Dancing At Midnight

Dancing At Midnight
41. Cipika Cipiki


__ADS_3

Acara lamaran hari ini telah selesai, dan para tetua menyuruh Anna dan Rei untuk berbicara berdua sambil melihat lihat..


"Aku juga ikut ; ujar Aulia."


"Aulia, kamu gk usah ikut gabung aja sama kami ya ; tegur mom Kate."


"Tapi kan, masa aku gabung sama orang tua ; kata Aulia."


Yang membuat ayah dan ibu Anna tertawa, karna ucapan jujur Aulia.


"Hahahaha.... Nak Auli jujur sekali, memang tidak nyaman gabung bersama kami yang sudah tua ini ; ujar ayah Anna."


"Hehehe... Paman tau saja ; ujar Aulia jujur."


"Aulia sama kita aja, biarkan kakakmu sama Anna berbicara berdua ; ujar kakek Alex."


"Baiklah kakek ; saut Aulia."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sampai di depan pintu kamar Anna, Rei ragu ragu untuk masuk ke dalam.


"Ada apa? tanya Anna."


"Apa boleh aku masuk ke kamarmu juga? tanya Rei."


"Tentu saja, kenapa tidak ; saut Anna."


"Aku pikir kau akan keberatan atau karna aku seorang pria ; ujar Rei."


"Aku mengerti maksudmu, orang tua kita ada di bawah, dan kau bukan orang yang seperti itu kan. Aku percaya padamu ; ujar Anna."


"Kau sangat mudah mempercayai orang lain ; kata Rei."

__ADS_1


"Aku hanya percaya padamu, dan kita juga akan menikah nanti, aku mempercayakan hidupku padamu dalam sebuah keluarga, dan apa kau juga mempercayaiku untuk berada disampingmu? tanya Anna."


"Aku percaya padamu, An lebih dari diriku sendiri ; saut Rei."


"Kau tidak percaya pada dirimu sendiri? ujar Anna."


"Tidak... ; jawab Rei singkat."


"Aku akan membuatmu mempercayai dirimu sendiri ; ujar Anna."


"Jika kau bisa, aku akan sangat berterima kasih ; ujar Rei tersenyum."๐Ÿ˜‰


"Akan ku lakukan Rei ; saut Anna juga tersenyum."


"Gadis kecil ini, terlihat manis ; ujar Rei menunjuk foto masa kecil Anna yang berada di nakas samping tempat tidur Anna."


"Benarkah? apa itu terlihat manis ; tanya Anna."


"Tentu saja, bagaimanapun bentuk tubuhnya gadis kecil itu terlihat manis ; ujar Rei."


"Itu karna keteguhan hatimu dan karna dirimu sendiri An ; saut Rei."


"Mungkin... ; ujar Anna."


"Siapa ini? tanya Rei."


"Dia adikku.. ; saut Anna."


"Kau punya adik? aku tidak pernah melihatnya ; ujar Rei."


"Dia sedang kuliah di luar kota, Hmmm... Seumuran juga dengan Aulia ; ujar Anna."


"Oh ya, semoga Auli bisa akrab dengan adikmu. Mengingat Auli yang tidak suka bergaul dengan pria ; Rei."

__ADS_1


"Aku yakin mereka akan cepat akrab, karna mereka punya hobi yang sama ;


Rei mengamati sekeliling ruangan kamar Anna, yang membuat rasa rindu, karna banyak kenangan di dalamnya. Rei dan Anna sama mereka hidup mandiri dan jauh dari orang tua, terkadang mereka merindukan kamar nyaman masa kecilnya.


"Aku selalu merindukan kamarku ini, kau tau setiap aku pulang aku selalu mengurung diriku di disini, haha... ;


"Yah aku bisa mengerti karna aku juga begitu ; saut Rei."


"Eehemmmmm...... ;


Rei dan Anna menoleh ke arah suara tersebut..


"Apa aku mengganggu, para orang tua menyuruhku untuk memanggil Kak Rei dan Kak Anna, mereka menunggu kalian berdua ; ujar Aulia."


"Terima kasih Aulia ; ujar Anna."


"Ya ampun, kamar kak Anna rapi sekali ; ujar Aulia kagum."


"Ya tidak seperti kamarmu ; saut Rei."


"Syuttttt.... Kak Rei membongkar aib Auli ; ujar Aulia."


"Hahahhaa..... ; Anna tertawa."


"Tapi memang benar kan ; saut Rei."


"Ihhh.... kak Rei. Kak Anna jangan mau sama kakak Rei kalo kak Anna dekat dekat sama kak Rei kak Anna bisa beku nanti ; ujar Aulia."


"Masa Auli? canda Anna."๐Ÿ˜‰


"Enggak tuh, kamu merasa beku gk an? tanya Rei."


"Yah sedikit.. ; canda Anna."

__ADS_1


"Tuh kan, bleeee๐Ÿคช kak Rei kalah ; ujar Aulia riang."


__ADS_2