Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Pertemuan


__ADS_3

" Aku tidak peduli … jika seandainya dia bisa membuat adik ku seperti ini maka apa salahnya jika aku membuatnya lebih terpuruk dari pada apa yang adikku rasakan. Dan lagi jika adik ku menganggap ku tidak ada,maka akan aku buat Jenderal Valdo itu tidak bisa melihat dunia ini lagi!" tegas Ivan dengan rasa dendam dan kebencian yang menyelubungi hatinya.


" Jika adikku menganggap dirinya sudah mati maka akan ku buat Jenderal Valdo itu mati di hadapannya." Timpalnya lagi yang membuat Jefri sedikit takut dan juga khawatir mendengar perkataan Ivan itu.


" Tapi Ivan,dia adalah seorang Jenderal dan saat ini kita hanya karyawan biasa … ." Lirih Jefri kepada Ivan karna mengingat status mereka saat ini yang tidak layak untuk bertemu dengan Jenderal Valdo.


" Haa!menurut mu apa?apakah kau lupa dengan prinsip ku Jefri … bahkan pemerintah sekalipun akan ku lawan demi menegakkan keadilan. Aku tak memandang status yang dia miliki ataupun pangkat apa saja yang sudah di raih nya,yang ada dipikiran ku saat ini hanya datang dan menegakkan keadilan di depan wajahnya!" tegas Ivan dengan keyakinan kepada prinsipnya sendiri.


" Ohh iya aku lupa tentang itu,Ivan tak pernah memikirkan pangkat tingkat dan kasta yang dimiliki oleh orang lain. Jika seandainya orang itu bersalah maka akan tetap bersalah di mata Ivan dan jika seandainya seorang pembunuh yang membunuh orang demi menegakkan keadilan maka itulah kebenaran yang dianggap oleh Ivan,walaupun di mata orang ramai itu tidak baik." Batin Jefri mengingat tentang ketegasan Ivan dan prinsipnya.


" Jadi Jefri … kau ingin ikut denganku atau kau tetap tinggal disini?" tanya Ivan kepada Jefri yang sedari tadi hanya terdiam.


" Baiklah aku akan ikut dengan mu," ujar Jefri mengiyakan ajakan Ivan.


" Hmm … aku ikut karena aku penasaran dengan Jenderal Valdo itu,sepertinya nama itu tidak asing bagiku. Ditambah lagi aku takut kau membuat kerusakan yang seharusnya tidak kau buat." Batin Jefri yang sedikit penasaran akan sosok yang bernama Jenderal Valdo dan juga khawatir dengan apa yang akan di lakukan Ivan nanti.


Ivan dan Jefri pergi menaiki mobil menuju ke markas militer. Sesampainya Ivan dan Jefri di markas militer,Ivan pun langsung menerobos pintu gerbang. Seluruh anggota militer yang melihat kedatangan Ivan dan Jefri di markas mereka pun bingung dan juga terheran heran.


" Hey lihat itu,bukankah itu Jenderal Ivan dan Letnan Jenderal Jefri kaki tangan dari Jenderal Ivan. Kenapa mereka datang kemari bukankah ini suatu kejutan," ujar mereka semua sembari melihat ke arah Ivan dan juga Jefri yang berada di pintu gerbang markas militer.

__ADS_1


Toni dan Arya yang melihat keributan yang terjadi itu pun langsung mendatangi tempat keributan itu,dan melihat ada dua orang pria yang belum pernah dilihat oleh mereka.


" Siapa mereka berdua?" tanya Toni kepada Arya sembari melihat kearah Ivan dan Jefri.


" Aku tidak tau, mereka begitu heboh sampai-sampai mereka ketakutan,ada apa ini sebenarnya," ujar Arya yang bingung dan heran melihat tingkah laku anggota militer itu disaat melihat sosok Ivan dan Jefri.


" Bagaimana kalau kita mendatangi mereka,karena mereka masuk tanpa izin," ucap Toni sembari mendatangi Ivan dan Jefri yang berada di depan pintu gerbang markas militer.


" Siapa kalian?kenapa kalian masuk tanpa izin,tidak ada seseorang pun yang membenarkan kalian untuk masuk," ucap Toni kepada Ivan dan Jefri yang menerobos tanpa izin masuk apapun.


" Ohh benarkah … tapi kulihat penjaga yang menjaga pintu gerbang itu membiarkan kami masuk walau tanpa izin sekalipun," kata Ivan sambil menunjuk penjaga gerbang markas militer itu.


" Hah!apakah kalian berdua bodoh. Dua orang yang seperti kami ini tidak terlihat oleh mata … berpikirlah dengan jernih!" tegas Jefri kepada Toni dan Arya karena Jefri merasa bahwa mereka tidak memiliki sopan santun sama sekali kepada seseorang.


Melihat kejadian itu salah satu anggota militer mendatangi Toni dan Arya,dan membisikkan sesuatu kepada mereka.


" Kolonel Toni Kolonel Arya apakah anda tidak tau … oh benar juga mungkin saja anda tidak tau karena kejadian ini sudah sangat lama,sebenarnya mereka berdua adalah mantan Jenderal dan Letnan Jenderal di markas militer ini," ujar salah seorang anggota militer kepada Toni dan Arya.


Mendengarkan hal itu sontak membuat Toni dan Arya terkejut mendengar nya. Ivan dan Jefri pun pergi menuju mes Valdo dan tidak memperdulikan Toni dan Arya.

__ADS_1


Sesampainya mereka di depan pintu mes nya Valdo,Ivan pun dengan tidak sabarnya langsung menunjang pintu mes nya Valdo sampai pintu itu terlepas dan sembari berteriak memanggil nama Valdo." JENDERAL VALDO DIMANA KAU KELUARLAH,JANGAN SUKA BERSEMBUNYI!!" teriak Ivan memanggil sosok yang bernama Jenderal Valdo itu di dalam mes nya.


" Baiklah mari kita lihat siapa dia … ." Batin Jefri sambil menantikan sosok yang bernama Jenderal Valdo tersebut.


Valdo yang mendengar teriakan itupun terheran heran." Siapa yang memanggil ku sampai seperti itu,bukankah aku sudah mengatakan kepada Toni dan Arya bahwa aku tidak ingin di ganggu. Dan sekarang lihat, heh … memang aku harus menyelesaikannya ini sendiri." Batin Valdo penasaran dengan orang yang memanggil nya dengan nada seperti itu.


Ketika Valdo ingin mengecek keluar,tiba-tiba Ivan dan Jefri sudah masuk kedalam mes nya dan berhadapan langsung dengan Valdo.


" Ehh … bukankah dia … ." Batin Jefri yang tidak asing dengan sosok yang berada di hadapan mereka itu.


" Ohh jadi kau yang bernama Jenderal Valdo,tidak ku sangka hanya wajahmu saja yang tampan tetapi tidak dengan perilaku mu,bahkan kau tidak bisa menghargai orang lain. Kau bahkan mengungkit sesuatu yang seharusnya tak kau ungkit," kata Ivan merendahkan sosok Jenderal Valdo yang berada di hadapannya itu.


" Ini …!" Batin Valdo yang sedikit terkejut melihat sosok yang berada di depan mata nya itu yang tidak lain dan tidak bukan ia adalah.


" Senang bertemu dengan anda senior," ucap Valdo sembari memberi hormat kepada Ivan. Ivan yang tidak mengetahui apa apa itu terkejut dengan perkataan yang di lontarkan oleh Valdo .


" Senior … apakah dia Valdo,orang yang sangat di sukai oleh mu Ivan?" tanya Jefri yang terkejut melihat sikap Jenderal Valdo itu di hadapan Ivan.


" Hahh … orang yang sangat ku sukai Valdo … ohh apakah dia orang yang mengetahui tentang kejahatan pemerintah itu," ujar Ivan sambil mengingat kembali sosok orang yang ia sukai bernama Valdo.

__ADS_1


" Ya kau benar,dialah orang yang menyelesaikan misi itu. Dan dia juga adalah orang yang kau selamatkan di misi itu," jawab Jefri mengiyakan perkataan ivan.


__ADS_2