
Virna memasuki kamar yang disiapkan untuknya , dia melihat kamar yang sangat indah dan rapi , cukup luas dan menampilkan kesan feminin . Pantas saja karena kamar ini biasa ditempati Adis .
Segera Virna membersihkan diri dan berganti pakaian rumah . Bima mengatakan mereka bisa beristirahat sampai waktu makan malam tiba .
Selesai membersihkan diri, Virna keluar kamar dan menuju ruang keluarga ....ckckck ruangan ini bener-bener milik keluarga mereka karena design nya untuk satu keluarga, ada juga dapur dan kolam renang pribadi yang cukup bagus . Waduh apa bisa masak yah ? Virna menuju dapur , dia melihat sudah ada beberapa macam dessert dan cemilan tersedia di meja makan . Dan dia melihat 2 orang disana sedang menyiapkan sesuatu di dapur .
"Selamat sore , Nona . Ada yang bisa kami bantu ? Nona perlu sesuatu ? akan kami siapkan . Makan malam akan siap dalam waktu 1 jam lagi " Jawab salah satu dari mereka
"Oh tidak , saya hanya ingin mengambil air hangat untuk minum , di kamar hanya ada air mineral " jawab Virna
"Kami akan menyiapkannya , Nona . Dan mengantarkan beberapa menit lagi ."
"Ah gak usah repot , saya buat sendiri aja sambil nunggu Bapak selesai bekerja . Oiya menu makan malamnya apa yah ? " Virna menjawab ramah karena mereka juga ramah .
" Menu malam ini kesukaan tuan muda, steik dan salad serta pasta . Tapi kami bisa membuat yang lain apabila Nona menginginkan menu lain , Nona ingin dinner apa ?" tanya salah satu dari mereka yang Virna yakin kokinya .
"Saya ikut aja menu yang sudah ada , Pak eh chef , siapa nama kalian kalo boleh tau " ujar Virna sambil tersenyum .
" Saya Rahman salah satu chef di hotel ini dan ini Didi asisten saya .Kami bertugas melayani tuan muda selama di sini " jawab lelaki itu dengan senyum .
"Nona kekasih tuan muda? " tanya chef itu sambil tersenyum .
" Eh bukan , saya asistennya di kantor kok " jawab Virna
"Oya ? "
"Kenapa menanyakan itu , biasa yang datang kesini kekasih tuan muda?" tanya Virna penasaran dan sedikit keppo , eh kenapa aku jadi sok mau tau yah ...haduh mulut ini keceplosan deh memalukan ...suntuk Virna pada diri sendiri . Untuk apa coba haduh . Virna menepuk jidatnya sendiri .
"Oh bukan itu maksud saya , biasa kalo dengan karyawannya , tuan muda menempatkan mereka di lantai di bawah satu lantai dari Kondo ini . Karena Nona yang dibawa disini , makanya kami pikir Nona kekasih tuan muda , maaf " chef Rahman menjawab sambil tersenyum .
" Oya ??? Berarti baru saya yang diajak tinggal di Kondo keluarga ini yah chef " tanya Virna
"Betul , selama ini tuan muda tidak pernah mangajak karyawannya tinggal di Kondo ini kecuali kerabat dan keluarganya "
__ADS_1
" Dia keluarga , chef ....maunya sih segera berkeluarga gitu ...bagaimana chef ??? Apa saya sudah pantas berkeluarga ???" seseorang menjawab dari arah lain ruangan itu .
Virna kaget sekali dan kembali terperangah mendengar jawaban yang sama sekali tidak disangkanya .
" Wah tuan muda semakin gagah dan tampan selalu. Pasti tuan sangat pantas berkeluarga dan kami menantikan itu disegerakan hehehe "
" Nanti tunggu saja tanggalnya chef , bagaimana menurut chef , apa yang seperti wanita cantik ini memenuhi kriteria untuk saya ?" Bima semakin masuk ke pembahasan yang dimulainya .
"Eh Mas Bima kok bahas begituan sih, kenapa jadi urusan keluarga berkeluarga yah .Saya lagi bahas menu dinner kok sama chef Rahman"
"Aku hanya menanyakan tentang wanita yang indah ini , apa cocok untukku , apa tidak boleh ? Kamu keberatan Vir ?" ujar Bima sambil tersenyum merekah .
" Wah jawaban saya apa bisa menentukan tuan muda? kayaknya Tuan muda wajib mendapatkan jawaban darinya deh , itu yang terpenting , kalo menurut saya sih sangat pas hehehe " Chef Rahman mengacungkan jempolnya dan asistennya juga mendukungnya .
Virna benar-benar tersipu tiada tara saat ini dan membiarkan mereka bercanda karena tidak tau akan menimpali apa , dia menjawab dengan sangat canggung
"Aduh saya jadi gak bisa ikut masuk pembicaraan nih , Mas Bima ada-ada saja deh "
tukasnya .
"hahahahahah ...saya mau cemilan dan minum teh sambil menunggu makan malam, bisa diantarkan ke ruang keluarga chef ?, Virna mau apa ?, hayuk kita ke ruang keluarga " Ajak Bima sambil menengahi pembicaraan karena melihat Virna sudah sangat tersipu .
"Saya cuma mau air hangat untuk minum , bole saya bawakan sekalian pesanan Mas Bima , chef ?" inisiatif Virna karena dia lihat chef Rahman dan asistennya Masi sibuk memasak .
"Apa tidak merepotkan , Nona ?" jwabnya
"Sama sekali tidak chef " jawab Virna
" Baiklah , kami membuat tart susu keju kesukaan tuan muda , ada di meja itu dan teh semua ada di meja termasuk air panas juga sudah siap di termos di meja ." Jawab chef Rahman .
"Oke , chef lanjutakn saja . Saya siapkan pesanan Mas Bima " jawab Virna langsung bergerak dengan sigap
"Anda memang sangat pantas untuk tuan muda , Nona ...hehehe " chef Rahman tersenyum .
__ADS_1
"Chef jangan ikut-ikutan bercanda dengan Mas Bima yah , nanti meresahkan calon nya Mas Bima loh " jawab Virna sekenanya
" Loh bukannya tuan muda bilang Nona calonnya yah " chef Rahman masi terus menggoda Virna .
"Aduh pembicaraan absurd , chef . Mana ada itu, saya asisten sekretaris di kantor dan kebetulan teman nya adiknya Mas Bima , dia bos saya . Makanya saya diajak menginap disini, mungkin permintaan adiknya " Virna berusaha menghindari pembicaraan lebih jauh lagi.
"Ooooh " chef Rahman yang kehabisan kata tapi tetap tersenyum
Virna membawakan pesanan Bima ke ruang keluarga, dia lihat Bima membaca dari tabletnya sambil mengenakan kacamatanya .
Aduh lelaki ini semakin tampan berpuluh lipat saat dia serius bekerja, apa dia tidak sadar sudah membuat para gadis di kantornya klepek klepek tiap melihat dia . Dingin dan cuek nya malah membuat wanita berebut perhatian , Aku ini kok jadi bengong juga yah , jangan-jangan kena juga pesonanya ....adooohh Noni ini bukan waktunya mikirin itu halah3 ....Virna mengejap-ngejabkan matanya seperti kelilipan .
Bima menoleh dan melihat Virna berjaan mengejapkan matanya , Bima mengangkat sudut bibirnya saat melihat Virna mengerjakan matanya ,. " Kamu kenapa Virna? terpesona melihatku ? atau kelilipan ? kayaknya tidak ada debu di ruangan ini tuh ?" ujar Bima sekaligus menggoda Virna yang kelihatan gugup . " Tidak apa2 , cuma mata saya agak berair saja kok , Mas Bima . Ini teh dan cemilannya . Bolehkan saya ke kamar istirahat sekarang ? "
"Oh sudah lelah ya ? Kok cepat sekali mau tidur ? Gak ingin jalan-jalan ke pantai ?"Bima tidak ingin kehilangan momen berduaan disini , karena besok pasti mereka akan tenggelam dalam kesibukan entah sampai berapa hari , beberapa hari di awal pasti sangat melelahkan.
" Kalo mau , ayok kita pergi selesai makan malam ...keyyy ?"
"Okey .." Virna sumringah menjawab Bima . Virna bahagia sekali karena masi punya kesempatan berjalan-jalan di Bali di sela pekerjaan mereka .
Bima mengajak Virna berjalan-jalan di pantai Kuta yang tidak terlalu jauh dari hotel mereka . mereka hanya duduk berdua sambil memandang pantai ...banyak juga turis di sekitar mereka tapi mereka menikmati pantai dengan tenang tidak terganggu dengan kesibukan di sekelilingnya .
"Nanti kita akan ke pantai yang lebih indah dari ini. Kalo ada kesempatan kita kesana "
Bima sangat menikmati kebersamaannya sat ini , jantungnya tidak berhenti berdegub, senyumnya awet saat dia bisa memandangi wajah cantik itu ada di sekitarnya seharian ini . Entah mengapa hati Bima sangat ingin hal ini tidak pernah hilang .
"Saya suka laut ..."gumam Virna
"Yaa...kenapa ? kamu suka laut ?" Bima mengulang kata2 Virna sambil menanyakan alasannya . "Laut membuat hati merasa hidup , ombak yang datang menghempas kemudian berlalu seperti tarian alam dan kehidupan manusia sesungguhnya . Kalo manusia mati maka gelombang itu sudah tidak menghempas lagi . Cobaan, kesedihan , penderitaan terkadang bisa datang menghempas tapi manusia juga bisa melihatnya pergi saat dia kuat bertahan ...ah kenapa aku jadi puitis ...maaf Mas Bima heheheh " Virna tanpa sengaja ngoceh apa yang menjadi pikirannya, Bima malah senang karena Virna baru saja berbicara panjang dengannya . "Aku suka kalimatmu tadi, kamu dewasa menjelaskan pikiranmu . Kata-kata mu bukan saja puitis tapi mencerminkan pikiranmu yang dewasa . Apa kamu punya pacar , Virna ?" Bima langsung bertanya tanpa basa basi , Bima tidak suka memendam terlalu lama hatinya . Dia harus mulai mengetahui semuanya tentang Virna , walaupun saat ini mereka sedang di tempat tugas tapi Bima akan mulai mendekati Virna lebih dekat agar tau apapun tentang gadis yang sangat menarik hatinya ini .
"Eh kok malah bicara pacar sih , Mas Bima ? hehehe . Mas Bima kali yang yang keinget pacar karena suasana pantai saat ini ? Cocok untuk pasangan yang romantis hehehe ?" Virna mengelak dengan cerdas dan malah memutar balik pertanyaan ke Bima .
"Kamu itu kalo ditanya , cerdas sekali ngelez nya yah ....Jawab dulu yang saya tanyakan dong " Sergah Bima cepat agar Virna gak ngelez jawaban lagi.
__ADS_1
"Mas Bima , pacaran itu buang waktu uh maaf-maaf nanti menyinggung lagi sorry ...itu menurut pendapat pribadi saya heheheh" Virna terkekeh sambil menjelaskan tapi tetap tidak menjawab dengan jelas .
"Kenapa membuang waktu ? kan bagus kita mendalami karakter orang yang kita suka? Dimana membuang waktunya ? Jelaskan padaku ?" tanya Bima semakin dalam