
Bima sebenarnya tidak senang dengan tingkah Reyna yang langsung menariknya dari atas panggung , tapi karena sungkan kepada om Andri , dia membiarkannya saja .
"Pap, Bima bagus suaranya yah....aku gak tau loh " Reyna berucap , "Yah kan dulu juga papanya Bima bagus suaranya , dulu kami punya band waktu kuliah . Papanya Bima vokalisnya, papinya Virna dulu pemain bass handal , dia yang bentuk band kami waktu itu, sayang dia sudah tiada" jawab om Andre sedih mengingat sahabatnya . Bima kaget dengar papanya juga mengenal ayah Virna . Reyna semakin menempel pada Bima , yang membuat Bima sedikit jengah tapi gak enak sama om Andre kalo dia terlihat sangat menghindarinya . "Ini cewek gak jaga pikiran orang lain sih, main nempel peluk seenaknya. Jadi terkesan murahan" kesalnya dalam hati .
"Om Andre , Bima mau pamit pulang dulu yah. Adis nunggu di rumah sendirian
" Bima cepat beralasan yang masuk akal untuk segera pergi dari situ .
"Kenapa adiknya gak diajak tadi , Bim" jawab om Andre ,
"Adis tadi ada acara bersama teman2nya , sekarang mungkin sudah sampe rumah , terimakasih jamuannya om dan selamat ulang tahun, doa terbaik selalu untuk om dan keluarga " Bima sangat sopan berucap .
"Kamu memang jagoannya Dewa , terimakasih sudah hadir dan sampaikan salam ku ke orangtuamu ya nak" Andre dan istrinya bersalaman dengan Bima . Reyna mengikuti Bima "Kenapa buru-buru sih Bim, kenapa tidak menginap sekalian . semua tamu diberikan bonus menginap gratis loh malam ini sama papiku . Biar kita bisa ngobrol lebih lama " Reyna sangat berharap .
..."Maaf , adikku di rumah sendirian, aku harus pulang " balasnya sambil mengulurkan tangan . Reyna menyambut tangan Bima dan mencium pipinya kanan dan kiri, hampir memeluknya tapi Bima cepat menahan badannya ....
...Reyna kecewa tapi tidak protes....
Dari jauh Virna melihat interaksi keduanya,
"Oh memang sdh akrab , mungkin kekasih nya karena pamit pake cipika cipiki segala ...hhhhmmmm sedikit nyesek deh ini dada hehehhe sabar lah hati ...orang ganteng mah bebas menjatuhkan hati semua wanita " " selow....selow...hati ...nanti juga lewat " Virna senyum2 kecil sendiri berbicara dengan hatinya ,
"Non , kesambet apaan senyum2 sendiri " Agus pemain keyboard mengagetkannya , "Ah bang Agus mau tau aja, lagu apa selanjutnya bang? " Virna ngeles dengan cerdik .
Bima bergegas memanggil Ari untuk keluar dari pub,
"Kenapa bos ? kok buru-buru, baru juga acara puncak . Masi mau dengar suara penyanyi cantik tadi padahal hhheeehhh" protesnya . "Aku juga masi mau dengar lagu, tapi ada yang nempel-nempel gak jelas bikin alergi kulit , jadi males ...yuks buruan pulang , atau kamu masi mau di dalam...lanjutkan saja .Aku pulang duluan " tukasnya ,
" Ah mana seru kalo bos gak ada , hayuk deh balik " Ari cepat meredakan bos nya yang terlihat hampir marah .
"Bos serasi abis tuh nyanyi berduaa tadi , kayak sudah latihan deh" keren ...kapan2 undang band tadi untuk acara perusahaan yah bos, penyanyinya mirip Raisa tapi juga sekilas mirip Wulan Guritno yaah, cantik maksimal, mana seksi lagi hehehe , biar tertutup bajunya tetap seksi dilihat bentuknya ooowwh3 ?" " iya..iya...kamu cerewet sekali malam ini, kamu minum ya ???" selidik Bima ,
" Eh iya sedikit bos, karena disediakan di meja jadi sayang kalo tidak dicicipi hehehhe " Ari jawab sambil terkekeh ,
"pantas ...gak waras " Bima menggelengkan kepala .
__ADS_1
" Aku saja yang nyetir, kenapa jadi aku yang jdi asisten yah ....bener2 si Ari" gak jago minum sok2 minum wine ...atau jangan2 vodka. Bima mengeras wajahnya melihat asistennya itu.
Virna menyelesakan tugasnya dan siap2 pulang bersama para crew band . Tamu undangan sudah sisa 10% yang belum pulang. Virna bergegas ke ruang rias untuk berganti baju dan membersihkan make up nya . Tiba-tiba ada tangan yang menariknya ,
"Halow cantikku , suaramu membuatku benar-benar terjebak dalam cinta yang dalam ....jangan abaikan hati ini , Non. aku bisa mati ...hiks...hiks " Ternyata Romi yang menariknya . tercium bau alkohol dari mulutnya , Virna langsung berhati-hati menghadapi orang mabuk yang bisa saja nekad . Crew band sedang sibuk merapikan peralatan jadi dia sendiri disitu .
"Romi ...halo kamu sama siapa disini ? aku panggilkan orang yahhh biar mengantarmu pulang, kamu berbahaya kalo nyetir sendiri pulang " ucapnya lembut ,
" Aku mau sama kamu aja pulang , biar ketemu sama mama papaku ...siapa tau kita dinikahkan hehehehe, julietku ....cintaku ...jangan abaikan aku pleaasseee....lop yu bertauson tauson nih " Romi semakin kuat memegang tangan Virna sambil meracau ....
"Lepas Romi, sakit tanganku nih, aku panggilkan orang yah . Kamu dikit lagi ambruk tuh, tunggu disini yah..." Virna masi berusaha bicara baik2, "Owwwh aku masi sangat kuat, bahkan masi bisa menggendongmu ke kamarku ....yuuukk cantik ikut aku, babang sudah gak tahan liat cinta di depan mata ...hik....hik..." Romi semakin beringas mulai memaksakan kehendak . Virna mulai diseretnya masuk lift . Virna berusaha menahan, tapi Romi kuat sekali dia atlet judo jadi tenaganya besar . Virna terhempas di lift dan ditahan oleh Romi dengan bandannya . lift tertutup Romi menekan tombol lift ke atas ke kamarnya. Virna sigap menekan tombol lift ke bawah ke area parkir tanpa Romi tau . Romi memegang bahu Virna dan mulai berusaha mencium Virna . Bau alkohol begitu menyengat , Romi menindis badan Virna ke di dinding lift .
" Kamu seksi sekali Non cantik , i lop yu ...cium2 sini dong sayangku " Romi Masi menceracau sambil menindis Virna berusaha mandapatkan bibirnya . Virna memalingkan wajah sambil beringsut berjongkok, alhasil Duuukkk....Romi mencium dan jidatnya tertumbuk dinding , Virna cepat merangkak di samping kaki Romi dan bergegas lari saat pintu lift terbuka ke area parkir ... tapi tangan Romi menariknya kembali ...
" Lepasssss....tolong ...." teriaknya ...
Tiba tiba ada tangan dan menariknya keluar dan terjadi tarik menarik dengan Romi . orang itu langsung menghajar Romi dengan bogemnya ...Romi sedikit melawan , akan tetapi karena pengaruh alkohol begitu tinggi , Romi tersungkur tidak bisa menguasai keseimbangan bandannya dan pingsan mabuk berat.
"Kamu tidak apa2? " tanya Bima cemas ,
"aku baik cuma sedikit kaget aja " jawab Virna . "kok kamu Masi ada disini , kan tdi pamit pulang ?" tanya Virna .
" Aku bisa sama crew band , aku panggil security dulu untuk membantu orang ini masuk ke kamarnya , tadi sempat dia bilang dia nginap disini" kata Virna ,
"kamu baik banget sih , sudah diganggu masi mau menolong orang bejad ini" ujar Bima . "Bagaimanapun ini temanku , dia cuma mabuk saja tadi jd gak sadar apa yang dia lakukan " jawab Virna .
" Jangan terlalu baik, kamu memberi harapan padanya " Ujar Bima gak suka .
"Saya hanya bersikap sebagai sesama manusia saja ...maaf eh siapa lagi... Bima yah " Virna sedikit canggung dengan perhatian Bima .
"Ok kita naik, kamu mau ambil jas kan ,aku mau ambil perlengkapan ku di ruang ganti ,yuk kita naik lagi"
"Ok , tapi aku akan mengantarmu pulang . Tidak ada bantahan yah " jawab Bima tegas .
"Oke2" Virna menyerah , ini orang biasa jadi bos jadi gak bisa dibantah deh ....ya sudahlah itung2 diantar cowok cakep ...lumayan pengantar tidur heheheh...Virna bergumam , "Apa???" Bima bertanya ,
__ADS_1
" Ah tidak, cuma aku pikirmudah2an para crew band blom pulang .
" Kayaknya mereka blom pulang deh, nanti aku yang bicara sama mereka kalo kamu saya antar pulang" Virna hanya mengangguk .
Bima memegang tangan Virna , menariknya masuk lift , terlihat dari jauh beberapa sekurity hotel memapah Romi yang mabuk berat menuju lift yang satunya ...
Virna agak kaget Bima menarik tangannya , dan tidak melepaskannya selama di lift , " Eh ...itu ...itu bisa dilepas Ndak?" Virna bersemu merah menunjuk tangannya . Bima tersenyum "Kenapa ? Ndan suka ? Ndak nyaman yah ?" ujarnya , " tanpa ekspresi, Aduuuhhh cowok ini, dari dekat semakin ganteng aja ...jangan lepaskan tanganku babang tamvan tapi jantungku menggila ...aku bisa2 pingsan ini deh " Pikiran Virna tidak berhenti ngomel2.
"Bukan begitu , nanti dilihat orang ....eh " gugup Virna menjawab .
"Kamu nurut aja " Masi tanpa ekspresi... "Dasar es balok" gerutu Virna ,
"kenapa " Bima menoleh
" eh tidak kok" Virna nyengir kuda .
Pintu lift terbuka ,
" Bima ...kamu Masi disini . memutuskan menginap yah ..eh kenapa gandeng tangan dia ??? Kamu booking wanita ini , aduh seleramu begini Bima ???? aku bisa temani kamu kalo mau menginap ...gak usah booking wanita gak jelaslah" Reyna tiba2 ada di pintu lift dan melihat Bima menggandeng tangan Virna ,
"Maaf mbak , itu mulut dikondisikan kalo perlu disekolahkan ulang yah . Aku bukan wanitu seperti itu, bisa tanya ayah anda , dengar ???!!!" Virna membalas kata2 Reyna dengan tegas . Virna bukan gadis lemah , apalagi menerima kata2 buruk padanya , dia bisa membela diri . Bima geram dengan Reyna
"Aku kembali mengambil jasku , ketemu dia di bawah hampir diganggu orang mabuk, jadi jaga bicaramu agar terdengar sopan di telinga . Aku juga bukan laki2 yang suka main2 perempuan !!!" jawabnya panjang sambil menahan marah .
"Ini Jas kamu, Bim. aku mau mengantarnya ke rumahmu ,tadi aku mau turun ke parkiran , maafkan ucapanku yah. kamu bole istirahat disini gak perlu pulang . Aku infokan ke staff yah , kita ngobrol berdua sampe pagi yukkks " Reyna kembali menawarkan tanpa melihat ke arah Virna . Virna bergegas pergi mengambil barang2nya di ruang Rias dan kamar yang disediakan khusus crew band .
Bima sigap mengikuti Virna , Reyna menahan tangan Bima .
Kalo tidak ingat Reyna anak sahabat papanya sdh ditepis baik2 itu tangan yang tidak sopan .
"Bim, kamu mau kemana ?? masa ngikutin dia ??? Atas dasar apa coba ???" nada Reyna mengejek .
"Saya sudah janji antar dia pulang , dan dia teman adikku makanya aku kenal , permisi " jawab Bima dingin .
" ok, besok aku berkunjung ke rumahmu yah....sudah kangen sama Om Dee dan Tante Tantri , kamu ada di rumah kan Bim ????" Reyna sok akrab ,
__ADS_1
"Mungkin kalo tidak ada kunjungan ke pabrik " jawabnya sekilas sambil berlalu ....
" c.u Bima .." aku akan mengejarnya ...pikir Reyna sambil tersenyum, Bima benar2 berubah semakin gagah dan tampan. Hatiku porak poranda , langsung males balik ke Amrik heheheje ,.aku juga sudah bosan dengan Hans ..pria lemah huuuh "