DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN

DANCING QUEEN & PRESDIR TAMPAN
Mulai terhubung


__ADS_3

Opa Lendra menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki kehidupan Virna . Ada sesuatu yang ingin dia berikan kepada gadis yang mirip dengan almarhumah istrinya . Mungkin karena obsesi itu ataupun karena kerinduannya pada cucu perempuan yang tidak pernah dimilikinya.


Opa Lendra : "Kamu harus dapatkan semua informasi mengenai gadis itu !" perintahnya kepada seseorang . Mungkin aku akan menawarkan beasiswa utk dia melanjutkan sekolah ke luar negri dan kelak memberikan karier di perusahaanya . Kuat sekali keinginan untuk lebih memberikan kebahagiaan kepada gadis itu, apalagi dia mengatakan ayahnya meninggal saat di kecil dan berdua ibunya gadis itu berusaha keras bekerja untuk kuliah .


Seseorang datang membawa berkas lengkap ke mansion Opa Lendra .


"Suruh dia masuk " Opa Lendra berkata


"Haiii Roy ....akhirnya aku berjumpa denganmu lagi. Aku hanya ingin pekerjaan ini dilakukan oleh profesional karena aku tidak mau salah informasi."


Roy si detektif swasta : " Siap , Pak. aku selalu memberikan yang terbaik "


Opa Lendra : "15 tahun kamu di luar negeri , aku tidak menemukan penggantimu . Sekarang aku yakin aku dapat informasi akurat "


Roy : "Anda bisa lagsung membacanya dengan syaraf jantung anda dalam keadaan sehat , Pak. Bagaimanapun aku teman anak anda , pasti aku ingin anda tetap sehat "


Opa Lendra : " Informasi apa begitu berat harus aku terima , kasus yang aku berikan hanya kasus kecil untuk kamu. Dapatkan informasinya . Kau hanya tidak ingin membantu orang di posisi yang salah . itu saja. Dan aku dalam keadaan sangat sehat "


Roy : " Ok Pak, anda bisa langsung membacanya "


Opa Lendra sangat penasaran dengan informasi yang akan dia baca . Dia heran kenapa Roy sepeduli itu dengan jantungnya. Memangnya sehebat apa informasi ini bisa mengguncangkan jantung .


Wajah Opa terkesiap kaget membaca halaman pertama informasi itu . dia bahkan sampai menutup mulutnya . Selanjutnya ekspresi haru , sedih, senang , bahagia terpancar di wajahnya sementara membaca berkas itu .


Opa Lendra menangis ...


Roy: " Pak , anda berjanji akan baik-baik saja "


Opa Lendra : " Roy , andai kamu ada 15 tahun yang lalu . mungkin keadaan ini bisa kita cegah" hiks ...hiks hiks tangisnya .


Roy : " Ingat kesehatan anda ...jangan terlalu larut dalam pikiran berat pak "


Opa Lendra : "Dimas sebegitu bencinya pada keluarga , sampe kamu juga tidak memberikan informasi sepenting ini ..." ujarnya sedih


Aku akan segera kembali kekota itu ..


----####---


Bima sangat sibuk dengan semua proyek yang mulai berjalan, semua membutuhkan konsentrasi penuh dari proses awal pengerjaan , dan semua tidak lepas dari kesolidan team perencaaan dan team pelaksanaan . Bima tidak ingin proyek sekecil apapun kacau karena semua akan berimbas pada proyek selanjutnya dan kredibilitas perusahaan di mata nasional maupun internasional.


Ari : " Bos, tinjauan ke lokasi proyek apa mau discedulkan mulai Senin Minggu depan ? Beberapa proyek di luar pulau juga menunggu jadwal kunjungan kerja . Beberapa proyek sudah menuju rampung sekitar 70-80%."


Bima : " Email ke saya laporan sampe saat ini, agar saya bisa memutuskan kita kunjungan kemana dulu "


Ari : "Baik , Bos "


Virna : "Maaf Pak. Berkas untuk proyek di Lombok sudah saya kirim ke email Bapak, ini ada surat undangan pameran pembangunan untuk perusahaan dari Pemda Propinsi X , Pak '


Bima : " Letakkan disitu ,Virna . Sebentar kamu selesaikan berkas yang tadi saya kirim ke email kamu, untuk meeting lusa . Coba kamu persiapkan untuk presentasi "


Virna : "Sa..sayyaa Pak??? Bagaimana....saya belum pengalaman ...hhuuff" gugup sekali Virna . Pasti bosnya salah sebut nama


Virna : "Maksud bapak pasti Mas Ari atau Mbak Sarah ya ?


Bima : "Telinga kamu sehat kan ???"


Virna : "Se..sehat Pak "


Bima : "kerjakan !" datar dan tegas Bima bicara .

__ADS_1


Virna 'Ini bos es balok dengar Ndak sih , aku tuh blom pernah presentasi di perusahaan manapun , maggang aja baru sekarang hhhuuhh... bagaimana ini yaahh ...aduuh ..kayaknya aku salah masuk ruangan deh . harusnya tadi yang antar undangan ke dalam, mbak Sarah saja hheughhh....


Bima , Aku akan melatihnya secara tidak kelihatan untuk lebih membuatnya maju di bidang bisnis . Gadis ini sangat cerdas , pasti bisa mengatasi tantangan yang aku berikan .


Di tempat lain, seorang lelaki tua baru mendarat di kota itu dengan pesawat pribadinya .


Matanya berbinar cerah dengan bayangan kebahagiaan yang baru saja dia ketahui dan segalanya akan merubah kehidupannya sejak hari dia mendapatkan informasi tentang gadis itu . Permata yang hilang , itulah pemikirannya .


Di perusahaan Bima ...


Virna telah merampungkan semua perkerjaan nya dan jam kerja juga hampir berakhir . Dia menunggu sampe bosnya keluar ruangan untuk menanyakan tentang tugas yang akan dia kerjakan , dia tidak mau mengganggu pekerjaan bosnya sebelum selesai .


Sarah : "Virna , aku pulang duluan yah. Masi ada yang kamu kerjakan? Lanjutkan besok saja kalo tidak terlalu mendesak"


Virna : " Sudah mbak, sebentar lagi saya juga pulang, saya bereskan meja dulu "


Sarah : " Ok, byee..."


Virna melambaikan tangannya


Bima masi memeriksa email-email masuk dari beberapa proyek di luar daerah yang harus dia periksa hari ini juga . Ari sudah menyerahkan berkas terakhirnya yang sisa ditandatangani Bima .


Ari : " Masi ada yang harus saya kerjakan bos ? ini berkas silahkan ttd bos? Ijin pulang kalo sudah tidak ada tugas untuk saya " katanya sambil tersenyum.


Bima : "Simpan saja disitu , Ari . Aku selesaikan dulu semua ini , agar bisa langsung diproses di sana , setengah jam lagi saya selesai. Kamu duluan saja, ok "


Ari : "Ok , bos. Jangan terlalu capek , weekend nih bos . Gak jalan nih hehehehe, makanya jangan jomblo biar ada rencana weekend ....Uuppss joke bos "


Bima : "Aku akan fitness sebentar , besok pagi mau golf sama teman2 pengusaha muda . Minggu pagi jogging lanjut fitness....cukup sibuk kan weekend saya " jelas Bima gamblang


Ari : "Waduh kesibukan tanpa kasih sayang ...kering bos !!!! hahahahah "


Ari : " Wah kena dehh...., ok bos saya duluan ..."


Bima : "ok "


Virna menunggu Bima tidak juga keluar dari ruangannya , dengan ragu-ragu dia mendekat ke pintu . karena dia melihat Ari sudah pulang sendiri , artinya Pak Bima masi di ruangan . Kalo ditunggu entah kapan bosnya selesai . Virna masi ingin tau banyak tentang pekerjaan yang ditugaskan padanya , dia tidak mau melakukan kesalahan sedikitpun . akhirnya dia memutuskan masuk ke ruangan bosnya .


tok...tok...tok


"Masuk "


Virna : " Maaf Pak , mengganggu "


Bima : " Ya.....ada apa " Bima mengangkat wajahnya dan mengernyit di balik kacamatanya .


' Aduh tampan sekali kalo dia lagi begitu, tampan +++...upps otakku kayaknya wajib dicuci ...Virna memandang bengong Bima .


"eh ..oh..eh ...saya mau tanya lebih jelas tentang tugas yang harus saya kerjakan , Pak "


Bima : "Kamu tunggu disini 15 menit, saya selesaikan dulu ini. Setelah itu kita bicara "


Virna : "Iya Pak " dia duduk di sofa set di depan meja Bima , dia duduk di sofa yang lurus menghadap meja kerja Bima . Dia bisa melihat mahluk cakep itu bekerja ....Virna melihat sisi lain cowok tampan di depannya yang bertambah terus nilai dan peringkatnya menurut penilaian Virna .


Bima : "Saya memang tampan ,tapi gak perlu terpesona begitu melihat saya" sambil tetap bekerja Bima menyindir Virna


Virna : "Eh ah maaf Pak saya melihat lukisan di belakang bapak kok , salah paham deh kayaknya Bapak " mengelak dengan indah wkwkwkwkw


Beberapa menit kemudian, Virna bersandar sambil terkantuk2 dan akhirnya tertidur bersandar di sofa tempatnya duduk .

__ADS_1


Bima sudah menyelesaikan pekerjaannya dan dia tersenyum melihat gadis itu tertidur di sofa . Bima mendekat dan duduk di sofa samping gadis itu. 'Kamu cantik sekali hhhmmmm ,. kalo tidur begini tetap cantik dan manis ...., semuanya aku suka hhhmmm getar dadaku gak bisa dibendung rasanya .


Bima mendekat ke wajah gadis itu dan meniup telinga gadis itu .


Virna gelagapan dan terbangun kaget, melihat wajah Bima begitu dekat dengan wajahnya dan mata tajam itu, hembusan nafasnya sangat dekat . Wajah Virna menghangat, jantungnya seperti mau meledak, tubuhnya beku ...


Bima : " Sudah bangun ???" sambil menirk wajahnya menjauh


Virna: " Huuufftt " menghela nafasnya sangat berat tapi jantungnya masi berjoged .


Bima : "Kalo ngantuk kenapa ndak pulang saja ?"


Virna : " uh ..eh ..ada yang mau saya tanyakan tentang berkas tadi yang harus saya buat menjadi presentasi meeting , Pak. Maaf merepotkan "


Bima : "Ok, kita sambil jalan yah. Aku sudah lapar "


Virna ; "Oh maaf Pak kalo gitu , saya akan hubungi bapak via telpon atau email aja apabila ada yang saya tanyakan . Maaf megganggu waktu istirahat Bapak"


Bima : "Jam kantor usai Vir, gak usah panggil saya bapak lagi dong. Saya akan bantu tapi temani saya makan malam yah , yuuks "


Virna : "Eh Pak, eh Mas ...."


Bima : "Nah gitu dong , jam kerja usai gak usah terlalu formal "


Virna : "Eh iya Mas , saya temani saja yah karena ini blom malam jadi kayaknya saya belom lapar heheh "


Bima : " Oh iya yah ....kita ke cafe saja biar santai ok "


Virna : "Ok Mas "


Bima : " Kamu simpan motormu saja, nanti aku antar kamu pulang "


Virna ; "Aduh nanti merepotkan, biar saya bawa motor saya Mas"


Bima : "Gak tuh ...Yook , biar pak Amin dan Pak Boni bawa motormu pulang "


Mereka naik mobil Bima menuju cafe milik keluarga Bima . Bima melepas dasinya dan membuka kancing kemejanya , kemudian menggulung lengan kemejanya sampe ke siku. Virna memperhatikan dan menahan hatinya . 'Mahluk tampan ini kenapa semakin membuatku terpesona sih. Aduh gak sehat dekat dia ....berasa aerobic peak season nih .


Bima : "Sudah jangan terpesona terus , nanti jatuh cinta loh "


Virna : " Aaahh , Mas Bima sangat percaya diri yah "


Bima : "Itu hal wajib untuk bisnisman"


Virna hanya tersenyum dan mencoba menyembunyikan tingkah kikuknya


Cafe yang cukup unik dan nyaman mereka masuki , mereka melihat banyak space yang nyaman untuk keluarga dan ada pula beberapa kumpulan anak muda seperti mengerjakan tugasnya di pojok yang nyaman . ada juga space untuk pasangan yang privasi tapi tetap terlihat nyaman ...


Virna :"Saya belum pernah ke cafe ini , Mas . Bagus yah "


Bima : "Oya ??? iya lumayan nyaman disini . kita ke ujung sana ada space yang nyaman untuk membahas sesuatu "


Bima mengajak Virna duduk di tempat yang ada di depan kolam ikan kecil yang airnya gemericik nyaman .


Virna : "Aduh nyamannya disini , kapan-kapan aku ajak teman kesini deh , Mas Bima tau aja tempat yang nyaman begini. Biasa sama pacar kesini ya ? " ceplos Virna


Bima : " Syukurlah kalo bagus, iya bisa ajak teman ksini . Pacarku blom pernah aku ajak ksini "


Virna : "Oya , kok bisa . Memangnya kalo pacaran biasa kemana Mas, nonton ? ngemall? kalo saya lebih suka suasana begini ? hehehe"

__ADS_1


Bima : "Jadi kamu biasanya kalo pacaran selalu ke.cafe ???" tanya Bima sendu


__ADS_2