Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Pergi Ke Swiss


__ADS_3

"Tentu saja aku yakin," jelas Olivia percaya diri dengan perkataan nya.


"Heh! sebaiknya kau jangan terlalu berharap Olivia … ." Batin Valdo yang tertawa kecil sekaligus tidak yakin akan perkataan Olivia tersebut.


"Emm' tapi aku ingin tau satu hal."


"Apa?"


"Kau mengatakan bahwa, kau tidak datang di hari pemakaman ibumu. Apakah itu benar?"


"Heh' apa yang kau katakan, aku datang … tetapi semua orang tidak mengenali ku sama sekali."


"Hem' kenapa? apakah kau menyamar."


"Kau bisa menyebutnya seperti itu, dan aku juga mengunjungi makam ibuku terakhir kali ketika aku ingin pergi berangkat ke Tiongkok. Dan aku juga berjanji sesuatu tepat di makam ibuku saat itu … lalu setelah mengatakan hal itu akupun pergi ke kota ini. Aku melanjutkan Sekolah Menengah Akhir ku tanpa harus membawa nama keluarga, dan aku membiayai diriku sendiri."


"Hmm' aku tidak peduli bagaimana kau hidup karena aku tau bagaimana sifatmu, tapi aku penasaran apa yang sudah kau janjikan di depan makam ibumu?"


"Rahasia, kau tidak perlu tau." Mengatakan hal itu Valdo pun meminta kepada Olivia untuk membantunya merapikan mes nya dan Olivia setuju untuk membantu Valdo merapikan kembali mes nya.


Hingga sore hari, mereka baru saja selesai merapikan mes. Valdo mengatakan kepada Olivia kalau dia akan mengantarkan Olivia kembali ke rumah nya. Olivia setuju akan ajakan Valdo untuk mengantarkannya pulang ke rumah.


Diperjalanan menuju rumahnya Olivia, Valdo menceritakan kepada Olivia tentang ayah dan juga kakaknya sewaktu ia berumur 15 tahun.


"Olivia, apa kau ingin mengetahui kenapa aku masih sangat membenci ayah dan juga kakak ku sampai sekarang."


"Bukankah itu karena kematian ibumu?"


"Tidak bukan hanya itu. Ketika umurku 15 tahun, waktu itu kakak ku sudah berkuliah dan ayahku bekerja sebagai seorang Direktur. Kakak ku dan juga ayahku memiliki kebiasaan yang sama, mereka selalu pulang malam dan selalu membawa seorang wanita ketika pulang. Setiap hari selalu saja seperti itu."


"Aku muak akan hal itu, tetapi aku tidak bisa melakukan apa apa, aku hanya mendiamkan mereka tanpa menyapa mereka sedikitpun. Dalam hatiku terbesit kenapa ibuku mencintai seorang pria b*j*ngan seperti dia, ya begitu juga halnya dengan kakak ku. Sejak saat itu kebencian ku dengan kakak dan ayahku semakin besar dan aku juga tidak peduli akan hal itu."

__ADS_1


"Jadi karena itu, aku sudah tidak bisa berharap lagi kepada mereka kalau mereka sudah berubah. Maka dari itu harapan ku sudah tidak ada lagi untuk mereka."


Olivia yang mendengar perkataan Valdo seperti itu langsung tersenyum dan mengerti, bahwa sebenarnya Valdo sangat menyayangi ayah dan juga kakak nya tetapi karena terlalu banyak hal yang terjadi rasa kebencian menyelimuti hatinya hingga dia menjadi orang yang seperti itu.


"Kau tau kotak hadiah, kotak hadiah itu bagi anak-anak sangatlah istimewa. Mereka sangat penasaran tentang isi kotak itu dan ingin melihat apa yang ada di dalamnya, kau sama seperti anak-anak yang menyukai kotak hadiah tetapi kau sedikit berbeda."


"Jika anak-anak lainnya sangat penasaran apa isi kotak itu maka kau sebaliknya, kau sama sekali tidak ingin tau apa ini dari kotak itu. Tetapi hatimu berbeda, hatimu sangat ingin mengatakan apa isi dalam kotak hadiah itu."


"Apa yang sedang kau bicarakan?"


"Aku membicarakan tentang dirimu, ucapan yang kau katakan saat ini dan pikiran mu yang sedang mengulang masa lalu, yang sangat kau benci itu berbeda dengan hatimu. Hatimu mengatakan kalau kau sangat merindukan ayah dan kakakmu bahkan kau sangat menyayangi mereka, jadi bersikap jujurlah Valdo katakan kalau kau ingin tau apa isi dalam kotak hadiah itu."


"Jangan terus bersembunyi, jika kau terus bersembunyi maka seseorang tidak bisa melihatmu."


"Jika seseorang tidak bisa melihat ku, lantas bagaimana kau bisa melihat ku."


"Karena suara hati kecilmu itu terdengar sampai ke telinga ku," jelas Olivia dengan senyum kecil sembari melihat ke arah Valdo.


Tidak berapa lama mereka sampai di rumah Olivia, Olivia keluar dari mobil dan mengucapkan selamat tinggal juga terimakasih karena telah mengantarkan nya sampai ke rumah.


Ketika Olivia berbalik dan ingin beranjak pergi tiba-tiba saja Valdo memanggilnya, lantas akan hal itu membuat Olivia berbalik lagi dan melihat ke arah Valdo. Valdo pun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke arah Olivia lalu berhenti di hadapannya.


"Ada apa Valdo, kenapa kau memanggilku? apakah ada sesuatu yang kau lupakan?" tanya Olivia penasaran dengan Valdo yang tiba-tiba saja memanggilnya.


"Bukankah kau cuti dari pekerjaan mu, karena pemilik Cafe itu anaknya sedang berada di rumah sakit."


"Ya benar, lalu kenapa?"


"Bagaimana kalau kau meminta cuti selama dua minggu?"


"Untuk apa."

__ADS_1


"Untuk ikut bersamaku pergi ke Swiss."


"Swiss! untuk apa aku pergi ke sana, bersama dengan mu?"


"Aku akan membawamu mengunjungi makam ibuku, dan aku juga akan membawamu ke tempat ayah dan kakak ku yang berada di sana. Bagaimana apakah kau ingin pergi bersamaku, kau tidak perlu mengemasi barang-barang mu aku akan membelikan mu pakaian ketika sampai di sana, jadi bagaimana Olivia?"


"E'e emm' ya … kalau begitu' boleh saja," jawab Olivia yang gugup.


"Oke, aku akan menjemput mu besok pagi." Setelah mengatakan hal itu Valdo berjalan ke arah mobilnya dan membuka pintu mobil, lalu masuk ke dalam mobilnya. Dan mengucapkan selamat tinggal kepada Olivia.


Olivia melambaikan tangannya melihat Valdo pergi menjauh dengan mobilnya, setelah cukup jauh mobil Valdo pergi Olivia tersadar.


"Eh … eh' dia ta-tadi mengajak ku untuk pergi ke Swiss kan, lalu' apa yang baru saja aku katakan boleh saja, heh' Olivia apa yang baru saja kau katakan. Kenapa kau mengatakan hal bodoh seperti itu, hadeuh … semuanya sudah terlambat hahahaha." Olivia tertawa dengan kebodohan dirinya sendiri.


Olivia berbalik dan berjalan menuju rumahnya dalam keadaan pikiran yang bingung, ia lalu masuk ke dalam rumah dan mengganti sepatunya dengan sandal rumahnya. Ketika Olivia ingin naik ke kamarnya tiba-tiba saja Chika memanggilnya.


"Bibi apakah Bibi baru saja pulang, Bibi kenapa bibi tidak menjawab?" sapa Chika dengan senang melihat Olivia yang baru saja pulang.


Anggi pun datang dan melihat Olivia yang sudah naik menuju kamarnya tanpa menghiraukan sapaan Chika. "Ibu kenapa Bibi tidak menjawab pertanyaan Chika? apakah Chika ada salah dengan Bibi," tanya Chika dengan mata nya yang berkaca kaca seperti ingin menangis.


"Chika, mungkin saja Bibi mu sedang lelah jadi dia tidak ingin di ganggu," ujar Anggi dengan lemah lembut sembari mengelus pelan kepala Chika


Tiba-tiba saja Ivan keluar dari kamar dan melihat wajah Chika yang sedikit sedih.


...****************...


...**Cinta hadir tanpa di sengaja...


...disaat kita tidak menyadari nya...


Dengan siapa,

__ADS_1


dan untuk siapa cinta itu sebenarnya**


__ADS_2