Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Cinta


__ADS_3

"Apakah salah jika aku jauh jauh datang kesini hanya untuk berterima kasih kepadamu." Olivia sedikit kesal dengan ucapan Valdo yang mengatakan bahwa dia hanya datang untuk berterima kasih saja kepadanya.


"Tidak hanya saja aku sedikit bagaimana ya melihat sandal mu itu." Valdo melihat ke arah kaki Olivia yang masih memakai sandal rumahnya.


"Ohh sudahlah, aku hanya ingin mengatakan hal itu. Jika kau tidak menyukainya ya sudah," kata Olivia memalingkan wajahnya dari menatap Valdo.


"Oke oke baiklah, aku menerima ucapan terimakasih mu. Kalau begitu sebaiknya kau pulang sebelum kau dicari oleh kakak mu."


"Tanpa kau beritahu aku juga akan pulang."


Olivia berjalan menuju taksi yang sudah ia katakan untuk menunggu nya sebentar, sebelum ia masuk ia melihat Valdo yang melambaikan tangannya ke arah nya dengan sebuah senyuman manis terpancar dari wajahnya.


Melihat itu Olivia juga ikut membalas lambaian tangan Valdo disertai senyumannya yang manis lalu masuk kedalam taksi. Ketika di dalam taksi Olivia terus memikirkan tentang perasaan aneh yang ia rasakan tadi.


Sampai di rumah ia berjalan masuk ke dalam rumah dan tidak melihat Laura Fani beserta Jefri yang ada disana. "Kakak dimana Fani Laura dan juga Kak Jefri?" tanya Olivia yang tidak melihat Laura Fani dan Jefri disitu.


"Ohh mereka, mereka sudah pulang ketika kau mengejar Valdo," tukas Ivan menjawab pertanyaan Olivia.


"Apa! mereka sudah pulang, padahal aku ingin menanyakan sesuatu kepada Fani dan Laura."


"Hmm' emang apa yang ingin kau tanyakan," timpal Anggi menyambung pembicaraan mereka.


"Ee' tidak, mungkin lain kali saja aku akan menanyakannya kepada mereka. Ohh iya, dimana Chika?"


"Ohh Chika, dia sudah tidur mungkin dia sangat lelah."


"Hmm' kalau begitu aku akan naik ke kamarku," ujar Olivia yang hendak pergi ke arah kamarnya.


"Iya, beristirahat lah," ucap Ivan dengan anggukan kecil darinya.


"Selamat beristirahat dan semoga mimpi indah," kata Anggi disertai senyum di wajahnya.

__ADS_1


Olivia naik menuju kamarnya, setelah sampai di depan pintu kamarnya ia langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidurnya sembari memikirkan perasaan aneh yang ia rasakan ketika bertemu dengan Valdo tadi


"Sebenarnya itu perasaan apa sih, kok kayaknya asing' sedikit membuat ku tersipu bahkan jantungku berdetak begitu kencang. Hmm' apakah aku perlu mencari tahunya di internet."


Olivia mengambil HP nya dan mencari tau perasaan aneh yang ia rasakan tadi, tiba-tiba Olivia terkejut dan langsung melemparkan HP nya tak jauh dari dirinya.


"Tidak, a'apakah memang seperti itu, jika memang seperti itu bukankah dia juga merasakan hal yang sama. Aa tidak mungkin!"


Ia pun berguling-guling di atas ranjang nya itu, lalu ia berhenti di tengah-tengah ranjangnya dengan wajahnya yang ditutupi oleh bantal dan hanya terlihat mata dan hidungnya saja.


"Tapi … apakah yang dia rasakan juga sama seperti ku, hahh' sepertinya aku harus mencari tau tentang hal ini. Baiklah waktunya tidur."


Olivia mematikan lampu kamarnya dan tertidur pulas, sedangkan HP nya masih menyala, di dalam HP itu tertulis perasaan yang aneh dan membuat jantung berdetak tak menentu dan membuat diri tersipu malu itu adalah perasaan cinta.


****************


Dua minggu pun berlalu Olivia yang tidak bekerja dikarenakan pemilik Cafe di tempat ia bekerja menyuruhnya untuk berlibur, dikarenakan anak pemilik Cafe itu mengalami kecelakaan, jadi karena itu Cafe itu ditutup untuk sementara waktu.


"Eh' ini bukankah mantel yang waktu itu diberikan nya kepadaku, dia mengatakan bahwa untuk tidak perlu mengembalikannya lagi kepadanya, tapi … aku harus tetap mengembalikan ini kepadanya karena ini miliknya bukan milikku, walaupun dia sudah memberikannya kepadaku."


Lalu Olivia pun bersiap siap untuk mengembalikan mantel Valdo, setelah selesai bersiap siap ia turun dan bertemu dengan Anggi dan juga Chika.


"Bibi, Bibi ingin kemana dan tas belanja yang Bibi bawa itu apa?" tanya Chika yang melihat Olivia sangat rapi sambil membawa tas belanjaan.


"Ohh ini, ini didalamnya berisi mantel Valdo. Dan Bibi ingin mengembalikan ini kepadanya."


"Ohhh … ternyata milik paman tampan itu."


"A' ya begitulah." Senyum Olivia yang sedikit canggung mendengar nama panggilan Chika untuk Valdo.


"Jadi apakah kau akan pergi ke markas militer?" tanya Anggi yang sedari tadi sudah mendengarkan pembicaraan Olivia dan Chika. "Apakah kau akan pulang makan siang ini?" timpal nya lagi.

__ADS_1


"Kurasa tidak, aku akan pulang waktu makan malam nanti jadi makan siang ini Kakak dan Chika saja ya, tidak apa apa kan."


"Ya tidak apa apa." Angguk Anggi.


"Yahh' Bibi tidak makan siang bersama kami," ujar Chika dengan wajahnya yang memelas sedih.


Olivia mengusap kepala Chika sembari tersenyum. "Maaf ya Chika makan siang kali ini Bibi tidak bisa makan siang bersama Chika, tapi lain kali kita akan makan siang bersama." Chika pun mengangguk.


Setelah itu Olivia bergegas pergi mencari taksi, tidak berapa lama ia menemukan sebuah taksi. Ia masuk lalu menyuruh supir taksi untuk pergi menuju markas militer.


Di perjalanan Olivia berpikir. huhhh' apakah aku sebaiknya membuat janji dengannya, untuk mengembalikan mantelnya. Hmm' kurasa itu lebih bagus.


Olivia mengirimkan sebuah pesan kepada Valdo untuk bertemu dan mengembalikan mantelnya.


Sesampainya Olivia di markas militer ia melihat ponsel nya dan tidak melihat balasan dari Valdo.


"Kenapa dia tidak membalas sama sekali, biasanya dia selalu membalas pesanku walaupun sedikit lama, tapi kali ini dia tidak membalas sama sekali … apakah dia sibuk. Tapi kata Fani dan Laura hari ini tidak ada misi ataupun latihan. Hahh' kalau begitu aku akan menggunakan cara kedua agar bisa masuk."


Olivia berjalan menuju arah gerbang markas militer, ketika dia ingin masuk ia dihalangi oleh penjaga gerbang. Penjaga gerbang itu berkata,"Apa yang anda lakukan, apakah anda memiliki izin untuk masuk Nona?"


"Tentu saja aku mempunyai izin untuk masuk, aku kemari ingin menagih janji dengan Jenderal kalian yang bernama Valdo."


"Jenderal Valdo? sebelumnya anda siapa, Jenderal kami tidak pernah membuat janji dengan sembarang orang."


"Aku ini tunangannya!" tegas Olivia meyakinkan penjaga gerbang tersebut. "Penjaga ini bukan penjaga gerbang yang kemarin, jadi sedikit susah bagiku untuk masuk kedalam."


"Anda … a'anda tunangan nya Jenderal Valdo." Penjaga gerbang itu gugup ketika mendengar bahwa Nona yang berada didepannya itu adalah Tunangan dari Jenderalnya.


"Ya, kami sudah bertunangan dari kecil."


...****************...

__ADS_1


Bagaimakah keseruan yang akan terjadi selanjutnya, kemana kah Valdo hingga tidak membalas pesan Olivia. mari kita tunggu Bab selanjutnya


__ADS_2