
Pagi-pagi Bima sudah sampe di kantor , Ari membuka pintu sambil tergesa menyerahkan lembar jadwal hari ini untuk bosnya .
Ari "Meeting jam 10 dengan bagian kontruksi dan arsitek bangunan untuk proyek pelabuhan bos " ujarnya
Bima : "Sudah siap berkasnya , simpan disini . Ada waktu 3 jam untuk saya pelajari dan teliti kesiapannya " jawabnya
Ari : "Jam 2 ada pengajuan pertemuan dengan Pak Syailendra , bos. Kayaknya beliau tertarik kita mengerjakan proyeknya. Pasti proyek besar kalo Konglomerat yang datang ....hehehe "
Bima : " Pak Syailendra tinggal di Jakarta, kemarin mama papanya baru bercerita bertemu pak Syailendra di Jakarta . Beliau orangtua teman papa. Konglomerat yang sangat kaya dengan bisnis di beberapa bidang, papanya bilang pak Syailendra akan punya proyek perumahan mewah di pinggiran kota mereka , mereka akan membuat kota satelit dengan perumahan mewah siap huni . Pak Syailendra sendiri yang akan mencari perusahaan yang bisa memegang proyek ini dengan hasil maksimal, karena nilainya fantastis . Bima tidak menyangka secepat ini beliau datang ingin menawarkan kepadanya . Biasanya proyek sebesar itu didapatkan dengan persaingan ketat. Tapi Bima berpikir mungkin beliau baru mengukur kemampuan Perusahaannya apa layak memegang proyek besar itu.
Bima : "ACC kan pertemuan itu , kalo ada scedul meeting yang lain ...tunda dulu kalo bukan emergency, oke? " jawabnya tegas
Ari : " Siap , Bos ! "
Siangnya ...
Ari : "Bos , info dari asisten Pak Syailendra tadi menanyakan , apakah Bos bisa sekalian makan siang sambil meeting dengannya ?"
Bima : "Kita sudah selasai meeting, sekarang sudah hampir jam 12 . Tanyakan dimana meeka mengundang kita , kamu ikut saya Ari !"
Ari : "Siap bos ....hhehehe ketemu konglomerat nih "
Mereka memasuki sebuah restoran yang sangat asri di pinggir kota ...pandangan sekitarnya sawah dan pohon pohon besar di samping jalanan.
Bima : " Aku baru tau ada rumah makan seasri ini, padahal aku tinggal di kota ini "
Ari : "Iya bos , saya juga baru tau bos "
Bima : "Kita terlalu terpenjara di kota . Coba minta info reseptionis untuk kapan- kapan reservasi , meeting disini bisa membuat kita focus karena suasananya nyaman"
Ari : " siap bos !"
Bima dan Ari memasuki rumah makan menuju ruang VVIP untuk bertemu Pak Syailendra . Saat mereka membuka pintu , mereka langsung tersenyum melihat penataan ruangan rumah makan itu. Area outdoor dengan gazebo dan lesehan di dalam.
Seorang lelaki yang berumur sekitar 60an tapi memiliki tubuh yang gagah dan sehat . Masi memiliki senyum yang berwibawa menyapa mereka .
Pak Syailendra : " Ini Bima ? Anaknya Dewa ? "
__ADS_1
Bima : " Iya , pak ....saya Bima "
Pak Syailendra : " Panggil Opa Lendra yah , papamu berteman dengan putraku dari SMA sampe kuliah "
Bima : "Oke Opa "
Pak Syailendra : " Ayo duduk dulu , kita makan dulu, santai saja gak usah terlalu serius " "Tadinya proyek kami ini akan memilih perusahaan yang bisa mempresentasikan konsep sesuai keinginan kami . Kebetulan cucuku sedang sibuk mengawasi beberapa proyek di luar negeri jadi Opa sendiri yang tangani proyek baru ini"
Bima : "Opa mau menunjuk perusahaan yang akan diberikan proyek ini tanpa persaingan ? apakah nanti tidak dipertanyakan atau diragukan integritas perusahaan yang Opa tunjuk ???"
Opa Lendra : " Opa sudah tua , sudah gak suka melihat orang bersaing kadang sampai melakukan hal jahat hanya untuk menang tender saja. Opa mempelajari beberapa perusahaan sebelum datang kesini . Tender bisa didapatkan, tapi kepercayaan susah didapatkan . Ada 3 perusahaan yang Opa masukkan list untuk Opa pilih "
Makanan tiba dan Opa Lendra mengajak mereka makan dulu sebelum melanjutkan diskusinya .
Selesai makan siang ...
Opa Lendra : "Bima tidak ada urusan penting setelah ini? "
Bima : "Kebetulan tidak ada Opa "
Opa Lendra : "Kamu sangat gagah mirip papamu , coba ada cucuku perempuan. Pasti aku kenalkan padamu Bima "
Opa Lendra menghela nafas : " Anak Perempuanku cuma memiliki dua anak , semuanya laki2. Yang satu sibuk menangani beberapa bisnis Opa sampe kadang kewalahan. Yang satunya downsyndrom jadi opa tidak bisa barharap banyak . Kalo dia sehat mungkin sudah masuk SMA...." mata Opa berkaca-kaca
Bima : "Anak Opa ada berapa ???"
Opa Lendra : " Dua , yang pria meninggal beberapa tahun yang lalu, dia pergi meninggalkan rumah karena sifatnya yang terlalu keras , Opa tidak melihatnya sejak dia pergi . sampe dia meninggal . Opa hanya mendengar beritanya . Rasanya mau mati berdiri , sampe saat ini masi terasa sedih kalo ingat Dimas ."
"Opa kok jadi melatur kemana-mana ya...
okeh Opa ketemu ayahmu 3 hari yang lalu di Jakarta, saat lagi meeting di cafenya Opa . Papamu cerita kalo kamu yang memegang penuh perusahaan dan papamu hanya memegang dewan komisaris dan bisnis kalian lainnya . benar begitu Bima ???"
Bima : " Benar Opa , papa punya penyakit jantung , Bima tidak ijinkan papa terlalu keras berpikir . Masi ada bisnis kami yang lain yang tidak terlalu keras pekerjaannya bisa dilakukan . Jadi Bima pegang semua tanggungjawab untuk property ."
Opa Lendra : " Kamu anak yang sangat membanggakan, perusahaanmu ada di peringkat pertama pilihan Opa , dan ternyata Opa kenal CEO nya ...pasti pekerjaan ini lebih mudah karena komunikasi kita bisa lebih leluasa . Bagaimana Bima ??? besok pagi ada waktu untuk Opa ke kantormu? Opa bawakan semua berkas2 detail tentang proyek itu. perencanaan bisa kamu siapkan 3-4 Minggu ke depan . Besok kita ttd kontrak kerjasama .."
Bima : "Oke Opa"
__ADS_1
Ari bahagia sekali bertemu salah satu konglomerat negeri ini. Dan tidak menyangka akan menangani proyeknya ...
Sampai lebay meminta foto dengan Opa Lendra .
Bima : "Opa menginap dimana ? "
Opa Lendra : " Menginap di Milenium hotel milik Andre . Opa juga baru sebulan lalu bertemu Andre di Singapura, setelah bertahun-tahun lamanya . Dia mau menawarkan tanahnya di Bali , Tadinya Andre mau membangun hotel disana , kemudian dia merasa lebih baik focus pembiayaan untuk hotelnya di Makassar . Tanahnya yang di Bali ditawarkan ke Opa".
Bima : " Opa sendiri ? "
Opa Lendra : " Ada Fandi asisten Opa dan Rian sekretaris Opa , itu mereka duduk di gazebo sana . Kami baru tiba kemarin malam dari New Zealand , melihat proyek disana yang dikerjakan Rasya cucuku . "
Bima : "Opa benar-benar hebat , di usia ini masi sangat bersemangat bekerja" Bima mengacungkan jempolnya
Opa Lendra : " Pekerjaan membuat Opa melupakan rasa sedih dan terpuruk , setelah Dimas meninggal , istriku menyusul putranya setahun kemudian. Bumiku hancur rasanya. Sekarangpun Opa tidak tahu untuk apa Opa bekerja .Opa hanya menghibur diri dengan bekerja . Jika kelak kamu memiliki wanita yang kamu cintai dan memiliki keluarga dengannya , jaga keluargamu seutuhnya karena itu kebahagiaanmu "
Bima : " Baik Opa , aku sudah berjanji dengan diriku sendiri tentang hal itu "
Ari menyetir mobil dengan tenang. Sosmed nya sudah penuh terisi foto2 dan video interaksinya dengan salah satu konglomerat negeri ini.
Bima : " Puas?? kurasa lebaymu maksimal hari ini "
Ari : " Tidak tiap hari ketemu orang hebat, Bos . apalagi yang semangat kerjanya sangat menginspirasi di usia seperti itu . Coba saya diangkat anak waahhhh ....."
Bima : " Sudah jangan mimpi ketinggian , antar lagsung ke rumah saja , aku mau ambil baju dulu baru nge gym "
Ari : " Kenapa tidak buat gym di rumah saja bos , praktis kan "
Bima : " Aku baru mau menikmati nya , nanti kita pikirkan kalo tidak terlalu sibuk . Atau mungkin aku membangunnya di rumah pribadiku saja nanti "
Ari: " Woooww bos kenapa Ndak dari dulu membangun rumah pribadi ??? "
Bima : " Masi kasian sama orangtua yang tetap ingin bersama anak-anaknya. Aku pikirkan kebahagiaan mereka, kecuali aku sudah mau menikah pasti ingin menyiapkan rumah untuk keluargaku sendiri .
Ari : " Jadi bos mulai berpikir keluarga nih ?? sudah ada calon ??? walah aku bisa gak tau ya ??? mbak Reyna ? ya bos ?"
Bima : "Haah ...bukan , jangan bikin gosip"
__ADS_1
Ari : " Soalnya tatapan mbak Reyna kemarin ke bos seperti kuliat cinta di matanya hehehe "
Bima : " Jangan sok tau !!!"