Dancing At Midnight

Dancing At Midnight
26. Misi Yang Sebenarnya


__ADS_3

Hallooo... Haloo... semuanya


Terima Kasih sudah mau membaca novel saya..


Jangan lupa like, vote, dan comment ya๐Ÿ˜˜


Selamat membacaโค Saya sayang kalian๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tim Alfa memulai misi yang sebenarnya menuju sarang devil begitu mereka menyebutnya.


Mereka sampai ditempat jalan rahasia yang di antar sang pemandu.


"Kami hanya mengantar kalian sampai disini ; ujar si pemandu."


Karna itu adalah kesepakatan mereka, orang orang pemandu tak ikuy campur dan tidak ingin berurusan dengan devil.


Mereka memberi sebuah peta terowongan untuk Rei dan rekannya lalui.


"Kalian ikuti jalur air seperti di peta, selama devil datang dan menempati wilayah itu, kami tidak tau apakah terowongan itu sudah diketahui atau belum, tapi satu hal yang kami tau pasti kami selalu meninggalkan jejak ; ujar si pemandu."


"Cari tanda ini disetiap sudut dinding. Jika tanda itu masih ada maka tidak ada yang mengetahui terowongan ini ; ujarnya lagi."


"Baiklah ; saut Rei."


Merekapun masuk dan mulai menyisiri sudut sudut terowongan yang gelap dan lembab itu. Mengikuti peta yang diberikan pada mereka.


"Apa kau mempercayai kata si pemandu? tanya Lucas."


"Tidak... Satu aturan yang harus di ingat. Jangan mempercayai orang lain bahkan diri kita sendiri, itu berlaku untuk kita semua ; saut Rei."


"Kenapa kita tidak boleh mempercayai diri kita sendiri? tanya White."


"Karna, apa yang kita anggap benar bisa saja salah, dalam medan perang insting yang tajamlah yang harus kita percayai ; saut Felix.


[Note : Saya gk tau pasti yang sebenarnya dalam medan perang. Itu hanya pemikiran yang saya buat sendiri].


"Tetaplah waspada, benar atau tidak bukanlah hal yang harus dipercayai. Kita hanya perlu melihat dan membuktikannya sendiri ; saut Rei lagi."


"Kau sangat bijaksana Blue ; saut Lucas."

__ADS_1


"Mungkin kau memandangku seperti itu ; saut Rei."


[Maksudnya Rei tidak peduli bagaimana pendapat orang lain tentangnya, ia hanya mengatakan seperti yang dirinya pikirkan dan ia hanya menerima saja].


Dan mereka pun sampai ke jalan keluar..


"Stop... ; Rei memberi tanda menggunakan tangannya."


"Pingky dan Peach berjaga di samping kanan ;


"Red berjaga di samping kiri ;


"White berjaga di belakang ;


"Black ikut aku ; ujar Rei dengan isyarat tangan."


Mereka semua sudah mengerti dan berpengalaman jadi mereka tidak berbicara sama sekali.


Sambil berjalan mereka mengawasi kiri kanan.


"Objek bergerak di arah jam 9. Apa perintahmu Blue ; ujar Red."


"Awasi dan jangan menarik perhatian ; saut Blue."


"Dorrr.... ; suara tembakan tepat sasaran mengenai musuh yang ditembakkan oleh Pingky.


Suara tembakan yang melengking bersamaan dengan suara tembakan milik Lucas.


"Shit...!!!! Dari mana datangnya tiba tiba. Peluru itu hampir saja mengenaiku ; Maki Pingky."


Jika ia tidak melihat bayangan di arah jam 6 bisa saja ia terkena peluru dari musuhnya.


"Kau tidak apa apa? tanya Rei."


"Ya.. ; saut Lucas."


Untung saja lorongnya kedap suara, dan mereka masih belum ketahuan.


Karna misi mereka adalah membawa tawanan sandera diam diam.


Sampai disebuah pintu yang tampak berbeda dari yang lain.

__ADS_1


Rei yakin disitulah tawanan sandera berada dan tentu saja pasti dijaga.


Pelan pelan dan sangat hati hati mereka mendekati pintu itu mengintip dari celah lubang kunci.


Dan tampaklah 2 orang sandera dengan diikat di sebuah kursi dan mulut mereka tersumpal dan beberapa orang penjaga.


Rei tidak bisa memastikan, ia mengira ada 5 orang yang berjaga di dalam dengan mendengar beberapa suara mereka.


Untung saja mereka sedang lengah karna sedang asyik bermain.


Kemudian Rei memberi isyarat pada rekannya..


"Dalam hitungan ke 3 aku akan dobrak pintunya dan Peach kau bersama sandera ; ujar Rei dengan isyarat tubuh."


Mereka sudah tau masing masing tugasnya..


1.....


2.....


3.....


"Brakkkkk..... ; pintu di dobrak oleh Rei."


Musuh musuh mereka terkejut melihat beberapa tentara yang masuk dengan siaga musuh itu mengambil senjata mereka.


Tapi musuh mereka kalah cepat, sehingga mereka tidak bisa melawan dan terjatuh.


Dengan segera Peach melepaskan ikatan sandera..


Red, White, Black berjaga di depan pintu..


Satu orang musuh yang masih bertahan dan mencoba bergerak mengambil senjatanya yang ingin menembak sandera.


Tapi Blue menyadari pergerakan kecil itu, lalu menghalangi peluru itu yang mengarah ke sanderanya.


"Dorrrr... ;


"Jlebbb... ;


"Dorrrrr... ; Pingky yang baru menyadari pergerakan kecil itu, menembak kembali musuhnya yang masih bisa bergerak."

__ADS_1


Blue terkena tembakan tersebut..


__ADS_2