
"Tidak ada aku menganggap diriku sebagai boom waktu, aku datang kepada dirimu bukan untuk mempercepat segalanya melainkan hanya mengubah sesuatu yang salah hingga melibatkan rencana yang kalian buat, hanya seperti itu dan tidak lebih."
"Jadi jangan menganggap aku sebagai boom waktu mu, aku tidak pernah mau di anggap sebagai boom waktu."
"Nah sekarang kau sudah mendapatkan jawaban diriku, apakah kau akan tetap menjadi ku."
"Tidak, Terima kasi atas penjelasan mu maafkan aku karena aku telah menjauhi my."
"Ya tidak apa-apa, tetapi bukankah kau harus membalas perasaan ku yang baru saja ku ungkapkan.
"Olivia, seorang wanita tidak pantas mengatakan rasa sukanya lebih dulu kepada seorang pria. Jika kau ingin mendapatkan jawaban dariku maka kau harus memenuhi satu syarat."
"Apakah mendapatkan jawaban dari perasaan mu membutuhkan suatu syarat? aku baru tau."
"Syarat nya mudah, kau hanya ikut dengan ku untuk berperang di Pulau Lantau."
"Pulau Lantau? bukankah itu Pulau yang tidak berpenghuni, siapa yang tinggal di sana dan untuk apa berperang di sana."
"Kau akan tau setelah kita ke sana."
"Kapan!"
"Cukup lama jika seandainya kau menunggu, kita harus menunggu orang itu kembali dulu dan memberikan kita kode untuk pergi maka kita akan pergi. Dia mengatakan kalau dia akan kembali dua tahun lagi."
"Huft … itu waktu yang cukup lama, apakah aku harus menunggu selama itu." Kesal Olivia.
"Kau tidak punya pilihan lain."
"Baiklah baiklah kali ini kau yang menang aku yang kalah, maka aku tidak akan menemui mu selama dua tahun, dan pastikan kau membalas chat juga mengangkat telpon dariku. Kalau begitu sampai jumpa dua tahun lagi."
"Sampai jumpa."
__ADS_1
Olivia pergi meninggalkan Valdo di dalam mes nya dan berjanji untuk bertemu dua tahun lagi, mereka benar-benar tidak bertemu mereka hanya saling mengirimkan pesan dan berbicara melalui telpon.
****************
2 tahun pun berlalu tepat disaat Olivia pulang terlambat dari pekerjaan nya, ia lalu membersihkan dirinya dan makan malam bersama lalu masuk kembali ke dalam kamarnya. Olivia mendapatkan pesan dari Valdo kalau dia harus bersiap-siap kalau malam ini mereka akan pergi ke Pulau Lantau.
Olivia bergegas mempersiapkan dirinya, ia lalu turun dan bertanya kepada Ivan di mana kunci gudang. "Kak Ivan di mana kunci gudang?" tanya Olivia tergesa-gesa.
"Untuk apa kau memintanya?" tanya Ivan balik.
"Ada sesuatu yang ingin ku cari."
"Ayah biarkan saja Bibi meminjam kunci gudang nya sebentar, mungkin saja Bibi ingin mencari barang lamanya."Sambung Chika .
"Hahh … kau bisa meminta nya kepada Anggi."
Olivia mencari Anggi dan menemukan kalau Anggi berada di dapur, Olivia langsung meminta kunci gudang kepadanya Anggi pun memberikan kunci gudang nya. Di dalam gudang ia mencari koper yang berisi seluruh peralatan nya sewaktu menjadi anggota kepolisian.
"Dimana koper itu di letakkan, aku tau kakak selalu menyimpan barang-barang ku disini terapi di mana." Ketika sibuk mencari koper mata Olivia tertuju oleh sebuah tumpukan kotak kosong yang sangat banyak.
Olivia lalu bergegas membawa koper itu kembali ke dalam kamarnya, ketika Olivia membuka koper nya ia tersenyum kecil karena melihat seluruh barang yang ia kenakan sewaktu menjadi anggota kepolisian masih tersusun rapi beserta baju dan celana nya.
"Heh! tidak ku sangka, sudah berapa tahun kau berada di dalam koper ini, he' aku pun tidak tau. Baiklah aku harus bersiap."
Olivia lalu bersiap-siap dan mengambil pistol, pisau, sarung tangan, dan kompas. Ia lalu mengganti pakaian nya menjadi warna hitam semuanya dan membawa tas gandeng dan memasukan seluruh peralatan yang ingin ia bawa ke dalam tas.
Ia lalu turun ke bawah dan mengembalikan kunci gudang kepada Anggi yang sedang berada di ruang tamu beserta Ivan dan Chika. Ivan yang melihat Olivia yang seperti lantas bertanya. "Kau ingin pergi kemana Olivia? kau memakai celana baju dan tas yang berwarna hitam, kau ingin pergi ke mana?"
"Aku ingin pergi bersamaku Valdo ke Pulau Lantau."
"Apa! untuk apa kau pergi kesana?" tanya Anggi sedikit terkejut mendengar Olivia yang ingin pergi ke Pulau Lantau.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau perbuat Olivia?"
"Valdo mengajak ku untuk ikut pergi dan aku menerimanya karena Valdo mengatakan kalau misi adalah misi yang sama di waktu Kakak menjadi Jenderal di Angkatan Militer dan itu adalah di mana misi yang hampir merenggut nyawa Valdo. Valdo hanya mengatakan hal seperti itu dan tidak menjelaskan secara detail."
"Apa? misi yang sama seperti ku yang hampir merenggut nyawa Valdo, jangan katakan kalau ini adalah misi itu." Ivan kebingungan dan keheranan tetapi seperti masih ingat misi di mana Valdo hampir mati.
"Tidak! ku tidak mengizinkan mu untuk pergi, misi itu sangat berbahaya aku tidak ingin kehilangan mu Olivia."
"Jika Kakak memang Kakak menyayangi ku maka biarkan aku pergi, Valdo mengatakan kalau misinya kali ini sangat berbahaya dan juga orang yang di hadapi adalah orang yang sangat kejam, dia sudah banyak merenggut nyawa orang lain."
"Maka dari itu aku ingin pergi, biarkan aku pergi. Kalaupun aku mati aku akan mati dengan bangga karena aku melawan musuh yang sangat di benci okeh negara." Tukas Olivia menjelaskan agar Ivan mengijinkan untuk pergi.
"Olivia …"
"Aku akan ko pergi dan pasti aku akan kembali lagi baik itu dalam keadaan bernyawa ataupun tidak bernyawa.
Olivia lalu pergi meninggalkan Ivan Anggi dan Chika, ketika ia keluar dari rumah ia langsung mendapatkan taksi dan menyuruh supir taksi menuju markas militer.
Sesampainya di markas militer yang kelihatan sibuk dan bersiap-siap untuk pergi, Toni dan Arya sedang mempersiapkan diri sedangkan Laura dan Fani membantu menyiapkan beberapa senjata yang di perlukan. Olivia kemudian masuk dan berlari menuju mes nya Valdo.
Setelah sampai di mes Valdo Olivia mengetuk pintunya tetapi tidak ada respon, Olivia akhirnya berniat untuk menghancurkan pintunya tetapi tiba-tiba saja ada yang menegurnya. "Bisakah kau berhenti merusak pintu orang lain, seperti hanya pintu ini saja yang sangat menderita."
Olivia berbalik dan berkata, "Valdo, ternyata kau."
"He' ya. Sudah berapa lama kita tidak bertemu?"
"Kita bertemu terakhir kali sewaktu dua tahun yang lalu dan kita berjanji untuk bertemu dia tahun kemudian yaitu hari ini. Sudah lama tidak melihat mu."
"Baiklah tidak perlu berbasa-basi lagi ambillah baju militer ini, kau bisa memakai nya di dalam mes mu aku akan menunggu mu disini."
Olivia mengambil baju tersebut dan masuk ke dalam mes Valdo untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian yang di berikan oleh Valdo.
__ADS_1
...****************...
...Roda kehidupan selalu berputar dan semuanya akan terungkap sesuai dengan yang telah direncanakan......