Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Minta Maaf


__ADS_3

Semua orang pun menyetujui pendapat Anggi itu dan mereka pun pergi meninggalkan rumah Olivia. Setelah mereka meninggalkan rumah Olivia, Olivia yang sudah keluar dari kamarnya pun berjalan menuju ruang tamu, dan ia pun duduk di sebuah sofa sambil memeluk erat kakinya.


" Semuanya sudah pergi persis seperti di waktu itu bukannya aku tidak menganggap kalian hanya saja aku ingin kalian pergi agar aku tidak menjadi beban untuk kalian, biarkan beban ini ku tanggung sendiri," ucap Olivia dengan pelan kepada dirinya sendiri.


Tiga hari pun sudah berlalu, Olivia yang masih memikirkan tentang kejadian masa lalunya masih tetap menyendiri walaupun begitu ia mencoba untuk keluar dari rumah dan mencari udara segar.


" Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu Laura dan Fani tidak pernah mendatangi ku lagi, ya seperti itulah yang aku mau … tidak dipedulikan tidak mendapatkan perhatian dan tidak ada kasih sayang karena menurutku aku yang lebih baik menanggung nya sendiri." Batin Olivia yang sedari tadi hanya melamun dan berjalan sampai tiba di sebuah taman.


Dan ia pun duduk di sebuah kursi yang berada disana sambil termenung dengan pikiran yang kosong, sampai ia pun tidak merasa sudah berjam-jam ia duduk disana hingga sore. Hingga ada seorang penjaga taman yang datang menghampiri nya.


" Maaf Nona anda sedang apa ya? dari tadi saya lihat anda duduk disini sudah sangat lama, apa yang sedang anda tunggu?" tanya penjaga taman tersebut kepada Olivia yang melamun.


" Ee … oh apa iya, maafkan saya … saya tidak menyadarinya, kalau begitu permisi," ujar Olivia sambil berdiri dan beranjak pergi dari taman itu meninggalkan petugas taman itu disana.


" Sepertinya nona itu tadi sedang melamun, apakah dia tidak sadar bahwa dia telah duduk disini selama berjam-jam, sudahlah," kata penjaga taman itu sembari melihat ke arah Olivia yang berjalan meninggalkan taman.


Olivia pun berjalan pulang menuju rumah nya dengan pikiran yang masih kemana mana bahkan tatapan Olivia pun terlihat kosong, sampai ketika ia sedikit lagi sampai ke rumahnya ia pun di tegur oleh seseorang.


" Heyy, jika kau terus berjalan dengan tatapan seperti itu kau akan menabrak tiang yang berada di depan mu," sapanya kepada Olivia yang termenung sambil berjalan.


Seketika Olivia pun tersadar dari lamunan nya ketika mendengar suara orang tersebut, dan melihat bahwa ada tiang lampu jalan yang berada di hadapan nya.

__ADS_1


" Ohh iya maafkan saya, terimakasih telah menegur saya," kata Olivia yang sadar dari lamunannya dan melihat tiang lampu jalan tersebut.


" Yaa tidak masalah, ohh iya … ada yang ingin ku bicarakan denganmu," ujar orang tersebut kepada Olivia yang seperti ingin membicarakan sesuatu hal yang penting.


" Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Olivia sembari menoleh ke arah orang tersebut. Dan ketika Olivia menoleh ia sangat terkejut melihat bahwa sosok orang yang menegur nya tadi adalah Valdo.


" Kau! untuk apa kau datang kemari, dan untuk apa kau datang menemui ku!" tegas Olivia yang sangat tidak menyukai kehadiran Valdo disana.


" Kau baru sadar bahwa aku yang menegur mu, heh … pikiran mu itu kau taruh kemana," ucap Valdo sembari berjalan ke arah Olivia dan menyentil kening nya.


" Aduh! apa yang baru saja kau lakukan, perhatikan tangan mu itu!" kesal Olivia kepada Valdo yang tiba-tiba menyentil keningnya.


Seketika Olivia pun merasa malu ketika mengingat hal itu. Olivia berkata," Mungkin hanya kebetulan kau mengingatkan ku!" tegas Olivia yang mengelak dari ledekan Valdo.


" Ohh benarkah … maafkan aku karena mengingat kan mu tadi, seharusnya aku membiarkan mu menabrak tiang lampu itu tadi," ucap Valdo meminta maaf disertai senyuman kecil yang terselip di perkataan nya.


" Dasar kau! eh … tidak kau pasti datang menemuiku bukan hanya suatu kebetulan kan, untuk apa kau menemuiku?" tanya Olivia yang mengalihkan kemarahan nya kepada topik lain.


" Hufhh … akhirnya kau mengerti juga, dari tadi kemana saja arah pikiran mu. Ternyata selain pikiran mu yang kemana mana pendengaran mu juga pergi kemana mana, bukankah dari tadi bahwa aku akan mengatakan sesuatu kenapa kau baru saja sadar," kata Valdo yang meledek Olivia lagi dengan kata kata menyakitkan nya.


" Hahh! sudahlah katakan saja apa yang ingin kau katakan, lalu kau bisa pergi!" kesal Olivia kepada Valdo yang sedari tadi hanya meledek nya.

__ADS_1


" Yaa intinya … aku akan langsung membicarakan ini ke intinya," kata Valdo kepada Olivia yang kemudian disertai tarikan nafas yang lembut dan di hembuskan dengan perlahan.


" Aku minta maaf," ucap Valdo singkat yang seketika Olivia mendengar nya pun merasa bingung dengan perkataan nya itu.


" E … ehh." Olivia terkejut dan sedikit bingung mendengar perkataan Valdo itu.


" Ya intinya itu, aku minta maaf karena … kejadian waktu itu, aku tak pernah membayangkan ekspresi mu akan seperti itu ketika aku mengungkit masa lalumu, awalnya aku berpikir ketika aku mengungkit masa lalumu kau akan marah dan langsung memukul ku, tetapi kau memberikan ekspresi yang tak pernah kubayangkan selama ini."


" Yaa mungkin sedikit terlambat, tapi aku harus tetap meminta maaf atas perkataan ku jadi … maafkan aku," ucap Valdo yang menjelaskan mengapa ia meminta maaf dan juga meminta maaf atas perkataan nya yang menyakiti hati Olivia.


" Tidak perlu minta maaf, yang kau katakan itu benar aku memang tidak bisa menolong temanku sendiri … apa salahnya, aku memang orang yang bodoh karena dirimu aku sadar bahwa lebih baik aku menanggung nya sendiri bukan bersama sama."


" Oleh sebab itu aku memutuskan hubungan ku dengan semua orang baik dengan keluarga ku, teman baik ku, dan bahkan dunia ini. Terimakasih kau membuat ku sadar akan semuanya," jawab Olivia kepada Valdo dengan senyuman yang seperti hujan yang disertai sambaran petir, seperti meminta untuk di datangkan matahari agar ada pelangi di hatinya.


Valdo yang mendengar kata kata itu dari mulut Olivia langsung mendatangi Olivia dan memegang bahunya dengan erat, sambil berteriak dia memarahi Olivia karena kesal akan ucapan Olivia yang baru saja di dengarnya.


" APA YANG KAU KATAKAN OLIVIA! KAU MENGATAKAN KAU MEMUTUSKAN HUBUNGAN MU DENGAN SEMUA ORANG, APAKAH KAU GILA OLIVIA!" teriak Valdo kepada Olivia sembari menyadarkan Olivia atas tindakan yang dia lakukan.


" Semua orang begitu mengkhawatirkan mu … kakak mu, teman temanmu, dan orang orang terdekat mu begitu cemas dengan keadaan mu. Tetapi yang kau katakan kau memutuskan hubungan dengan mereka semua, apakah kau gila. "


" Aku datang kemari meminta maaf kepadamu agar kau bisa berubah, agar kau bisa menjadi lebih baik … bukan malah sebaliknya," jelas Valdo kepada Olivia dengan sedikit menyemangati nya.

__ADS_1


__ADS_2