
"Yaa dia adalah Laksamana Andi orang yang sangat ingin kau ketahui, dan karena ingin mengetahui tentang dia lah kau tertangkap oleh mereka berdua," ucap Valdo menjelaskan.
"Apa, tidak mungkin! aku mengira kalau dia sudah mati!" tegas nya masih tetap tidak percaya bahwa sosok yang di hadapan nya adalah Laksamana Andi yang sudah 5 tahun menghilang.
"Kejam sekali kau mengatakan kalau aku sudah mati, aku hanya menipu dunia ini tentang kematian ku dan mencari informasi tentang suatu eksperimen yang terus di jalankan. Aku menghilang karena aku tau siapa orang di balik eksperimen itu."
"Dan wartawan yang kau cari adalah salah satu orang yang kutitipkan pesan untuk membuat berita itu, tetapi sayangnya dia mati dan aku mengubah rencana ku lagi. Yaa semuanya berjalan lancar hingga kau hadir dan membuat semuanta berjalan begitu cepat lalu aku mengubah rencana ku lagi." Andi menjelaskan kan kepada Olivia dengan detail tentang semuanya.
"Yaa kau mengubah rencana mu dan menjadikan ku sebagai umpan bukan?" ujar Olivia menyela.
"Ternyata kau tidak bodoh juga."
"He' tentu saja."
"Sudahlah sebaiknya kita jangan terlalu banyak berbicara. Seluruh anggota ku telah mengambil posisi mereka jadi hanya Olivia lah yang berada di samping ku, apakah kau sudah melihat kondisi di depan saja Andi?" tanya Valdo menghentikan pembicaraan antara Olivia dan Andi.
"Ya aku sudah melihat nya, di depan sana ada banyak sekali boom tanah termasuk juga jebakan yang terhubung dengan benang, jika kita terkena salah satu tali benang itu maka yang keluar adalah panah beracun. Dan ku lihat racun yang berada di ujung panah itu sangat mematikan."
"Ketika kita sudah melewati boom tanah itu maka ada beberapa penjaga di sana, setiap penjaga menjaga beberapa sisi dengan jumlah 10 orang. Ada yang menjaga sisi Timur, Selatan, Utara dan Barat, jika ingin membunuh mereka secara bersamaan itu pastinya tidak mungkin. Maka dari itu kita harus membuat 4 kelompok."
__ADS_1
"Di setiap sepuluh orang itu mereka mempunyai Wokitoki yang akan menghubungkan mereka ke markas dan memberitahu kalau ada penyusup yang datang, maka aku katakan kepada kalian jangan sampai mereka menghubungi markas mereka."
"Dan setalah membunuh segeralah mencari tempat untuk kita berkumpul lagi, aku hanya bisa mengatakan sampai situ dan sisanya akan ku katakan nanti." Andi menjelaskan segala macam tempat jebakan dan lainnya yang harus di waspadai lalu mengatakan untuk mencari tempat berkumpul kembali setelah membunuh beberapa penjaga yang menjaga kawasan itu.
Valdo lalu menghubungi Toni dan mengatakan apa saja yang berada di depan mereka nanti dan menyuruh Toni mengatakan kepada yang lainnya satu per satu.
Setelah semuanya sudah di beritahukan mereka semua mulai bergerak sesuai yang di katakan oleh Andi mereka sampai di jebakan pertama. Karena sudah di beritahukan kepada Andi mereka berjalan berhati-hati dan melihat di setiap sisi mana saja yang telah di pasang jebakan.
Setelah lolos dari jebakan pertama mereka lalu membuat kelompok untuk menghadapi beberapa penjaga yang berada di Timur, Selatan, Utara dan Barat.
Beberapa orang memilih untuk menghadapi di bagian Barat beberapa orang nya lagi memilih menghadapi di bagian Selatan dan sisanya menghadapi di bagian Timur sedangkan Olivia Valdo dan Andi menghadapi di bagian Utara.
Tetapi informasikan di bagian Selatan sangat buruk hingga menghancurkan rencana kedua, salah satu penjaga di bagian Selatan sempat menginformasikan kepada markas mereka kalau ada penyusup yang datang ke Pulau itu.
Markas yang mendengar berita itu langsung mengerahkan seluruh pasukan nya untuk mencari siapa penyusup itu, Valdo yang tau kalau rencana ini gagal menyuruh seluruh anggota untuk bersiap-siap berperang.
"Di depan sana begitu banyak penjaga dan itu adalah jebakan ketiga, kalian tidak mungkin bisa menghadapi nya maka dari itu jangan mati terlebih kau Valdo. Kali ini Ivan tidak ada dan kau adalah Jenderal nya tetapi adiknya Ivan ada disini, bisakah kau melindungi nya," ucap Andi memberitahukan kepada semuanya dan juga Valdo serta menanyakan Valdo untuk menjaga Olivia.
"Siapa yang membutuhkan perlindungan aku sudah cukup untuk di lindungi, kali ini aku yang akan melindungi yang lain. Kalau begitu aku tidak akan bersama dengan kalian, aku akan pergi ke arah Timur dan bergabung di sana. Kita akan berjumpa lagi Valdo." Olivia meninggalkan Andi dan Valdo lalu berjalan ke arah timur untuk bergabung di pasukan mereka.
__ADS_1
Olivia laku bergabung dengan anggota di bagian Timur dan ternyata di sana ada Laura dan Toni. "Olivia kau disini?" tanya Laura melihat Olivia yang baru saja sampai.
"Yaa, aku akan menunjukkan kepada Jenderal kalian kalau aku tidak selemah apa yang dia pikirkan, dan juga aku sudah bertaruh kepadanya kalau aku akan menembak tepat di kepala orang yang menculik ku waktu itu. Tapi sebelum menembak kepalanya aku akan bertanya beberapa." Tukas Olivia dengan keyakinan diri di setiap perkataan nya.
Musuh pun menemukan keberadaan mereka semua, pertempuran terjadi dengan sangat sengit tembakan kian tembakan terdengar dari dalam hutan, begitu banyak prajurit musuh yang berguguran karena hal itu. Untungnya pasukan Valdo masih belum ada yang gugur ataupun mati.
Pasukan musuh melihat banyak nya anggota mereka yang gugur langsung memberitahukan nya kepada markas dan markas memberikan mereka beberapa peralatan bom dan basoka.
Karena senjata itu ramai anggota militer yang terluka parah, melihat hal ini sudah di luar kendali Valdo lalu memberitahukan kepada markas untuk menyuruh sebagian anggota militer membawa Jet Tempur ke Pulau lantau.
Seluruh anggota bersiap-siap pergi ke Pulau lantau, tidak berapa lama Jet Tempur pun datang. Valdo menginformasikan kepada mereka untuk menembak dengan akurat agar anggota lain tidak terluka, sedangkan sebagian anggota militer yang sedang berperang di informasikan kepada Valdo untuk mengumpulkan orang-orang yang terluka untuk di obati.
Pasukan Olivia maju lebih depan, belum ada salah satupun di antara mereka yang terluka hingga Valdo dan Andi tiba di garis depan. Mereka lalu berkumpul dan melindungi satu sama lain lalu Andi mengusulkan untuk masuk ke dalam markas, Olivia dan Valdo setuju mereka lalu membuat rencana. Setelah rencana di buat mereka mulai menjalankan rencananya.
Rencana berjalan lancar Olivia dan Andi beserta Valdo bisa masuk, sedangkan anggota lainnya tetap berperang melawan musuh yang masih ada di luar.
Di dalam markas itu begitu sunyi. "Tempat ini sangat sunyi, apakah ini tempat penelitian nya?" tanya Olivia sembari berjaga-jaga dengan lingkungan sekitar di dalam markas tersebut.
...****************...
__ADS_1
...Di setiap peperangan akan ada korban yang berjatuhan dan darah merah mengalir seperti sungai neraka......