
Para orang tua bertemu di luar tanpa pihak yang bersangkutan....
"Kita harus segera menyiapkan apa yang di perlukan, aku yakin Anna dan Rei terlalu sibuk bekerja, mengingat Rei lusa mendapatkan tugas di luar kota ; ujar Kakek Alex."
"Ya betul, ayah benar sebaiknya kita saja yang persiapkan ; saut Kate."
"Bagaimana denganmu David? tanya Daffa Ayah Rei."
"Aku ikut saja, istriku juga maunya begitu jadi kami tidak masalah ; saut Ayah Anna."
"Benar... Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing masing aku yakin mereka belum mempersiapkannya ; saut Ibu Anna."
"Jadi, semuanya setuju. Mari kita mulai apa saja yang perlu di persiapkan pertama tama ; ujar Kakek Alex."
"Soal tempat acara tidak perlu repot repot, aku sudah membuat daftar tempat jadi tinggal memilih yang mana disukai ; saut Ayah Rei."
"Sayang, kau sudah mempersiapkannya ; kata Ibu Rei."
"Iyaa.... ; ujar Ayah Rei."
"Ya ampun, terima kasih sayang ;
"Terima kasih Daffa ; kata Ayah Anna."
"Sama sama, ini juga untuk anak anak kita. Dengan senang hati aku akan menyediakannya ; saut Ayah Rei."
Setelah sibuk membicarakan persiapan pernikahan nanti untuk anak anak mereka, tak terasa hari sudah gelap dan mereka makan malam bersama.
Untuk sisanya mereka serahkan ke pihak yang bersangkutan yaitu Anna dan Rei, para orang tua membantu menyiapkan hal hal yang lebih berat agar Anna dan Rei tidak terlalu memikirkan agar mereka tidak kelelahan dan stres karna memikirkan pekerjaan dan persiapan pernikahan mereka.
🌹🌹🌹🌹
Rei yang pulang lebih cepat dari Anna sengaja meluangkan waktu menjemput Anna di perusahaan milik ayahnya tanpa sepengetahuan Anna.
Anna yang baru saja keluar dari lobby perusahaan terkejut karna melihat Rei yang berdiri menatapnya sambil melambaikan tangannya.
Anna pun buru buru menghampiri Rei menuju sisi Rei.
"Rei!! Apa yang kau lakukan disini? tanya Anna."
"Menunggumu ; saut Rei."
"Menungguku? Kenapa? Kenapa kau tidak masuk saja ke dalam dari pada menunggu di luar udaranya sangat dingin, ini juga perusahaan milik ayahmu kan ; ujar Anna."
"Hmm... Orang orang mungkin ada yang mengenaliku dan tujuan aku datang kesini ingin menjemputmu saja ; saut Rei."
"Ohh astaga, terima kasih Rei.. ; saut Anna senang."
"Kau tidak membawa mobil kan? tanya Rei."
"Iyaa.. tapi bagaimana kau tau?, tanya Anna."
"Hanya menebak, karna kau keluar dari pintu depan itu artinya kau tidak membawa mobil kan ;
"Ahh... benar juga ;
"Kalau begitu ayo kita pergi ; ajak Rei."
Bagaimana Rei tau Anna tidak membawa mobil? coba tebak saja apa yang bisa dilakukan Rei.😉😉😉
🌹 Di dalam Mobil....
"Apa kau sudah dengar para orang tua melakukan persiapan tanpa kita. Mereka bilang kita terlalu sibuk bekerja ; kata Anna."
"Iyaa.. aku juga sudah dengar. Maafkan aku An, aku tidak bisa menemanimu mempersiapkannya ; ujar Rei."
__ADS_1
"Tidak tidak... Sebenarnya aku juga terlalu sibuk mengejar pekerjaan yang deadline, sampai lupa mempersiapkannya ; saut Anna."
"Apa kau punya waktu besok, aku ingin menemanimu mencari persiapan yang kita perlukan nanti ;
"Tentu boleh.... ;
"Baiklah besok aku akan menjemputmu ; kata Rei."
"Apa kau sudah makan malam? tanya Rei lagi."
"Belum.. ; saut Anna."
"Ayo kita cari makan dahulu, apa yang ingin kau makan?
"Aku suka semuanya, aku ikut denganmu ; kata Anna."
"Baiklah ;
Akhirnya mereka berhenti disebuah restorant yang mewah, yang memang cukup enak makanannya karna yang paling dekat dengan jalur rumah Anna.
Rei memesan makanan untuk mereka berdua, setelah memesan Rei pamit ke toilet dengan Anna.
"Anna? ujar suara seorang pria."
Anna berbalik menoleh asal suara tersebut,
"Julian! Kau ada disini ; saut Anna."
"Iyaa, aku pikir aku tadi salah orang dan syukurlah itu kau ; ujar Julian."
"Hahaaa... iya. Kau datang sendiri? tanya Anna."
"Ahh.. aku bersama temanku. Bagaimana denganmu? tanya balik Julian."
"Aku..... ;
Belum sempat Anna menyelesesaikan kalimatnya, Rei tiba dari hadapan Anna.
"Rei... Kau ada disini juga, bukankah kau bilang kau ada urusan? tanya Julian."
"Urusanku dengan Anna ; kata Rei."
"Anna? saut Julian bingung."
"Heyyy Rei... Aku pikir kau tidak datang ternyata kau tiba lebih dahulu ; saut temannya Rei yang juga baru datang."
"Kalian ada disini? tanya Rei."
"Bukankah ini tempat kita biasa ; ujar Rian."
"Kau, Anna kan? tanya Tristan yang sedikit mengenali wajah Anna."
"Halo... Senang bertemu dengan kalian lagi ; sapa Anna."
"Kau, bukan kah kau yang di pesta itu. Sejak kapan kalian berdua sangat dekat Rei? tanya Rian."
"Cukup lama... ; saut Rei."
"Bolehkah kami bergabung bersama kalian? tanya Tristan."
"Tidak boleh ; saut Rei."
"Aku bukan bertanya padamu, aku bertanya pada Anna bolehkah kami bergabung disini? tanya Tristan pada Anna."
Anna melirik Rei yang menatapnya seolah olah mengatakan tidak,,,
__ADS_1
Anna mengangguk pelan,
"Tidak apa apa mereka teman temanmu bukan ; bisik Anna pada Rei."
Julian yang memperhatikan Anna yang sedang membisikkan sesuatu pada Rei, membuatnya merasa cemburu.
"Baiklah, karna kau yang mau ; ujar Rei."
Anna tersenyum,
"Eheemmm.... Apa yang kalian bisikkan? goda Tristan."
"Bukan urusanmu ; saut Rei."
"Ayolah Rei, kita sudah lama tidak bertemu ; ujar Rian."
"Apa kalian berpacaran? tanya Rian juga ikut ikutan menggoda Rei dan Anna."
Anna yang sedang tersipu malu itu, membuat Rei menatapnya lekat dan bertambah malu.
"Ya ampun, dia sangat lucu dan manis saat tersipu ; pikir Rei menahan tawanya."
"Tidak, mereka teman lama ; jawab Julian membantu."
"Tidak. Kami akan menikah ; saut Rei tegas."
"Uhhukkkk.... ; Rian tersedak minumannya."
Sedangkan Tristan melotot terkejut atas pengakuan Rei.
"Apa? tanya Julian."
"Kami akan segera menikah, aku sudah bertunangan dengannya. Kami belum memberi tau ke orang orang ; kata Rei."
"Benarkah itu An? tanya Julian pada Anna."
"Iya Julian, maaf tidak memberitaumu sebelumnya ; kata Anna."
Rei mengerutkan keningnya,
"Apa mereka sudah seakrab itu sampai Anna mengatakan itu, sejak kapan? pikir Rei."
"Wow... Rei kita akan menikah, ini suatu kejutan bukan ; senang Rian."
"Benar, aku yakin Nora akan terkejut jika mendengarnya ; jawab Tristan juga senang.
"Kau memang penuh kejutan Rei, aku tak menyangka kau akan menikah lebih dahulu dari kami ; ujar Rian."
"Terima kasih atas pujiannya, dan kau harus segera menyusulku ; ujar Rei tertawa.
"Apa kalian sudah melakukan itu ; kata Rian penasaran."
"Plakkkk.... ;
Rian yang mendapatkan pukulan keras dari Rei.
"Anna bukan orang yang seperti itu, kau mikir apa hah ; kesal Rei karna ulah Rian."
"Bukan Anna tapi kau ; kata Rian lagi tidak terima."
"Cctakkkk... ; pukulan di dahi Rian lagi."
"Kau pikir aku seperti apa, mau di taroh dimana seragam kebesaranku hah, di jidat lo ; ujar Rei."
"Lihat lah An, Rei main kasar belum saja menikah sudah main pukul pukul ; adu Rian pada Anna."
__ADS_1
"Emangnya kau istrinya Rei ; kata Tristan."
"Hahahhaa..... ; Anna tertawa melihat tingkah teman temannya Rei.