
Bima bergegas mencari Virna
Sampai di ruangan Virna , Bima melihat gadis itu sedang duduk di kursinya sambil.bersandar dan memejamkan matanya ....cantik sekali hhhmmm
Bima : "Virna ..."
Virna : " Eh iya ..iya pak Bima "
Bima : "Kenapa kamu tidak ke ruang makan ?"
Virna : "Saya Masi menetralkan jantung saya sesudah presentasi yang menegangkan di depan orang penting semua ,. pak "
Bima : " Selamat ya, kamu melakukannya dengan sangat baik. Saya yakin kamu semakin sukses ke depannya asal selalu belajar dan tidak patah semangat , oiya Pak Syailendra mencarimu. beliau ingin ngobrol denganmu . Ayo kita kembali ke ruang makan "
Virna : "Baik Pak "
Di ruang ramah tamah terlihat ramai . Meja2 makan dipenuhi undangan makan para petinggi kedua perusahaan yang sudah resmi bekerjasama .
Di meja paling ujung atau meja utama terlihat para petinggi tertinggi di kedua perusahaan itu . Bima berjalan kesana , diikuti oleh Virna yaha berjalan dengan ragu .
Virna merasa meja itu khusus para bos besar dan Virna tidak mungkin berada di sana ataupun dipanggil kesana . Pasti ada kesalahan ...
Bima : "Virna, kamu kesini juga "
Virna : " Eh ...saya ...duduk disana saja Pak "
Bima : " Tidak kamu duduk disini saja "
Opa Lendra : "Kamu duduk disini nak, samping Opa "
Virna : "Oh eh ..." ada apa ini ? waduh ...saya harus tenang deh ...apa ada yang salah tadi yah ?? Virna berpikir keras ..
Opa Lendra : " Kamu tadi sudah melakukan presentasi dengan bagus jadi opa dan yang lain2 disini ini ingin tau lebih tentang kamu nak "
Virna : " Baik , Pak " Virna mengambil tempat duduk kosong di antara Bima dan Opa Lendra
Opa Lendra : " Siapa namamu nak ?
Virna : "Virna , Pak "
Opa Lendra : "Dewa, bukakah dia mirip Kania ?"
Dewa yang sedari tadi memandang tiada henti ke Virna gelagapan ...
Dewa : " Eh ah ...iya om ada miripnya sama mendiang tante Kania , kalo diperhatikan "
__ADS_1
Bima : "Opa sangat memuja istri yah , pasti Oma Kania sangat cantik "
Opa Lendra : "Bukankah gadis ini juga sangat cantik , Bima ? Bagaimana menurutmu ?"
Bima menggaruk dahinya yang tidak gatal sambil menarik sudut bibirnya
Bima : " Eh iya ...iya Opa "
Opa Lendra : "Hahahahaha , Opa juga pernah muda Bima , matamu sangat jujur hahahaha "
Opa Lendra : "Kamu tinggal dimana nak ? Dan kuliah dimana?"
Virna : "Eh iya Pak ..."
Opa Lendra : "Panggil Opa "
Virna : "Oh iya ...Opa , saya kuliah di Universitas BSP , sementara ada di program beasiswa full , jurusan Manajemen Bisnis "
Dewa : "universitas yang bagus dan jurusan yang bagus , nak . Kalo masuk program beasiswa disitu artinya kamu berprestasi dan nilaimu tinggi, pertahankan yah "
Virna : " Alhamdulillah saya berusaha , Terimakasih Pak "
Opa Lendra : " Kamu sopan sekali nak, mamamu pasti mendidikmu dengan sangat baik , apa kamu tidak ingin meneruskan sekolahmu sampai S2 ? di luar negeri misalnya ? Andai kamu dapat beasiswa ?"
Virna : " Wah ...S2 mungkin cita-cita jangka panjang saya Pak , mungkin kelak saya akan memikirkannya tapi untuk saat ini belum "
Virna : " Untuk saat ini saya belum mengajukan diri untuk itu, Pak. Masi banyak yang harus dikerjakan untuk saat ini, kewajiban ...."
Opa Lendra : " Kamu kan masi gadis , kok sudah punya kewajiban yang sepertinya berat ???? apa itu ?"
Virna : " Kewajiban anak membantu orangtua saja ,pak. Mama saya single parent jadi saya tidak mungkin meninggalkannya jauh " ucap Virna sambil tersenyum lembut ke opa Lendra
Opa Lendra :"hhhmmmm ...baiklah . Masuk akal juga sih , ok makanlah nak, kamu aku ajak ngobrol terus sampe tidak sempat makan "
Virna : " Bole saya makan bersama teman-teman team saya , pak ? mohon ijin ? "
Opa Lendra : " Oh ,. baiklah silahkan ..., lain kali kita ngobrol lagi yah "
Virna menyetujui usul Opa Lendra dan berpamitan kepada semua yg ada di meja itu .
Dewa : "Opa sangat tertarik pada Virna yah Mau dijadikan cucu angkat ya? "
Opa Lendra tersenyum simpul : "Kalo dia cucuku , apa kamu mau kujodohkan dengannya , nak ?" ujarnya sambil menoleh kepada Bima
Bima : " Eh ...kok jadi bicara jodoh ?"
__ADS_1
Dewa : "Jawab saja nak "
Bima : " Kalo saya setuju apakah dia bisa berubah jadi cucu Opa ?
Opa Lendra : "Kamu sangat menyukai gadis itu, aku tau . Masalah cinta gak perlu sembunyi dari Opa hahahaha "
Bima tersenyum keki .
Bima : "Bima gak perlu bohong Opa , malah Bima sdh hafal data pribadinya hehehhe "
Opa Lendra : "Oya ??, siapa orangtuanya ?"
Bima : " Ibunya bernama Ferrananda dan ayahnya bernama Dimasetya Mahendra."
Dewa yang sedang minum langsung tersedak
"Uhuk...uhukkkkk...!!! Apa kat...ttaamu Bima ?"
Bima : "Kenapa Pah ? itu nama orangtuanya Virna "
Dewa melihat ke arah Opa Lendra ...tajam
Dewa : " Om....om...om baik-baik saja ????
Opa Lendra : " Aku sudah tau , Dewa ? sekarang sisa meyakinkan semuanya tapi jangan tiba-tiba, nanti anak itu mahal tertekan "
Bima : "Ada apa Pah, opa???" Kenapa dengan orang tuanya Virna ?"
Opa Lendra : "Kita bahas nanti nak "
Dewa pulang ke rumah dengan tergesa , ingin mengabarkan ke istrinya tentang berita yang baru didengarnya
"Assalamualaikum ..."
Indira : "Waalaikumsalam...Papa sudah pulang ?, papa mau langsung makan?"
Dewa : " Ma , tebak berita apa yang saya dapatkan hari ini ?"
Indira : "Berita apa pa? jangan main tebak-tebakan deh "
Dewa : "Virna anaknya Fera dan Dimas "
Indira : "Masya Allah , dari mana papa tau ? dimana Ferra sekarang pa? aku mau ketemu sahabatku , pa" Sambil menahan tangis Indira memegang lengan suaminya
Dewa : " Aku juga belum tau ma , tapi aku rasa Bima dan Adis tau "
__ADS_1
Indira : "Dimana mereka Pa, aku harus ketemu Ferra ...yaaaa Allah kemana saja dia selama ini ? Apa yang terjadi padanya dan anaknya "