Dancing At Midnight

Dancing At Midnight
22. Kembali Bekerja


__ADS_3

Hallooo... Haloo... semuanya


Terima Kasih sudah mau membaca novel saya..


Jangan lupa like, vote, dan comment ya๐Ÿ˜˜


Selamat membacaโค Saya sayang kalian๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Malamnya anna tersadar..


"Nak kau sudah bangun ; ujar ibu anna."


"Anna ada dimana bun? tanya anna."


"Kamu ada dirumah sakit nak ; saut ayah anna."


"Kenapa anna bisa ada dirumah sakit? tanya anna lagi."


"Kamu demam tinggi nak, kalau bukan nak rei yang membawa kamu kesini, bunda gk tau apa yang akan terjadi denganmu nak ; kata ibu anna sedih."


"Rei..? tanya anna." Bagaimana rei bisa ada di apartemennya.


"Aahh.. ya anna ingat, anna memberikan kode password apartemennya pada rei karna tangannya gemetaran saat itu."


"Ia harus berterima kasih pada rei nanti ; pikir anna."


Karna ada sudah dirawat dirumah sakit selama dua hari, akhirnya anna bisa pulang ke rumah..


๐ŸŒนPaginya...


Anna kembali bekerja seperti biasanya..

__ADS_1


Menuju kantor dengan semangat 45 nya, menghadapi hari hari kerja yang super sibuk..


"Good Morning everbody... ; ujar anna."


"Duarrrrr.......!!!! Tet.... tot.... tet... ; suara terompet yang ditiup oleh nathan dan dennis."


"Welcome Back..!!! Ibu Anna ; ujar ririn."


"Astagfirullah... Subhanallah... ; pekik anna terkejut."


"Loe lagi dzikir an? tanya nathan."


"Iya gue lagi dzikir puas lo pada. Bikin jagung eh salah... jantung gue copot aja ; ujar anna."


"Kenapa gk bilang bilang sih ; ujar anna lagi."


"Kalo dikasih tau bukan kejutan namanya ; saut dennis."


"Kenapa ia jadi lola sehabis sakit pikir anna."


"Loe jangan sakit lagi ya an. Kita kerepotan enggak ada loe disini yang mimpin ; kata ririn."


"Kan ada dennis yang gantiin gue ; kata anna."


"Dennis galak banget an ; saut nathan."


"Apa loe bilang nat... ; kata dennis."


"E...eh.. gue gk bilang apa apa kok ; kata nathan takut."


Sebenarnya dennis bukan galak dia hanya jarang mengobrol tipe cowok dingin gitu, baik dan sedikit pendiam. Tapi dennis tidak mengasingkan diri dari mereka, diantara mereka berempat, dennislah yang menjadi pendengar terbaik.


Sedangkan ririn, dia gadis yang baik, cantik, hanya saja dia suka ceplas ceplos gitu..

__ADS_1


Kalo nathan, dia tampan seperti dennis, baik dan ceris, masalahnya otaknya suka sengklek, entah tersangkut dimana..๐Ÿ˜‚


Sedangkam dirinya, anna biasa biasa saja. Tapi kalau sudah bergabung dengan mereka dia jadi ikut sengklek, seperti mereka juga..


Makanya saat ia berada dikantor dan dirumah sangat berbeda, ia anehnya secara natural ikut bergabung dan berbaur...


Bahkan rekan rekan satu kantornya menyebut mereka sebagai "empat sekawan tiada duanya".๐Ÿ˜‚


"Loe bawa apaan an? tanya ririn."


"Makanan ya an ; ujar nathan."


"Kalo gue bawa makanan kalian pasti senangkan ; ujar anna."


"Kalo gratis iya hehehe... ; kata nathan."


"Ngomong aja terus loe ; ujar ririn."


"Mulut mulut gue, terserah gue lah. Gk kaya loe, mulut mulut harimau ; ujar nathan pada ririn."


"Loe mau gue masukin tu mulut loe dengan ini ; kata ririn sambil memegang roti isi."


"Kalo itu sih, gue mau mau aja ; kata nathan."


"Dasar loe ya mau gue... hummpp.. ; kata ririn terpotong karna anna memasukkan roti kemulutnya."


"Rasain loe emang en...hummpp ; kali ini nathan juga kena karna ulah dennis."


"Nah kaya gini kan enak. Iya gk den ; kata anna pada dennis."


"Iya betul betul banget an.. ; saut dennis."


"Kalian berdua apaan sih ; saut ririn dan nathan."

__ADS_1


__ADS_2