DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN

DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN
MEMBUKA TABIR KEHIDUPAN VIRNA


__ADS_3

Opa Lendra " kamu terlihat bingung nak " ujarnya ke Virna karena melihat wajah Virna yang kikuk dan bingung, " Opa sengaja mengajakmu makan malam hari ini karena ingin khusus berbicara lebih dekat denganmu nak " Virna semakin bengong dibuatnya .


"Siapa nama ayahmu nak " tanya Opa Lendra


" Dimas Putra Syailendra , Opa " jawab Virna , sejenak kemudian Virna tersadar sesuatu , " Itu...eh itu yah hampir sama namanya Opa Lendra yah ....maaf " jawab Virna tersenyum kecut dan gugup .


" Mirip karena aku yang memebrikan nama itu saat dia lahir , nak " jawab Opa dengan lirih menahan kesedihan .


" Opa ...opa kenal sama Papi Virna ? " semakin penasaran hati Virna , ada hubungan apa Opa sampe membarikan nama ke papinya .


" Karena Dimas Putra Syailendra adalah putraku satu-satunya "terlihat Opa menitikkan air mata yg sdh sangat tertahan akhirnya jatuh dengan leluasa saat itu juga .


" Maksud Opa ??? " Virna merasakan jantungnya sangat kencang berdegub , seolah sesuatu yang mengejutkan akan segera dia dengarkan . Dan Yaaah ....


"Ayahmu adalah anakku , dan aku adalah opamu ...opa kandungmu nak ..cucuku ...cucu yang tidak pernah opa tau keberadaannya . Ya Allah sedih rasanya saat tau ayahmu sudah tiada dan terlebih aku terlambat tau keberadaan cucuku . Rasanya opa ini manusia yang tidak berguna . .." Opa Lendra sakin keras derai air matanya .


Virna mendekati Opa Lendra yang duduk di depannya dan beejongkok di depan Opa , " Opa maafkan Virna juga terlambat mengetahui punya Opa .Virna selalu berharap dan berdoa bisa memiliki opa dan Oma . Dan ini seperti mimpi rasanya saat tau Virna Masi punya kerabat . selama Ini Virna hanya berdua dengan mami . berjuang bersama mami ...dan hanya mami yang Virna miliki di hidup Virna . sekarang Opa adalah Opa Virna , seolah hidup Virna lengkap rasanya . Jangan bersedih Opa ,. bukankan bertemu Virna membuat Opa juga bahagia ? " Virna meluapkan kebahagiaanya. dengan kata-kata yang sangat haru .


Opa Lendra : "Kamu punya Opa , nak . Jangan pernah lagi merasa berdua saja dengan mamimu . Minggu depan Opa akan kembali dan ingin bertemu Mamimu nak "


" Iya Opa , jangan sedih lagi yah . Opa harus selalu sehat yah " Virna berkata dengan tulus dan lembut .

__ADS_1


Bagaimanapun Virna sangat terkejut dengan kenyataan ini, dia merasa seperti masuk di dalam film drama yang tidak dia ketahui skenarionya . Tiba-tiba memiliki kerabat yang sangat jauh di luar jangkauan pikirannya . Dari kecil dia hanya mengenal sosok maminya dan ayahnya . Ayahnya tidak sampai usia remaja dikenalnya sehingga dia tidak mengenal keluarga atau kerabat lain kecuali yang ada di panti asuhan maminya . Dari ayahnya , Virna sama sekali tidak pernah mengenalnya .


Mereka makan malam dengan tenang , Bima yang dari tadi hanya mengamati , memulai membuka percakapan lagi karena dia melihat Virna Masi syok degan pernyataan Opa Lendra tadi .


" Masakannya enak kan Opa ? Virna ?" tanya Bima memecah keheningan .


" Enak ...enak kok " jawab Opa Lendra


" Hmmm enak Mas " jawab Virna


" Opa , saya tidak ingin mencampuri urusan keluarga Opa sebenarnya . tapi apakah boleh Bima menanyakan sesuatu kepada Opa ?"


Opa melihat ke arah Bima sambil tersenyum , " Katakan saja dan ungkapan semua unek-unekmu, Nak ?" ujar nya


Opa Lendra : " Panjang ceritanya , Nak. Semua menyangkut ego yang ternyata merusak segalanya termasuk silaturahmi . Kita kehilangan semua yang bernama keluarga apabila kita berpikir tentang ego . Semuanya rusak dan kita akhirnya cuma bisa menyesal di belakang " Jawaban yang panjang disertai wajah yang sedih dia utarakan .


Bima : " Berapa lama Opa lost kontak dengan Om Dimas ?" .


Opa Lendra : " Sejak dia memutuskan mengelola perusahaannya sendiri tanpa campur tangan keluarga , ada beberapa masalah dengan kakaknya dan salah saya adalah tidak mendengarkan versi dari kedua pihak anak saya karena waktu itu juga mamanya Dimas divonis sakit oleh dokter , akhirnya aku hanya focus dengan perawatan istriku saja dan menjaga jangan sampai pikirannya terpecah karena anak-anaknya berselisih , aku berusaha tidak memihak siapapun tapi juga tidak menyelesaikannya . Hanya focus ke istriku saja. Dan akhirnya yang kudapat adalah istriku akhirnya dipanggil sang pencipta dan anak lelakiku semakin jauh dari keluarga ....hhhhmmm" Opa Lendra menghembuskan nafasnya yang sangat berat di akhir ceritanya .


"Opa tidak berusaha mencari dan berkomunikasi dengan Om Dimas ?" Bima melanjutkan pertanyaannya , seolah mewakili semua pertanyaan di benak Virna yang masih syok dan tidak bisa berkata2 karena kenyaatan tiba-tiba yang diterimanya.

__ADS_1


" Saat itu Opa masi sangat kehilangan istri Opa dan perusahaan agak oleng karena ditinggalkan Dimas yang memutuskan pergi dan saya yang sibuk merawat istri . Jadi saat itu Opa focus untuk menstabilkan perusahaan yang hampir menuju kehancuran dan meraih perlahan investor yang tercerai berai ...hhhmmmm dan itu membuat Opa semakin jauh terlepas dari anak lelakiku yang aku lihat juga mulai membangun kerajaannya . Aku bangga melihat dan mendengar itu dan berharap ada ujung bahagia saat ada waktu bertemu untuk bekerja sama dengan anakku sendiri yang berdiri kokoh di bawah kakinya sendiri. Aku sangat bangga padanya dan terlalu berharap lebih untuk kesuksesannya . Aku selalu berdoa untuk itu dan sama sekali tidak menyangka hal tragis dia hadapi dengan orang yang dekat dengannya . Opa belum sepenuhnya sadar dengan rasa lelah membangun perusahaan kembali saat mendengar kepergiannya " Suara Opa Lendra tercekat dan tidak sanggup meneruskan kata-katanya karena dadanya yang sesak , tampak air mata menetes di sudut matanya ...


" Aku...Opa...ti...ti..." Opa Lendra betul-betul tidak mampu meneruskan kata-katanya, sesak di dadanya dan air mata yang semakin deras ....membuat Virna panik dan mendekati Opa Lendra .


"Sudah dulu ceritanya Opa , Opa harus ingat kesehatan Opa. Jangan terlalu sedih , nanti menggnggu kesehatan Opa. Virna bisa mendengarkan cerita Opa lain kali saat Opa sedang bahagia . Lebih baik Opa menceritakan hal-hal yang indah dari kenangan papi Virna yang akan membuat kita semua bahagia ... sudah yah Opa , kita makan malam aja dulu ...yuukk " Virna menenangkan Opanya dengan lembut dan santun .


" Aku sungguh harus menemui Mamimu, sekian lama aku mencari kalian tapi tidak pernah menemukan kalian , saat ini aku sangat bahagia mendengar kalian kembali dan aku memiliki cucu perempuan dan dia sudah mendidik anak Dimas dengan sangat baik , kamu baik dan sopan nak..... .Alhamdulillah Ya Allah , Engkau maha adil , tetap memberikan penerus dari anak lelakiku .Harta nya ini juga harus aku jaga " Jawab Opa Lendra sambil tersenyum ke Virna dan mengelus rambut indahnya .


Bima menimpali ," Kita makan yah Opa, agar Opa lebih bahagia sudah membuka sesuatu yang selama ini sangat Opa ingin sampaikan . Bagaimana Opa ? plong rasanya???"


Opa Lendra :"Kamu sendiri bagaimana anak muda ? sudah plong ? sudah jujur dengan hatimu? Aku harap kamu berhasil dengan usahamu hehehe " Opa membalikkan arah pertanyaan tiba-tiba dan sukses membuat Bima kikuk kelimpungan .


" Hahahahaha belom ada jawaban artinya perjuanganmu harus lebih keras lagi anak muda , keluarga Syailendra selalu hati-hati dan jeli memutuskan sesuatu hahaha" Opa tertawa sambil menjahili Bima dengan kata-katanya


"Proposal sudah saya kirimkan Opa, untuk masalah ACC saya wajib sedikit sabar untuk membuktikan keseriusan saya . Tapi mohon doa restu dari pihak Opa agar proposal saya lancar Opa " Bima memberikan kalimat penuh kode kepada Opa dengan senyuman yang sulit dijelaskan .


"Aku ada di pihakmu anak muda, tapi tetap saja keputusan wajib dari pemilik hati itu sendiri , Jadi berjuanglah, sesuatu yang diperjuangkan itu sangat indah apabila didapatkan ... percayalah " Opa memberikan semangat .


" Siap Opa , " jawab Bima tegas


Virna yang dari tadi mengernyitkan dahinya berbisik ke Bima , " Mas ,. memangnya ada lagi proposal baru dari Opa? lokasi proyeknya baru juga ? apa kita akan tertunda kembali ?" tanya Virna agak berbisik.

__ADS_1


Bima menjawab dengan lugas , " Yah proyek baru ini sangat serius dan seumur hidup diperjuangkan dan dipertahankan, betul Opa ? " sambil tersenyum manis, Opa hanya mengangguk dan mengangkat kedua jempolnya .


Virna semakin bingung dan bengong menatap kedua lelaki beda usia itu, tapi tidak ingin merusak makan malam dengan mengejar pertanyaan yang berat . Hidupnya dan otaknya sudah cukup mendapatkan kejutan hari ini jadi Virna rasa untuk masalah proyek baru itu ditunda dulu dipikirkannya .


__ADS_2