
Anggi dan Chika bergegas pergi menuju rumahnya Olivia. Sedangkan Ivan yang sedang menunggu Jefri masih berasa sedih dan kecewa atas perilaku Valdo sang junior nya yang telah di anggap nya sebagai adik nya sendiri itu.
" Anggi … aku tau kau akan pergi kemana, maka dari itu aku mohon jika kau sampai disana buatlah dirinya tenang walaupun sebentar, karena aku disini merasa gagal menjadi seorang kakak." Batin ivan yang merasa sedih dengan dirinya sendiri karena ia merasa telah gagal menjadi seorang kakak bagi Olivia.
Tidak berapa lama Jefri pun datang. Ivan berkata," Kau sangat lama Jefri, apa yang kau katakan kepadanya sehingga kau sangat lama," tanya Ivan dengan nada bicara yang seketika berubah menjadi dingin.
" Maaf, maaf … aku tadi hanya memberikan teguran kepada dirinya, baiklah kalau begitu mari kita kembali ke rumah Olivia," jawab Jefri sambil mengajak Ivan untuk kembali lagi ke rumah Olivia.
Jefri dan Ivan pun kembali ke rumah Olivia. Sesampainya mereka di rumah Olivia pun ternyata mereka sampai bersamaan dengan Anggi dan Chika.
" Ivan … kau dari mana?" tanya Anggi kepada Ivan.
" Aku dari markas militer," jawab Ivan singkat.
" Ohh begitu ya … bisakah kau menjaga Chika sebentar aku ingin masuk," ucap Anggi sembari mendatangi suaminya Ivan.
" Baiklah … silahkan saja masuk, di dalam juga ada Fani dan Laura," jawab Ivan sambil mengangguk pelan dan mempersilahkan Anggi untuk masuk melihat Olivia.
" Chika … kamu sama ayah dulu ya, ibu ingin bertemu dengan bibi mu," kata Anggi kepada Chika dengan lemah lembut sembari memegang pelan pipi Chika.
" Humm … iya ibu," jawab Chika di susul dengan anggukan kepala nya.
Anggi pun bergegas masuk ke rumah Olivia, dan di dalam dia bertemu dengan Fani dan Laura yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
" Eh … Kak Anggi kau datang kemari," ucap Fani yang melihat Anggi datang.
" Dimana Olivia?" tanya Anggi kepada Fani dan Laura dengan nada bicara yang khawatir dengan keadaan Olivia.
" Dia berada di dalam kamarnya, kamarnya sudah di tutup dengan lemari dari dalam sehingga tidak ada yang bisa masuk," jelas Fani kepada Anggi memberitahu kondisi Olivia saat itu.
" Kak Anggi … tolong buat Olivia keluar dari kamarnya ini masih bisa di bicarakan dengan baik baik," pinta Laura kepada Anggi.
" Tenanglah Laura … aku akan berusaha," ucap Anggi sembari menenangkan Fani dan Laura untuk tidak khawatir.
Tidak berapa lama Jefri Ivan dan Chika pun masuk ke dalam rumah Olivia.
" Kak Ivan bagaimana, apakah semuanya berjalan dengan lancar? apa yang di katakan oleh Jenderal Valdo?" tanya Fani kepada Ivan tentang apa saja yang di katakan oleh Jenderal Valdo kepada mereka.
" Aku pun tidak tau, bisakah kalian tidak mengatakan hal itu aku ingin tenang sebentar," ujar Ivan sembari pergi melewati mereka dan menuju ke arah kamarnya Olivia.
Jefri pun membisikkan sesuatu kepada Laura dan Fani. Laura berkata," Ohh … jadi seperti itu," kata Laura yang mengerti." Ya … tapi dia membutuhkan waktu sampai dia siap," timpal Jefri.
" Aku tidak menyangka kalau Jenderal Valdo akan melakukan hal itu," ucap Fani yang sedikit merasa sedih dengan apa yang terjadi.
Beralih ke Anggi yang sedang membujuk Olivia untuk keluar dari kamar.
" Olivia keluar lah … jangan terus berada di dalam kamar mu. Kau bisa datang ke pada kami untuk menceritakan segalanya, jangan terus menanggung semuanya sendiri … kau masih ada kami. Olivia, mungkin kejadian itu membuat mu terpukul dan mungkin kejadian itu tidak bisa kau lupakan sampai sekarang."
__ADS_1
" Tapi bukan berarti kau harus menyiksa dirimu sendiri, ingatlah masih ada orang yang bersamamu, masih ada orang yang mengkhawatirkan mu dan masih ada orang yang menyayangimu walaupun bagi dirimu mereka tidak ada. Jangan menganggap dirimu rendah sebab kau hebat karena telah membawa pembunuh itu dan menjatuhinya hukuman mati."
" Ingatlah ketika kau ingin mencari cerita baru, dalam sebuah buku maka kau harus membaliknya agar kau tidak penasaran dengan kelanjutan ceritanya,bukan hanya menatap nya dan tidak membacanya. Teruslah membalik lembaran lembaran itu bukan hanya menatap sampulnya." jelas Anggi menyemangati Olivia bahwa semua nya bisa berubah dan bisa membuka lembaran baru yang lebih baik lagi.
Olivia yang mendengar perkataan Anggi yang panjang lebar itupun hanya bisa terdiam dan tidak menjawab apapun.
" Membuka lembaran baru, apakah aku bisa? bahkan ketika orang lain mengungkitnya saja aku sudah menjadi seperti ini, bagaimana aku bisa membuka lembaran baru. sangat sulit bagiku untuk melupakan segala kejadian itu, bahkan sampai detik ini aku masih belum bisa melupakannya, bagaimana aku bisa membuka lembaran baru? terkadang mulut orang lain suka bercanda." Batin Olivia yang menertawakan dirinya sendiri.
Olivia pun berjalan menuju pintu dan mulai menggeser lemari yang menutupi pintu kamar nya itu, setelah ia menggeser lemari itu ia pun mulai membuka pintu dan bertemu dengan Anggi. Ketika itu Ivan dan Chika pun sampai.
" Sudah … apakah kau sudah selesai berbicara? jika sudah kalian semua sebaiknya keluar dan tinggalkan aku sendiri di dalam rumah ini," ucap Olivia sembari melihat mereka semua dengan tatapan yang kosong seperti orang yang tidak memiliki harapan.
" Olivia akhirnya kau keluar juga dari kamar mu," kata Ivan yang lega akhirnya Olivia mau keluar dari kamar nya.
" Aku tidak butuh candaan lagi, aku minta kalian semua keluar dari rumah ku dan jangan pernah datang kemari lagi!" tegas Olivia dengan nada bicara nya yang dingin.
" Ayah … apakah bibi baik baik saja?" tanya Chika kepada Ivan.
" Bibi mu baik baik saja, dia hanya mempunyai banyak masalah," jawab Ivan kepada Chika.
" Jika seandainya aku keluar dari rumah mu maka kau harus memikirkan perkataan ku lagi berpikirlah, kalau begitu aku permisi," ucap Anggi kepada Olivia yang kemudian pergi dari sana.
" Anggi apa yang kau rencanakan … tidak masalah apa yang kau rencanakan maka aku akan mengikuti nya." Batin Ivan yang mendukung rencana dari istrinya itu.
__ADS_1
Anggi Ivan dan Chika pun turun lalu memberitahukan kepada semuanya untuk keluar dari rumah Olivia. Laura Jefri dan Fani tidak menentang apapun mereka pun keluar, di luar Anggi pun mengatakan sesuatu kepada mereka semua.
" Sebaiknya kita semua jangan mendatangi nya untuk beberapa hari ini, karena dengan begitu mungkin dia akan menjadi lebih baik dan tidak ada yang harus memberitahukan ini kepada siapa siapa, kita hanya cukup membiarkan dia beberapa hari dan memberikan ketenangan untuk dia berpikir." Anggi menjelaskan kepada mereka semua untuk tidak mendatangi Olivia agar ia bisa berpikir dengan jernih dan tenang.