DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN

DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN
Dia


__ADS_3

Mereka kembali berdua saja di mobil, saat ini Virna sudah bisa menguasai keadaan dan tidak membiarkan dirinya ketiduran.


Bima : "Bagaimana kabarmu ?"


Virna : "Baik ... Alhamdulillah, kamu ?


Bima : "Alhamdulillah sehat dan bahagia " sambil tersenyum irit


Bima: "Tiap hari disana ?"


Virna : "Iya , seminggu ini ?" Virna tersenyum , Bima melihatnya sekilas 'cantiknya' kenapa dia merasa senyumya mirip Opa Lendra ...aneh


Bima : "oh " "padat sekali jadwalmu yah "


Virna : "iya,begitulah hehehe tapi kesibukan yang aku sukai jadi tidak berasa berat, dan sudah seharusnya dikerjakan " jawab Virna matap


Bima : "Kuat sekali menabung yah , untuk liburan ?" Sambil tersenyum


Virna : "Gaklah untuk suatu kewajiban, liburan kayaknya saat ini jadi prioritas terakhir deh , membuang uang menurut aku. Blm lagi kelas yang ditinggalkan , sayang honornya hehehe"


Bima berpikir Virna cuma tinggal berdua, semua penghasilan mamanya dan dia pasti sudah berlebihan dengan kehidupan berdua saja . Mungkin dia akan membeli sesuatu , makanya bekerja dengan sangat keras , Bima mencoba berpikir positif .


Sesampainya di rumah Virna ,


"Aku membawa kunci rumah. mungkin si mbok Tirah sudah tidur , mama pergi menginap di panti malam ini . Ada tasyakuran disana. Mau masuk ,. Bim ? "


Bima : " Lain kali deh , gak ada Tante , gak enak . kamu masuk aja dan tutup pintu baik-baik" ucapnya


Virna : "Terimaksih yah " Virna memandang Bima


Bima memandang lekat wajah itu . Semuanya indah , Bima hampir tidak tahan untuk mencium dan memeluk gadis itu . Sambil menghela nafas panjang menahan hasrat hatinya , Bima melangkah sambil melambai


" Aku pulang dulu yah , .... Assalamualaikum"


berjalan menuju mobilnya tanpa memandang kembali ke Virna, takut tidak bisa mengendalikan rasa di dirinya .

__ADS_1


" Waalaikumsalam, Hati - hati " Virna sedikit berteriak tapi lembut


Bima menjalankan mobilnya perlahan . Gadis itu mengalihkan perhatiannya dalam waktu yang sangat singkat . Bima kadang heran pada dirinya . Beberapa teman wanitanya selalu mendekatinya dengan berbagai cara , sampai kadang sangat ekstrim , Bima sama sekali tidak bergeming , terlintas masa lalu yang sedikit pahit dimana pengkhianatan menyakitkan dialaminya , dan itu membuatnya beberapa saat malas berinteraksi dengan percintaan . Tapi rasa malas untuk mengenal cinta lagu tiba2 terhempas setelah beberapa hari ini . Gadis ini baru dikenalnya langsung memenuhi ruang hatinya tanpa jeda sedikitpun . Bima memutar musik di mobilnya "kekasih hati " sambil sedikit bersenandung. Bima merasa jatuh hati harus dilalui sebelum jatuh cinta karena maknanya lebih dalam dari nafsu semata . Keinginan untuk menyayangi, melindungi, melebihi dari kata memiliki seutuhnya . Dan itu bertumbuh di hatinya semakin kuat . Bima tidak tau apakah Virna merasakannya tapi dia merasa hal itu harus berjalan perlahan dan meyakinkan sebelum diungkapkan , Kata2 saja tidak akan dapat membuat hati bergetar , perlakuan dan niat baik harus mendasarinya .


Autor ### Bima memang sudah sangat dewasa yaah gaizzz ...idaman semua wanita hehehehe


Pagi datang , kicauan burung di depan paviliun ramai . Ayam berkokok bersahutan ....Bima bergegas bangun dan ibadah ....setelah itu dilihatnya papanya sudah sibuk bersiul di kebun khusus di samping rumah sambil merawat semua burung dan ayam kesayangannya . Hobi papanya yang membuat rumah besarnya sangat ceria di pagi hari . Di samping kebun kucing-kucing manis peliharaan mamanya berguling-guling bermain di taman kecil. Pemandangan ini sangat menyejukkan pagi Bima ,sebelum dia ke kantor untuk kembali tenggelam dengan hal-hal serius perusahaannya. Itulah kenapa Bima setuju tetap tinggal di rumahnya , walaupun ada apartemen pribadinya dekat dengan kantornya . Memilih untuk melihat pemandangan indah pagi hari , bisa melihat papa mamanya dan keceriaan di rumahnya . Mudah-mudahan kelak aku juga memiliki keluarga seperti ini, gumam Bima .


"Kaaakak sarapan sudah siap , mama papa nunggu tuh .... " Adis si bawel ribut masuk ke paviliun . Bima baru saja selesai menyisir rambutnya


Bima : "Si bawel mulai berkicau "


Adis : "Kakak ganteng banget siiihh, kakaknya siapa yaaahhh??? Sayang gak punya pacar ??? mau buat audisi pacar ndak kak? Teman-temanku ngantri tuh ....mau ambil no urut katanya hahahaha ...!!!"


Bima : "Oya ??? teman yg mana ?"


Adis : " Teman sekolahku ....bagaimana ??Adis buat audisinya yah , Adis yang seleksi pokoknya hehhee "


Bima : "Noo, anak-anak ingusan ...."


Bima : "Jangan ngayal pagi2, ayoook sarapan "


Adis : "Gak asiiikkk deh kakak, makanya jomblo terus uuupsss" Adis menutup mulutnya . Bima menarik hidung adiknya .


"Aauuuuwww sakit kakaaaaaakk, maaaa paaa ....Kakak Bimbim hiks hiks ...." Adis merengek ...berlari ke mama papanya di ruang makan


Dewa : "Ada apa lagi princess???"


Adis : " Paaa, kakak sebel dibilang jomblo laaah memang jomblo....Adis mau buatkan audisi pencarian pacar buat kakak bole ya Paaa??? Adis merengek


Dewa : "Pantesan kakakmu marah , kamu nakal sekali hahahha "


Indira : " Dek , kakak pasti punya kriteria pacar impian , gak usah diribetin , nanti juga ketemu yah sayang " mamanya membujuk Adis


Adis : "Gak susah sebenarnya buat kakak, sok jual mahal aja , apalagi mukanya kayak es balok gak ada ekspresi nya kalo liat cewek padahal cantik2 loh teman2ku " "kayaknya kakak harus ikut senam wajah deh hahahahahaha "

__ADS_1


Indira : "Adisss ....gangguin kakaknya terus !!!"


Bima sudah mau mencubit hidung adiknya lagi, Adis lari duduk di samping papanya.


Bima : "Huuuh beraninya cari pelindung terus , bawel nya gak sembuh2, gak ada jemput dan traktir lagi !!!"


Adis : "Aduh-aduh jangan dong, kakakku yang tampan gagah dan baik hati ....itu namanya penganiyaan ...jemput yah di gym kan Kakak juga nge gym sebentar yah yah ...." Adis merayu sambil memeluk kakaknya yg duduk di meja makan , dari belakang .


Bima : " Gak pake acara makan yah ...langsung pulang , kakak hari ini bawa kerjaan ke rumah"


Indira : " Kenapa bawa kerjaan ke rumah , nak "


Bima : " Bima sempatkan gym sore ma, kerjaan agak banyak hari ini karena ada beberapa proyek baru dalam perencanaan, kerjaan Bima lanjutkan di rumah saja dengan Ari "


Dewa : " Jangan terlalu capek nak, kalo belum deadline kamu kerjakan besok saja "


Bima : "Semua nya deadline tergantung selesainya Bima cek perencanaan ini , Pa. Semakin lama selesai semakin lama deadline nya . Kalo selesai semua Minggu ini. Bima ada waktu santai Minggu depan , jadwal tidak padat menunggu proses perencanaan team selanjutnya , sebelum mereka menyerahkan laporan lagi, Pa .


Dewa : "Iya yah , memang lebih baik cepat selesai agar ada waktu longgar bernafas sedikit , kalo selesai semua deadline kita ke puncak liburan beberapa hari yuks , lama gak liat vila disana ... liat sawah dan kebun kita "


Bima : " Betul pa, pengen mancing dan makan ikan segar yah "


Adis : "Ayookk dong , lama gak liburan . Ke Bali aja kak? Vila kita disana juga lama gak dijenguk "


Bima: " Bulan depan kakak ke Bali , liat proyek disana "


Adis : "walaaah Adis ulangan semester bulan depan , gak bisa ikut dong aaaaaahhh hiks"


Bima : " Memangnya siapa mau ajak kamu " ujarnya sambil berdiri siap-siap berangkat


Adis : " Kakaaaaakkk....jahat !!!!"


Bima : " Hahahahahaha ...."


Adis merengut keras sambil menghentakkan kakinya . Papanya siap juga ke kantor pusat bisnis mereka sekalian mengantar Adis ke sekolah . Dewa papanya Bima menyerahkan bisnis property sepenuhnya ke Bima setelah lulus kuliah di Amrik dan beberapa tahun mendampinginya . Dewa kembali merintis bisnis cafe dan pabrik furnitur yang bisa melengkapi bisnis property yg dipimpin anaknya . Semua nya berkembang dengan pesat . Cafe yang mereka miliki memiliki beberapa cabang di kota ini. Indira juga membantu suaminya di bisnis cafe . Dewa menikmati alur kehidupan perlahan, Dia teringat sahabatnya . Ingin sekali mencari jejak keluarga sahabatnya itu . Tapi dia dihilangkan informasi sejak istri sahabatnya berpindah rumah setelah setahun Dimas meninggal . Itu terakhir dia melihat istri dan anak sahabatnya . Dewa heran kenapa Om Syailendra tidak pernah mencari keberadaan cucunya , tapi Dewa berpikir itu bukan urusannya . Yang Dewa ingin adalah membantu anak sahabatnya itu apabila ada kesulitan di kehidupannya . Bagaimanapun sahabatnya selalu membantunya saat susah dulu . Waktu SMA dan kuliah sering Dimas membantu Dewa membayarkan uang sekolah dan uang kuliahnya , uang kos sampe membeli baju . Dewa sangat trenyuh ingat semua jasa sahabatnya . Tapi sampai sekarang dia kehilangan jejak istri dan anak sahabatnya , Dia berpikir pasti istri sahabatnya sudah menikah lagi karena dia tau istrinya Dimas sangat cantik dan baik . Mungkin dia sudah menemukan pengganti Dimas , Dewa tau perempuan itu ditolak keluarga Dimas sampai Dimas meninggalkan keluarganya . Cuma karena dia anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan . Kuliah sambil kerja di pabrik konveksi . Diajak menikah dengan Dimas dan akhirnya berhenti kuliah karena Dimas sangat posesif . Gadis penurut , sabar dan lembut . Kasian ...bagaimana nasibnya dan anaknya yah , Dimas meninggalkan hutang yang sangat besar akibat penipuan teman mereka saat itu ... Dewa menghembuskan nafas beratnya berulang kali .

__ADS_1


__ADS_2