
"Asisten Kevin, siapa Paman dan Bibi itu? mengapa mereka berjalan menuju makam nya nenek," ujar Tristan dengan polos bertanya kepada Kevin.
"Tuan Muda kecil, Paman yang ada di sana itu adalah Paman anda. Anda mungkin tidak mengenalnya karena tidak pernah bertemu dengannya bahkan sebelum anda lahir Paman anda sudah pergi," tukas Kevin menjelaskan tentang siapa sosok Valdo bagi Tristan.
"Paman ku?"
"Ya' bukankah anda sering melihat foto keluarga yang besar berada di ruang tamu, di foto tersebut ada dua anak laki-laki yang satu tersenyum dan yang satunya tertawa. Yang tersenyum adalah ayah anda dan yang tertawa adalah Paman anda yang saat ini sedang berada di makam nyonya besar."
"Ternyata dia adalah Paman ku."
****************
Beralih ke Olivia dan Valdo yang sedang berada di makam ibunya Valdo.
"Ibu aku kembali, aku menepati janji ku dan orang yang pertama kali ku temui ketika aku kembali adalah Paman Kevin yang kedua anak dari dia dan yang ketiga adalah dirimu ibu. Maafkan aku karena kau bukanlah orang yang pertama kali ku temui ketika aku pulang …" Lirih Valdo berbicara di hadapan makam ibunya.
"Valdo … kenapa kau masih menyebut kakak mu dengan sebutan 'dia'. Apakah kau tidak bisa merendam kebencian mu sedikit saja di hadapan makam ibumu, huhh." Batin Olivia sambil matanya menatap ke arah Valdo yang sedang berbicara.
"Ibu, apakah mereka ada datang dan mengunjungi mu? entahlah aku tidak akan bertanya tentang hal itu dan aku juga tidak akan terlalu berharap mereka akan datang kemari dan mengunjungi mu."
"Haihhh' tolong maafkan anak mu ini Tante Clara." Batin Olivia yang sedikit kesal dan merasa tidak enak mendengar omongan Valdo.
"***Ibu … aku menepati janji ku semua, aku kembali dengan membawa prestasi dan aku juga kembali dengan seseorang yang aku sukai. Walaupun aku berjanji kepadamu akan membawa seorang istri tetapi aku masih belum bisa menjadikannya istriku, karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan setelah itu baru aku akan menikahinya."
"Tante Clara sebenarnya anak mu itu ketika berada di Kota Tiongkok, dia adalah orang yang sangat dingin dan tidak bisa di ganggu sedikit pun. Tetapi tiba-tiba sikapnya itu perlahan-lahan mulai berubah, dia menjadi lebih terbuka pada orang lain, dia juga menyadarkan ku dari suatu rasa kebersalahan dan aku sangat berterimakasih. Dan dia juga banyak bercerita tentang anda***."
Sontak setelah mengatakan hal yang ingin mereka katakan di dalam hati mereka masing-masing, mereka pun saling bertatap tatapan lalu memalingkan wajah mereka karena tersipu malu.
__ADS_1
"A'a emm' karena sudah selesai ayo kita kembali," gugup Valdo yang memalingkan wajahnya dari menatap Olivia.
"Y'ya kurasa begitu," jawab Olivia menyetujui ajakan Valdo sambil memalingkan wajahnya karena tidak berani menatap Valdo.
Valdo dan Olivia berjalan menuju ke mobil, ketika Olivia dan Valdo sudah hampir sampai ke mobil tiba-tiba saja Valdo menerima telpon dari seseorang, ia pun langsung mengangkat telpon itu setelah melihat nama orang yang menelpon nya.
📞"Halo' ada apa kau menelpon ku?"
📞"Aku mendengar kalau kau sudah kembali ke tempat keluarga mu."
📞"Heh' apa urusannya denganmu," ujar Valdo disertai senyum menyeringai nya.
📞"Tidak ada apa apa, hanya saja aku terkejut mendengar kau kembali ke tempat keluarga mu. Apa alasan nya hingga kau ingin kembali?"
📞"Tidak ada alasan yang begitu sulit, hanya saja ada seseorang yang membuat ku ingin kembali ke tempat asal ku dan dia juga yakin kalau keluarga ku sudah berubah. Karena itu aku membawanya dan memperlihatkan kepadanya tentang realita yang sebenarnya."
📞"Ohh' apakah wanita itu."
📞"Dari mana kau tau tentang dirinya, bahkan aku tidak pernah bercerita tentang dirinya kepadamu."
📞"Heh' aku menyelidiki tentang keseharian mu karena itulah aku tau."
📞"Heh' sebaiknya kau jangan terlalu menyelidiki tentang ku. Aku ingat terakhir kali kita berkomunikasi sewaktu aku di depan Cafe sedang menunggu seseorang, dan kau tidak menelpon ku sebanyak dua kali dalam satu bulan. Apa yang terjadi?"
"Ohh' iya aku baru ingat, dia pernah menelpon seseorang sewaktu aku pulang dari Cafe tempat aku bekerja dan di hari itu pula aku melihat dia orang temannya. Melihat ekspresi nya yang menelpon saat ini dengan yang waktu itu sangat sama persis, sepertinya orang yang di menelpon nya waktu dan yang saat ini adalah orang yang sama."
📞"Aku menelpon mu karena perempuan itu."
__ADS_1
📞"Ada apa, kelihatannya kau sedikit serius."
📞"Ya, sebaiknya kau harus memperhatikan diri nya sebelum mereka berdua menangkap wanita itu; aku sedikit khawatir tentang hal ini jadi aku memberitahu mu untuk selalu waspada. Mereka sudah melihat mu dan juga wanita itu, pastinya mereka akan menyelidiki tentang identitas mu.
📞"Baiklah kalau begitu Terima kasih atas pemberitahuan darimu, apakah hanya itu saja yang ingin kau sampaikan?"
📞"Tidak, huhh … yang seharusnya aku kembali 7 tahun lagi, tetapi karena wanita itu aku mempercepat kepulangan ku. 2 tahun lagi aku akan kembali, dan pastikan rencana itu sudah kau percepat karena kehadiran wanita yang berada di dekat mu itu mempercepat waktu ini dan tidak membiarkan kita melakukan rencana yang sudah kita persiapkan secara perlahan, hanya itu saja aku akan mematikan telpon nya."
Orang itupun mematikan sambungan telpon nya, Valdo lalu mematikan ponsel nya dan menyimpan nya di saku celananya dan setelah itu melirik Olivia, Olivia membalas lirikan Valdo dan berkata, "Apa? kenapa kau melihat ku seperti itu."
Tanpa berkata apapun Valdo memukul pelan kepala Olivia. "Tsk!kenapa kau memukul kepala ku!" kesal nya.
"Tidak apa, aku hanya sedikit kesal denganmu tetapi aku tidak bisa marah jadi aku memutuskan memukul kepala mu agar meredakan rasa kesal ku denganmu."
"Kan tidak seharusnya kau memukul ku juga."
"Yaaa."
Tiba-tiba saja Tristan berlari menuju arah Valdo dan langsung memeluk nya lalu berkata, "Paman Valdo akhirnya aku bisa bertemu dengan dirimu!" teriak Tristan yang kesenangan dapat bertemu dengan Pamannya sekian lamanya.
"Apa yang kau katakan, aku buk-" Olivia langsung menutup mulut Valdo dan berbisik ke telinganya."Valdo, dia bukanlah kakak mu dia hanya seorang anak yang tidak tau tentang masa lalu mu, jika kau membencinya itu tidak akan berguna sebaiknya kau berpikir."
"Dia hanya seorang anak kecil, apakah dia menyakiti mu? hanya wajahnya saja yang menyerupai kakak mu bukan berarti sifatnya juga sama seperti kakak mu, jadi biarkan dia memanggilmu Paman," bisik Olivia menjelaskan kepada Valdo untuk melembutkan hatinya kepada Tristan yang tidak tau apa-apa.
...****************...
...Terkadang kita harus memaafkan seseorang walaupun kesalahan nya sudah tidak layak lagi untuk di maafkan, karena hati yang pemaaf sangat lah menentramkan hatimu …...
__ADS_1