
Satu minggu lagi, akan ada acara pertunangannya Anna dan Rei, sementara itu mereka tetap menjalani keseharian mereka seperti biasa.
"Ciee yang mau tunangan sama anak bos kita ; ujar Nathan."
"Hah.. dari mana lo tau Nat? tanya Anna."
"Tuh si biang keroknya Ririn ; saut Nathan."
"Ehh... lo nat, dasar pengkhianat lo ; saut Ririn kesal."
"Maaf An? tadinya gue dapat kabar dari tante Kate kalo lo mau tunangan sama Rei, gue juga mau kebahagian ke yang lain, tapinya si Nathan tuh dikasih tau duluan deh. Iya gk den? ujar Ririn."
"Hmmmm.... ; saut Dennis sambil menganggukkan kepalanya."
"Siapa suruh ngasih tau gue... ; saut Nathan."
"Yaudah, jadi gue gk usah kasih tau lagi nih ya karna kalian udah pada tau kan. Tapi gue cuman ngasih tau kalian aja nih ya karna kalian teman teman gue tercinta, sisanya tunggu pengumuman aja ; ujar Anna."
"Okee boss ; saut Nathan."
"Huh... Dasar ember ; ujar Ririn."
"Mbar mber, dasar mulut lo yang kaya ember tempat menampung air tuh ; saut Nathan."
"Lo yang kaya em...... ;
__ADS_1
"Nih gue bawakan minuman sekalian mampir tadi di ambil aja gk usah terima kasih buat kalian ; buru buru Anna menjelaskan supaya Ririn dan Nathan berhenti beradu mulut."
"Wahh... makasih kebetulan gue lagi haus ; saut Ririn."
"Makasih An... ; saut Nathan."
Sedangkan Dennis geleng geleng kepala melihat kelakuan Nathan dan Ririn kalo sudah ada makanan atau minuman gratis langsung diam.
"Makan siang mau kemana? tanya Dennis."
"Hmmm... Apa ada rekomendasi? tanya Anna juga."
"Restorant Barbeque Star... ; saut Ririn dan Nathan."
Keduanya saling menoleh, dan tertawa karna selera mereka sama.
"Seharusnya kau tidak bertanya seperti itu An? saut Dennis."
"Yahh.. Kau benar seharusnya tidak ku katakan tadi, aku tarik lagi ucapanku ;
" ??????... ; Ririn terkejut."
"Tidak bisa begitu, sudah diputuskan kita akan makan siang disana ; saut Nathan yang juga tidak ingin makan di tempat lain."
"Betul betul.... ; saut Ririn."
__ADS_1
Karna mereka sering makan di restorant yang berada di seberang jalan depan persimpangan perusahaan mereka yang hanya dengan berjalan kaki sebentar dari perusahaan karna tidak terlalu jauh.
"Hahh... Gagal lagi ; gerutu Anna."
"Asyikkkk.... ; saut Nathan dan Ririn menautkan kedua telapak tangannya untuk melakukan high five."
Mereka melanjutkan pekerjaan masing masing dan menyelesaiakan pekerjaan mereka tepat waktu karna kerja sama tim yang bagus, tim mereka selalu di puji puji tapi tak banyak juga yang tidak menyukai mereka atau merasa iri dengan tim mereka.
"Hah... badan gue pegal pegal mana lembur lagi malam ini ; eluh Ririn."
"Yah mau bagaimana lagi, supaya kerjaan kita gk numpuk dan enggak deadline ; ujar Anna juga merasa lelah."
"Udah yang penting kita sekarang makan aja gaess ; saut Nathan."
"Makan aja di pikiran lo nat? saut Dennis."
"Biarin.. blee🤪 ; kata Nathan mengejek Dennis sambil menari nari."
"Udah tua juga kaya anak kecil ; saut Dennis."
"Suruh dia bayar sendiri den? saut Ririn."
"Apaan sih lo Rin! ; saut Nathan kesal."
"Udah udah kita udah sampai mau makan atau enggak ; ujar Anna menengahi."
__ADS_1
"Mauu!!! ; saut Nathan dan Ririn sekali lagi."
Hari ini giliran Dennis yang mentraktir mereka makan, yah mereka biasa bergiliran sebulan sekali mentraktir teman mereka bergantian, bukan karna apa, mereka melakukan itu agar menambah silahturahmi antara mereka berempat, dengan melakukan apa saja yang membuat mereka senang.