
"Tidak Jenderal Valdo tidak datang, dia hanya menyuruh kami untuk mengantarkan mu pulang," ujar Fani melihat Olivia.
"Emm' Nona Olivia kalau boleh saya jujur seperti nya Jenderal Valdo menjauhi anda, apakah anda dan Jenderal Valdo mempunyai masalah?" tanya Toni penasaran kenapa Valdo menghindari Olivia.
"Tidak, kami tidak mempunyai masalah. Kalau begitu aku permisi, aku akan masuk ke dalam kamar ku untuk beristirahat." Mengatakan itu Olivia beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju kamar nya meninggalkan semua orang yang sedang berada di ruang tamu.
Setelah Olivia masuk ke dalam kamar nya, ia lalu berbaring di ranjang nya sambil memegang ponsel dan menelpon pemilik Cafe.
"Drrtt β¦ drrtt β¦ drrtt β¦" Mendengar ponsel nya yang berdering pemilik Cafe mengangkat panggilan telpon tersebut. π"Olivia ada apa kau menelpon?apakah kau terlambat untuk pergi bekerja hari ini?" tanya pemilik Cafe.
π"Maafkan saya, tapi hari ini saya sedang tidak enak badan. Apakah saya boleh mengambil cuti selama dua hari?"
π"Ohh apakah kau sedang sakit? kalau begitu jangan memaksakan dirimu, beristirahatlah jaga dirimu baik-baik."
π"Hmm' baiklah terima kasih."
Olivia lalu mematikan sambungan telpon nya, ia menutup matanya dengan tangannya. "Kau menyelamatkan ku hari ini dan aku berterima kasih tetapi kenapa kau tak ingin berbicara dengan ku, apa yang salah dengan mu? hmm' apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya kepada mu tentang perasaan ku saat ini. Huhh β¦ mungkin aku akan memberi tahu mu besok."
****************
Sore harinya Valdo yang saat ini berada di ruang kerja nya di markas militer ingin beranjak pergi dari situ dan kembali ke mes nya, di tengah perjalanan ia menuju mes nya tiba-tiba ia di telpon oleh seseorang. Melihat nama orang yang menelpon nya ia pun mengangkat nya dan melanjutkan perjalanan kembali ke mes nya.
π"Ada apa kau menelpon ku?"
π"He' tidak ada, hanya saja aku ingin bertanya kau sempat menyelamatkannya?"
π"Kau! berani juga kau mengatakan itu kepadaku, kau bosan hidup!" geram Valdo kepada nya.
π"He' maafkan aku, bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan kepadamu kalau mereka sudah kembali tetapi kau masih dalam kebimbangan untuk menyerahkan wanita itu kepada mereka."
π"Berhentilah berbicara, aku tidak suka kau mengatakan hal itu."
π"Baiklah mungkin hanya karena itu aku menelpon mu, sampai jumpa 2 tahun kemudian." Ia langsung mematikan sambungan telpon.
__ADS_1
Valdo melanjutkan perjalanan menuju mes nya, ketika dia sudah masuk kedalam mes nya ia langsung duduk di sofa. "Huft β¦ maafkan aku Olivia seperti nya aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan mu secara langsung lagi, anggap saja kau tidak pernah bertemu dengan ku." Valdo bermonolog kepada dirinya sendiri meminta maaf akan tindakan nya yang menghindari Olivia.
****************
Keesokan harinya Olivia yang bersiap-siap ingin pergi ke markas militer turun dari tangga dan meminta izin kepada kakaknya. "Kak aku ingin pergi ke markas militer," ucap Olivia kepada Ivan meminta izin.
"Tidak, aku tidak akan mengizinkan mu untuk pergi." Ivan tidak memberikan izin kepada Olivia untuk pergi ke markas militer.
"Kenapa?"
"Karena aku tidak ingin kau kenapa-kenapa! apakah kau tidak ingat kemarin! kau bahkan di culik dengan orang yang bahkan sama sekali kau tidak kenal! dan itu mungkin saja bersangkut paut dengan Valdo, dan kau adalah orang yang mendapatkan balasan nya. Itu pasti karena Valdo maka dari itu berhentilah menemuinya!teriak Ivan kepada Olivia.
Memberitahukan alasannya kenapa tidak mengizinkan Olivia pergi ke markas militer untuk menemui Valdo. "Kenapa! apa hak kau melarang ku! kau tidak punya hak melarang ku untuk pergi!" teriak Olivia balik kepada Ivan.
"Olivia!! hormati aku sebagai Kakak mu!!" teriak Valdo dengan nada suara nya yang semakin meninggi yang membuat Chika melihat perdebatan mereka pun merasa marah dengan Ayahnya yang tidak membiarkan Bibi nya pergi.
"Ayah! kenapa Ayah memarahi Bibi! Bibi hanya ingin pergi bertemu dengan Paman Tampan itu!" teriak Chika kepada Ayah nya.
Melihat itu Ivan lalu melihat ke arah Anggi dan menyuruh nya untuk membawa Chika menjauh dari perdebatan nya dengan Olivia. Anggi menuruti perkataan Ivan dan membawa Chika pergi menjauh. "Ivan!! apa yang kau katakan! berani sekali kau membentak nya seperti itu!" nada suara Olivia meninggi melihat perlakuan Ivan kepada Chika.
"Aku membentak nya seperti itu agar ia mengerti untuk tidak meninggikan nada bicaranya ketika berbicara dengan orang yang lebih tua darinya!"
"Cih! jika aku menjadi dia maka aku akan berkata padamu kalau umur bukan menandakan bahwa dia harus di hormati, jika yang tua ingin di hormati maka hargailah yang muda!"
"He! sebaiknya kau masuk ke dalam kamar mu dan kau tidak boleh keluar."
"Berhentilah mengatur ku Ivan!"
"Olivia! aku mengatur mu karena aku menyayangimu!"
"Jika kau menyayangi ku maka seharusnya kau membiarkan ku pergi!"
"Kenapa kau sangat ingin bertemu dengannya!!" nada Ivan kembali meninggi dengan emosi nya yang bergejolak.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tau!"
"Kalau begitu kau tidak boleh melangkahkan kaki mu keluar dari rumah ini!"
"Kau tak bisa terus mengatur ku!!"
"MAKA DARI ITU APA ALASAN MU UNTUK BERTEMU DENGANNYA!!"
"KARENA AKU MENCINTAINYA!!!" teriak Olivia dengan sekuat mungkin membalas teriak Ivan padanya.
Seketika suasana menjadi hening dan Ivan tidak bisa berbicara apa-apa lagi setelah Olivia mengatakan hal tersebut. "Sudah? kau puas? kau sudah mendapatkan jawaban dariku, maka aku akan pergi." Sambung nya dengan dingin.
Olivia keluar dari rumah dan pergi mencari taksi, tidak berapa lama ia menemukan taksi lalu meminta supir taksi itu untuk mengantarkan nya pergi ke markas militer.
Sedangkan Ivan yang berada di rumah sedikit terkejut dengan jawaban Olivia tadi, Anggi turun lalu mendatangi Ivan yang sedang terdiam. "Ivan, kau baik-baik saja?" tanya nya sedikit khawatir kepada Ivan.
"Ya aku baik-baik saja. Apakah kau mendengar nya Anggi?"
"Ya aku mendengar nya, suara itu bergema hingga aku bisa mendengar nya berulang-ulang kali."
"He' Valdo β¦ kurasa kau mendapatkan seseorang yang sulit untuk di hadapi, jagalah adikku." Ivan tersenyum melihat ke arah luar rumahnya.
****************
Beralih ke Olivia yang sudah sampai di markas militer, ketika Olivia ingin masuk ia lalu di hadang oleh dua orang penjaga gerbang. "Ma-maaf Nona Olivia, anda tidak boleh masuk," ujar penjaga gerbangΒΉ
"Ha? kenapa aku tidak boleh masuk, bukankah kau tau aku siapa," ucap Olivia dengan tatapan dingin kepada dua penjaga gerbang itu.
"Kami tidak bisa membiarkan anda masuk, jika anda terus menerobos masuk maka kami akan menggunakan kekerasan untuk mengusir anda dari sini," kata penjaga gerbangΒ²
...****************...
...Cinta hadir tanpa kita ketahui ataupun sadari, karena dia bersifat misterius dan rahasia πππ...
__ADS_1