DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN

DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN
Terpesona Kania


__ADS_3

Selesai Gym , Adis mengajak Bima pulang ke rumahnya segera karena ada tugas sekolah yang harus dia kerjakan .


Bima masuk ke paviliunnya dan berganti baju ,


"Kakak , dipanggil papa tuh di ruang keluarga . kakak mau pergi lagi ??? Adis mulai bawel


Bima : " Bawel" sambil mencubit hidung mancung adiknya , "Mana Papa..." Bima berjalan masuk rumah tanpa menjawab pertanyaan Adis .


" Bim ...sini nak " Dewa memanggil putra kesayangannya


Bima : " Ada apa, pa ?


Dewa : "Sudah ketemu Om Lendra ?"


Bima : "Sudah , pa. Opa Lendra besok akan ke kantor untuk tandatangan perjanjian kerjasama . Tadi drafnya sudah dikerjakan Ari dan diemail ke asistennya Opa Lendra . memastikan semua nya"


Dewa : " Opa Lendra sangat profesional dalam bekerja , dia tidak mau memperkerjakan orang yang tidak kompeten dan kepercayaan adalah hal utama. Anaknya juga sempat membangun bisnis property dan lebih maju dari milik kita . sebelum ditipu mentah-mentah oleh koleganya , apalagi waktu itu proyeknya sangat tinggi harganya . Hati-hati berteman , nak. Teman itu perlu tapi yang bisa saling mengisi dan membuat maju . Papa sangat sedih melihat teman papa ditipu oleh teman kami sendiri . Papa tidak bisa berbuat banyak karena papa juga sedang membangun usaha saat itu ."


Bima : "Saya berusaha profesional ,pa. Untuk urusan pekerjaan , biarpun teman harus tetap mengikuti prosedur yang ada ."


Dewa : "Bagus nak, prinsip yang sangat membanggakan papamu ini , ngomong-ngomong masalah prinsip ..


apa putra papa ini belum berniat menikah ?" tanya Dewa hati-hati


Bima : "Papa....hehehe, pasti ada niatan, pa. Sisa calonnya aja belum ada "


Dewa : " Ap kamu kesulitan mencari calon pendamping ? apa mama dan papa perlu membantumu ?"


Bima : "Tidak pa" jawab Bima cepat "aku akan mendapatkan calon istri yang sesuai kriteria ku sendiri "


Dewa : "Kamu yakin itu ada ??? bukan khayalan , sudah kenal orangnya ???"


Bima: "Slowdown papa. Satu-satu dong, heheheh . Bima lagi berusaha "


Dewa : "Nak, pekerjaanmu butuh konsentrasi lebih , usiamu sudah waktunya memperoleh kasih sayang selain dari mama papa. Carilah gadis yang baik agama dan akhlaknya , karena itu akan membuatmu bahagia kelak, cantik dan kaya itu relatif . Wanita yang bisa menjaga dirinya dan menjadikan suaminya imam di hatinya selalu, adalah wanita yang pantas diperistri "


Bima : "Iya pa, Bima ingat selalu pesan papa"


Dewa : " Sekarang kamu mau kemana,. Papa liat kamu sudah rapi sekali . Ketemu seseorang ???"


Bima : "Iya pa, Opa Lendra mengundangku ke tempatnya untuk membicarakan keinginannya akan proyek yang akan dibangunnya. Agar Bima bisa memberikan arahan ke team perencanaan. karena Opa besok siang sudah kembali ke Jakarta , Opa menginap di hotelnya om Andre "


Dewa : "Oh Om Lendra sudah ketemu Andre ? hhmmmm kabarnya Reyna pulang yah , mamamu kemarin terima telponnya Reyna katanya kangen mau main kesini "


Bima : "Iya pa. Bima sudah ketemu Reyna"


Dewa : "Bagaimana ? tambah cantik ?tertarik ?"


Bima : "Ah papa. Bima punya kriteria untuk itu "


Dewa : "Reyna tidak masuk kriteria itu ? "


Bima : " Bima belum mengenalnya dengan baik , jadi Bima belum mau berandai-andai"


Dewa : "Kan sudah kenal dari kecil "


Bima : "Bima 2 tahun dia atasnya jadi tidak pernah sekelas dan tidak pernah dekat , pa "


Dewa : "Okelah , papa serahkan ke Bima untuk masalah kebahagiaan. Cepat temui Opa sudah malam ini "


---###---


Bima sampai di hotel jam 9 malam . Tadi Bima makan malam di rumah dulu karena Opa ada meeting dengan Om Andre sekaligus makan malam.


Sampai di depan Presiden suit room. Pintu terbuka , Rian asistennya Opa Lendra keluar dari dalam , "Mas Bima , sudah ditunggu tuan Lendra "


Bima masuk dan dilihatnya Opa sedang membaca berkas-berkas di depannya di sofa tamu . Sekilas mengangkat wajahnya , " Bima , sini nak "


"5 menit lagi yah, Opa baca ini sampe selesai baru kita ngobrol "ujar Opa Lendra


Bima : " Silahkan Opa , saya tunggu disini . Jangan buru2 Opa "


Beberapa menit kemudian...


Opa Lendra : "Bima , menurut pendapatmu . Apabila kamu punya tanah di Bali , apa yang akan kamu bangun nak ?"

__ADS_1


Bima : "Tergantung letak tanah itu , Opa" " Apa yang strategis dibuat disana "


Opa Lendra : " Kalo gitu nanti kamu liat lokasi dan posisi tanah ini , coba berikan saran ke saya kira2 apa yang bisa dibangun disana. Tapi kalo Bima gak sibuk yah . Opa tau Bima tidak pernah tidak sibuk heheheh "


Bima : " Pasti nanti Bima pelajari, Opa. Jangan sungkan , Opa ."


Opa Lendra : "Oiya untuk perumahan nanti ,aku memiliki impian seperti ini....bla...bla...bla.."


Opa Lendra menjelaskan singkat impiannya dan Bima menangkap dengan jelas hal itu .


"Oke Bima , Opa berterimakasih , kamu mau menyempatkan ketemu Opa lagi, Opa suka music ...Bima mau menemani Opa ke lantai bawah , ada pub dengan life music di bawah. Opa mau mendengarkan music sampe mengantuk baru istirahat hehehe , maklum sudah udhzur , mudah2an saya bisa request lagu lama , soalnya asisten dan sekretaris ku lebih suka ke club' wkwkwkw ."


Bima antusias : " Mari Opa , Bima temani " Bima antusias karena sudah berpikir akan ketemu seseorang yang selalu memenuhi otaknya beberapa hari ini .


Sampai di Pub, sudah terdengar music lembut dan suara indah penyanyi menyanyikan lagu nya Christina Perry : A Thousand Years...


Opa mengerutkan alisnya sambil berjalan masuk ke dalam, Bima mengikutinya .


Mereka duduk di depan panggung karena Opa hanya ingin mendengar lagu-lagu bukan untuk minum . Mereka tidak di depan meja bar .


Suara itu sangat membuat hati Bima bergetar , matanya tidak lepas ke panggung .


Mata keduanya bertemu dan menatap lekat ....


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave?


How can I love when I'm afraid to fall?


But watching you stand alone


All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer


I have died every day waiting for you


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything take away


What's standing in front of me


Every breath


Every hour has come to this


One step closer


Lagu yang sangat tepat menggambarkan hatinya , Bima tidak bisa mengalihkan pandangannya


"Bim, Opa melihat Oma di atas panggung itu "


Mata Opa berkaca-kaca , Bima menghibur


"Opa mau request lagu apa ?"


"Que Sera Sera " Lagu kesukaan istriku


Bima memberikan kode ke pemain Band untuk memberikan requet lagu Opa . Pemain band melanjutkan ke Virna yang baru selesai menyanyikan lagunya Vina Panduwinata , request seorang pengunjung .


"Oke lagu selanjutnya untuk Bapak Syailendra , selamat malam Pak, kami akan membawakannya sebaik mungkin, kebetulan lagu ini mengingatkan saya pada seseorang yang istimewa "


Opa berkaca-kaca , "Kania...Kania ucapnya terus "

__ADS_1


Bima memegang bahu Opa agar lebih tenang ,


"Bima , mata Opa harus diperiksa besok , kenapa gadis itu sangat mirip Kania ku , suaranya, senyumnya , rambutnya , postur tubuhnya .....aaahh, mataku semakin rabun"


ucapnya gemetar ....


When I was just a little girl


I asked my mother, what will I be


Will I be pretty


Will I be rich


Here's what she said to me


Que sera, sera


Whatever will be, will be


The future's not ours to see


Que sera, sera


What will be, will be


When I grew up and fell in love


I asked my sweetheart, what lies ahead


Will we have rainbows


Day after day


Here's what my sweetheart said


Que sera, sera


Whatever will be, will be


The future's not ours to see


Que sera, sera


What will be, will be


Now I have children of my own......


Opa tampak sangat bahagia mendengar Virna menyanyikan lagu itu .


"Kania...Kania ....ada yang menyanyikan lagu ini mirip gaya yang kamu nyanyikan biasanya ....oooh "


"Bim, bagaimana gadis itu tau menyanyikan lagu itu dengan intonasi dan gaya seperti itu . Kania hanya menyanyikannya untuk anak-anak kami . kayaknya otakku sedang tidak sehat , Bim.... bisa antar Opa kembali ke kamar ?"


Bima : " Ayo kita kembali ke kamar Opa, opa harus istirahat" Bima memeluk bahu Opa dan membimbingnya berjalan keluar menuju ke kamarnya kembali .


Bima membawa Opa Lendra ke kamar dan menemaninya, Bima menghubungi Fian asisten Opa untuk kembali ke kamar Opa.


Fian tiba di kamar ,


Opa Lendra : " Jadwalkan saya besok ke dokter mata , kayaknya saya terlalu lelah hari ini. kita kembali ke Jakarta besok dan kosongkan jadwal saya untuk istirahat "


Fian : "Siap , pak "


Bima : "Opa , baik-baik saja ? Apa perlu saya panggil dokter sekarang , Opa ?"


Opa Lendra : "Gak usah Bim, kayaknya Opa kurang istirahat saja. Opa akan segera tidur agar lebih enakan ... Bima juga harus pulang istirahat yah "


Bima : "Kalo gitu Bima pamit pulang , Opa. Kalo ada sesuatu ...Opa hubungi Bima yah, Fian ...? "


Opa Lendra mengangguk sambil memejamkan matanya , Fian mengiyakan kata2nya Bima .


Bima kembali turun ke pub , dia melihat Romi ada di depan .meja bar sambil memandang lurus ke arah panggung .Matanya mau keluar rasanya melihat Virna seolah akan ditelannya hidup-hidup.


Bima duduk di belakang sambil mengawasi gerak gerik Romi .

__ADS_1


__ADS_2