apa kau baik baik saja? Apa ada yang terluka? tanya Rei lagi."


Wanita itu tetap tidak menjawab, masih diam saja.


Rei merasa tangannya basah,,


"Apa yang membuat tangannya basah ; pikir Rei." Di angkatnya telapak tangannya dan dilihatnya tangannya penuh dengan warna merah.


"Darah? pikir Rei." Darimana asal darahnya ini?


Diperiksanya tubuhnya, apakah ada yang terluka, dan ternyata tidak ada.

__ADS_1


"Duaaarrrr.... ; satu pemahaman yang masuk akal di pikiran Rei, wanita ini terluka.


Dilihatnya wajah pucat pasi yang masih terlihat samar samar..


Rei membopong wanita itu, meminta bantuan siapa saja mungkin saja ada seorang dokter..


"Hei... bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu ; ujar Rei."


"Rei... ; rintihnya."


"Suara yang lembut dan pelan itu, sepertinya ia mengenali suara itu, tapi siapa? Ia masih tidak bisa melihat wajah wanita itu ; pikir Rei."


Perlahan lahan wajah wanita tersebut semakin terlihat, dan tampak jelas.


"Anna...!!!! kaget Rei."


"Tidakk....!!! teriak Rei."


Rei terbangun lagi dengan mimpi buruknya. Lagi lagi ia bermimpi dan lagi lagi ia gagal melindungi Anna dalam mimpinya seberapa keras dirinya mencoba seolah olah sudah direncanakan.


Rei meremas kepalanya yang sedikit sakit, karna bangun begitu saja.


"Hah... lagi lagi, mimpi itu. Apa yang harus aku lakukan? pikir Rei."


Diambil dan di angkatnya handphone tersebut.


"Ada apa Nick? tanya Rei."


"Ada beberapa dokumen yang sangat penting yang harus segera kau tandatangani, aku akan ke apartemenmu sekarang ; saut Nick."


"Tidak. Aku tidak ada disana, antarkan ke rumah saja ; saut Rei."


"Baiklah.. ; jawab Nick."


"Terima kasih Nick ; saut Rei."


Rei sangat bersyukur ada Nick yang selalu membantu pekerjaan di luar pekerjaan tetapnya. Karna ia sangat sibuk dengan tugasnya, bahkan sampai berbulan bulan ia tidak pulang karna mengharuskan tetap berada disana.


🌹🌹🌹🌹


"Apa ini? tanya Rei."

__ADS_1


"Dokumen yang harus kau tandatangani ; saut Nick."


"Sebanyak ini? tanya Rei lagi."


"Tentu saja, setiap kali kau bertugas di luar dan tidak pulang, setiap hari juga dokumen i i menumpuk ; ujar Nick."


"Kau gila ya ; ujar Rei."


Nick hanya mengangkat bahunya santai...


"Apa kau baik baik saja? tanya Nick." Yang sedang memperhatikan Rei.


"Kenapa kau mengatakan seperti itu? Aku baik baik saja ; saut Rei."


"Sepertinya tidak kau tampak berantakan dan terlihat gelisah. Aku sangat kenal betul denganmu Rei ; ujar Nick."


"Jadi ada apa? tanyanya lagi."


Rei menghentikan pekerjaannya dari tumpukan dokumen.


"Nick memang sangat mengenal dirinya ; pikir Rei."


"Hanya mimpi buruk, tidak ada yang lain ; jawab Rei."


"Aku tidak tau apa yang kau mimpikan atau siapa? tapi itu hanya mimpi buruk, tidak ada yang spesial dari itu Rei. Mimpi buruk tercipta karna ketakutanmu sendiri, bukankah kau tau itu ; ujar Nick."


Rei diam saja, tidak menjawab dan tidak membantah.


"Bukan berarti mimpi itu menandakan hal yang tidak baik, bisa jadi itu suatu pertanda bagaimana kau harus berpikir ke depannya ; nasehat Nick."


"Mungkinkah ini tentang seorang wanita ; tanya Nick."


Rei terdiam, Nick selalu tepat sasaran...


"Jadi betul ya ini tentang seorang wanita. Boleh aku kasih saran padamu? tanya Nick pada Rei."


Barulah Rei mengangkat wajahnya dan menatapnya.


"Apa itu? tanya Rei."


"Menurutku kau harus mencari tali dan mengingkatnya, jadi kau bisa melindunginya ; ujar Nick."

__ADS_1


Rei mengerti maksud dari perkataan Nick..


__ADS_2