Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Bertemu Kembali


__ADS_3

Ketika ia berbalik dan melihat sosok yang menepuk pundaknya itu, ia merasa heran dan bingung siapa orang yang berada di hadapannya ini dan kenapa orang itu menepuk pundaknya.


"Maaf, anda siapa ya?" ujar Kevin yang sama sekali tidak mengenali orang yang berada di hadapannya.


Sontak karena hal itu wanita yang berada di samping pria itu tertawa dan berkata, "Hahaha bahkan dia sudah tidak mengenalimu bagaimana kau bisa meminta bantuan kepadanya," tawa Olivia yang meledek Valdo.


"Ha? apa maksud anda Nona?"


"Ah' tidak tidak, ahahah." Tawa Olivia pun semakin menjadi jadi karena hal itu.


"Berhentilah tertawa Olivia, atau aku akan menutup mulut mu rapat-rapat sampai kau tidak bisa berbicara lagi," kesal Valdo yang muak mendengar tawa Olivia.


"Ahahaha, maafkan aku maafkan aku, aku akan berhenti tertawa sekarang. Huhh … huhh." Olivia pun menghentikan tawa nya yang sampai meneteskan air mata itu dan menarik napas dengan perlahan.


"Maafkan aku Valdo, apakah kau marah? aku hanya tidak menyangka kalau Asisten pribadi mu dari kecil tidak mengenali mu sekarang."


"Haihhh' Olivia, bagaimana seseorang bisa mengenali ku. Dia saja tidak bertemu dengan ku hampir sepuluh tahun lamanya." Valdo mengusap wajahnya pelan.


"Ohh benar juga."


"Be-berarti anda, anda Tuan Muda Valdo." Kevin sontak terkejut melihat pertumbuhan Tuan Muda nya itu.


"Ya benar, senang bertemu denganmu kembali Paman Kevin."


"Tu-Tuan Muda … akhirnya anda kembali, saya berpikir saya tidak akan bertemu dengan anda lagi … ." Buliran air mata mulai membasahi wajah Kevin.


Rasa rindu nya kepada Valdo yang selama masih kecil ia jaga itu dan sekarang sudah menjadi orang yang sangat tampan dan bijaksana, Kevin sangat terharu melihat Valdo yang sudah tumbuh dewasa itu.


"Apa yang kau katakan Paman Kevin, apakah kau tidak mengingat apa perkataan ku sebelum pergi. Aku mengatakan kalau aku pasti akan kembali walau aku tidak tau kapan itu, dan aku berjanji kepadamu bahwa aku pulang akan meraih prestasi yang akan membuat mu terharu bahkan kau bangga dengan ku. Dan aku pulang dengan hasil yang aku inginkan."

__ADS_1


"Aku telah menjadi seorang Jenderal Militer bintang lima, suatu cita-cita yang sangat ku impikan sewaktu aku masih kecil. Dan ada seseorang yang memberikan ku hadiah sebuah baju militer yang polos bahkan tidak memiliki pangkat apapun di setiap sisi baju itu, tapi kali ini aku memiliki baju militer ku sendiri bahkan di setiap sisi nya memiliki pangkat yang sudah aku raih."


"Aku ingin menunjukkan nya kepada mu tetapi aku tidak membawa bajunya."


Kevin tersenyum sembari mengusap air matanya. "Tidak apa-apa Tuan Muda, melihat anda pulang seperti ini saya sudah sangat senang dan mendengar cerita apa yang anda sampaikan tadi saya sudah sangat bangga."


Valdo pun tersenyum, melihat Valdo yang sangat senang hingga tersenyum Olivia juga ikut tersenyum. Seketika pandangan mata Kevin tertuju pada gadis yang berada di samping Valdo.


"Emm' Tuan Muda Valdo, siapa gadis yang berada di samping anda. Saya perhatikan anda sangat akrab dengannya, apakah dia kekasih anda atau anda sudah menikah di sana dan mempunyai istri?"


Seketika Valdo dan Olivia merasa gugup dan malu dengan apa yang di katakan oleh Kevin. "A'a tidak, a'aku hanya berteman dekat dengan Valdo," jawab Olivia yang gugup dan tersipu akan pertanyaan Kevin.


"Ohh benarkah begitu?"


"O' ya tentu saja." Olivia menjawab nya dengan spontan. "Kenapa, jika bukan Chika mengapa malah anda yang mengatakan nya."


"Ohh jika memang begitu anda bisa memanggil saya Asisten Kevin."


"Maaf, aku tidak bisa memanggil mu Asisten Kevin karena aku sudah diperintahkan untuk memanggil mu Paman Kevin maka aku akan memanggil mu Paman Kevin."


"Baiklah Tuan Muda Valdo dan Nona Olivia silahkan masuk ke dalam mobil."


Valdo dan Olivia masuk ke dalam mobil, Valdo duduk di samping Kevin yang menyetir sedangkan Olivia duduk di kursi belakang sendiri.


Mereka pun pergi ke tempat di mana Tristan bersekolah, diperjalanan Olivia dan Valdo menceritakan kepada Kevin tentang pengalamannya mereka, bagaimana mereka bertemu dan hal-hal apa saja yang telah terjadi pada mereka berdua.


Hingga sampai di sekolah Tristan, ketika sampai di sekolah ternyata sekolah sangat sepi karena seluruh murid sudah pulang. Kevin lalu keluar dari mobil dan mencari di mana Tristan berada, sedangkan Olivia dan Valdo merasa bingung kenapa Kevin berhenti di depan sekolah kanak-kanak.


"Paman Kevin kenapa kau berhenti disini, bukankah aku mengatakan kepadamu untuk mengantarkan ku ke makam ibu," kata Valdo bingung dengan Kevin yang memberhentikan mereka di sekolah kanak-kanak.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan Muda Valdo, saya sedang mencari Tuan Muda kecil."


"Ha? Tuan Muda kecil, siapa dia?" Valdo bertanya-tanya tentang siapa sosok Tuan Muda kecil ini.


Tiba-tiba saja terdengar suara anak kecil yang memanggil nama Kevin. "Asisten Kevin! Tristan disini!" teriak anak kecil itu memanggil nama Kevin.


Kevin berlari menuju Tristan. "Tuan Muda kecil ternyata anda disini."


"Ya, karena tidak ada orang lain lagi jadi aku duduk di sini sendiri. Bukankah aku sangat hebat, aku bahkan tidak takut sendirian disini."


"Ya anda memang sangat berani, kalau begitu mari kita pulang."


Ketika Kevin dan Tristan berjalan ke arah mobil, Tristan melihat bahwa ada seorang wanita dan pria yang sedang berdiri dan melihat ke arahnya.


"Asisten Kevin siapa mereka, kenapa mereka melihat ku?" bisik Tristan pelan kepada Kevin.


"Ohh mereka berdua adalah-" Valdo memotong perkataan Kevin dan mengatakan, "Kami bukan siapa-siapa."


"Valdo kenapa kau mengatakan hal seperti itu kepada anak kecil," ujar Olivia yang sedikit akan sikap Valdo kepada anak yang bernama Tristan itu.


"Aku benci melihat wajahnya, wajahnya sangat mirip dengan dia dan aku tidak menyukainya. Aku akan masuk lebih dulu ke dalam mobil." Setelah mengatakan hal seperti itu Valdo pun masuk ke dalam mobil.


"Nona Olivia, Tuan Muda dia …"


"Sudah jangan dipikirkan Paman Kevin, dia memang seperti itu. Dia tidak bisa membedakan pikiran dan kata hatinya sendiri." Olivia pun berjongkok dan berbicara kepada Tristan. "Halo nama ku adalah Olivia, kau bisa memanggil ku Bibi Olivia. Dan yang tadi yang baru saja masuk ke dalam mobil namanya adalah Valdo dan kau bisa memanggil nya Paman Valdo."


"Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam mobil." Kevin mengajak Olivia dan Tristan untuk masuk ke mobil. Di dalam mobil Olivia duduk bersama Tristan sedangkan Valdo berada tetap di tempat duduknya yaitu di samping kevin yang menyetir.


Di perjalanan Olivia banyak bercerita dengan Tristan, sedangkan Valdo dan Kevin hanya diam dan tidak berbicara. Sampai ke tempat pemakaman, Olivia dan Valdo lalu turun dan berjalan menuju makam ibunya Valdo.

__ADS_1


...****************...


...Disetiap pertemuan pasti sudah tentu konsep alam nya akan ada perpisahan. Tapi apakah kita sanggup membayangkan perpisahan yang akan terjadi kelak …...


__ADS_2