
Bima bertanya lebih dalam tentang devinisi pacaran menurut Virna .
"Coba kamu jelaskan kenapa pacaran itu membuang waktu ???"
"Mas Bima , minta maaf sebelumnya . Saya tidak anti orang pacaran tapi itu hanya pendapat pribadi saya kok, Setiap manusia punya problem hidup, rejeki, jalan hidup berbeda . Pasti masing-masing memiliki pendapat berbeda juga dengan pacaran, saya tidak menentang tapi kayaknya tidak cocok untuk saya , itu saja Mas " jawab Virna lugas .
"Kenapa ???" Bima semakin penasaran, Virna menelan ludah berasa lehernya kering karena Bima sangat mendesak jawaban seolah itu sangat penting .
# ini lelaki tampan di sampingku gak berasa kah kalo jantungku sudah bertalu-talu yailaaah pake ditanya lebih dalam lagi , lah itu kredittan papaku masi numpuk blom lunas , bagaimana kita mau senang-senang pacaran hehehe, mending mikirin lunasnya utang biar mamiku tetap sehat wal afiat , kalo cowok mau dipikirin ujung-ujungnya sakit hati hadeeh .
"Virna ...???kok bengong ???" Bima menyadarkan lamunan Virna . "Mmmmhh maksud saya , pacaran itu butuh energi lebih untuk memikirkan orang lain yang kita sayangi , dan kayaknya saya tidak punya tempat lebih untuk saat ini memikirkan orang lain hehehehe gitu Mas Bima , eeemm kedengerannya egois ya ???" Virna memaparkan dan minta pendapat Bima. " Mungkin ....tergantung alasan tambahannya . Karena alasan kamu tidak spesifik " ujar Bima . "Aduh alasan itu sudah sangat jelas Mas , kalo kita menyayangi seseorang pasti butuh kesiapan waktu, mental dan yaaah kayaknya ribet deh hehehe ...Mas Bima pernah pacaran kan ???" tukas Virna
"Pernah ....yah mungkin menyiapkan hati dari hal yang tidak terduga , itu maksudnya ???" jawab Bima .
"Nah ....itu maksud Virna , Mas. Apapun itu jelas sangat banyak yang harus dipikirkan dan disiapkan . Terlalu banyak malahan . Virna masi banyak yang harus dipikirkan, dan untungnya sampe saat ini gak ada yang mengarah kesitu, mungkin semua melihat Virna sudah ckup sibuk untuk memperhatikan orang lain hehehe " ujar Virna nyengir lucu .
Bima semakin gemas melihat gadis itu
__ADS_1
Apa gadis ini sama sekali tidak tertarik padaku padahal banyak yang sangat ingin dekat denganku hehehehe , kadang aku lihat dia seolah tertarik tapi aku seperti melihat dia berusaha membentengi diri dari hatinya sendiri . Seberat apa beban hidupmu Virna , tanpa sadar Bima memandang Virna tidak berkedip .
Virna kelimpungan melihat arah pandang Bima , "Mas Bima , kenapa liatnya gitu ? Ada yang aneh dengan saya ???" Virna mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Bima . " Eh ...hehehe aku terpesona melihatmu Virna " jujur Bima mengungkapkan ,. Virna terbelalak sambil berkata, "Mas Bima melamun, bukan terpesona sama saya . Ah ngelez yaah ??" goda Virna .
Bima menghela nafas sambil berkata , "Aku itu tidak pernah suka basa basi, kadang keceplosan tapi itu jujur " ujarnya , Virna jadi kikuk mencoba melihat ke arah lain ...
"Kita balik yuk Mas, besok pagi-pagi kita banyak kerjaan , terutama Mas Bima harus istirahat " Virna beranjak berdiri sekaligus mengalihkan pembicaraan . "Kamu yang paling pintar ngelezz, oke kita balik ke hotel yuk" Bima menarik dan menggandeng tangan Virna lembut, berjalan menuju ke hotel. Ada rasa bahagia membuncah di hati keduanya akan tetapi keduanya menyikapinya berbeda . Bima semakin memupuk hatinya sedangkan Virna lebih memilih membentengi dirinya dari perasaan asing yang tiba-tiba hadir di hatinya .
Keesokan paginya setelah subuh , Virna melakukan yoga pernafasan dan juga gerakan-gerakan yoga untuk focus dan perenggangan yang sedikit banyak membuatnya berkeringat di depan kolam renang pribadi Kondominium itu . Para pelayan sangat terpesona melihat Virna berolahraga .
Bima baru saja keluar dari kamarnya selesai sholat subuh dan berniat treadmill 30 menit sebelum mandi dan bersiap bekerja. Dia melihat Virna di depan kolam renang di samping treadmill. Senyumnya membuncah seketika melihat gadis yang sudah mencuri hatinya . Calon istri yang akan membuatku menjaga kesehatan bersama kelak , pikir Bima .
Virna selesai melakukan yoga dan pilates dan siap-siap kembali ke kamar untuk membersihkan diri, dia sedikit berpaling dan menyapa Bima sekalian pamit untuk masuk kamar, "Mas Bima , aku sudah selesai, aku mandi dan siap-siap duluan yah " ucapnya
"Ok , kamu duluan saja dan siap-siap sarapan yah. Saya suka melihatmu segar begitu ...sangat cantik " puji Bima jujur, sambil duduk mengelap keringatnya .
"Eh , Mas Bima ada-ada saja hehehe " Virna jadi blusing mendadak dan kikuk gak tau mau jawab apa, Bima sudah beberapa hari ini sangat jujur mengatakan perasaan hatinya gak pake ditahan-tahan ....
__ADS_1
Apa cowok ini gak sadar dia juga sangat tampan dan seksi dengan caranya berolahraga dan keringatnya yang bercucuran itu, membuat jantungku main drumband lagi walah-walah aku harus cepat pergi dari sini nih, bisa kena serangan jantung deh kayaknya hiks ...Virna berjalan bergegas sambil mengatasi pikiran dan degub jantungnya yang berantakan .
40 menit kemudian Virna sudah siap di meja makan untuk sarapan , saat dia duduk dia bisa melihat Bima sudah membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju meja makan juga.
"Virna , bisa bantu memasang dasiku ?" ujar Bima . "Eh bi..bisa Mas ...sini saya bantu " jawab Virna tapi dengan hati yang sangat gelisah . Dia belum pernah sedekat itu dengan Bima . Tapi tidak berani menolak permintaan atasannya .
Sambil sedikit berjinjit Virna memasang dasi Bima , matanya focus ke dasi tapi wajahnya sangat panas merona karena mata Bima langsung menjurus ke wajahnya .
Tidak jauh tidak dekat tetap cantik dan segar terlihat gadis ini , dengan jarak sedekat ini aku sangat ingin menyentuhnya waaahhh angan sampai Virna bisa mendengar degub jantungku . Ingin rasanya tanganku melingkar di pinggangnya uupppss....sabar-sabar Bima ....nanti ada waktunya hhhhhssshh
Bima menahan hati sambil menghembuskan nafasnya kuat , dia tidak sadar hembusan nafasnya langsung mengenai wajah Virna yang seakan semakin terbakar merah merona ...😁
"Mas , sudah dong liatinnya . Kenapa itu mata sih " Virna langsung berkata karena tidak nyaman, dasi yang dia pasang salah terus karena kikuk, "Kenapa ???Aku suka liat wajah kamu kok, selalu cantik " ujar Bima sangat sangat jujur dan bikin Virna lebih kelabakan lagi .
"Mas Bima berhenti liatin aku biar dasinya cepat selesai dipasang " jawab Virna.
"Apa hubungannya ?? kok gak nyambung yah ?" goda Bima. "Aku berhenti pasang nih !"ancam Virna , "Ok ok aku liat ke televisi saja " ucap Bima sambil menoleh ke samping . "Ok selesai " ucap Virna beberapa saat kemudian sambil merapikan dasi itu , "Itu apa yah ? "kata Bima sambil menonton televisi , sontak Virna menoleh ke arah televisi. Dan sigap Bima mencium pipi Virna sambil berkata "Trimakasih cantik " , kemudian berjalan dan duduk di meja makan . Virna membeku tidak bisa berkata-kata , apa itu tadi aduh ....Virna masi membeku di tempat ,. wajahnya sudah seperti kepiting rebus dan tidak sanggup ke meja makan . "Mau berdiri disitu terus? kita harus cepat selesai sarapan dan berangkat ke kantor nih " Bima mengingatkan seolah tidak terjadi apa-apa tadi. "Oh iya iya saya segera selesaikan sarapan" ujar Virna bergegas menuju meja makan dan menyelesaikan sarapannya .
__ADS_1
🥰🥰🥰
Hari ini sangat sibuk untuk Bima dan Virna , mereka sangat serius dengan pekerjaan yang menjadi tugas berat. Apalagi untuk Virna yang baru sekali ini mendampingi Bima .Bima sangat tegas memimpin tapi sangat telaten mengajari Virna tentang apa-apa saja yang harus dilakukan dengan sangat detail. Virna sangat merasa beruntung karena apa yang dilakukan Bima sangat membantunya cepat memahami apa yang harus dilakukan dan diselesaikan . Dia tidak ingin menjadi penghambat jadi wajib mengusainya segera . Dia beruntung punya bos sekaligus mentor yang tampan, pikirnya .