Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Kemana Dia


__ADS_3

Sesampainya di rumah Olivia Toni lalu menggendong Olivia, sedangkan Fani dan Laura mengetuk pintu memanggil Ivan dan Anggi yang berada di rumah.


*Tok … tok … tok*


"Kak Ivan Kak Anggi! apakah kalian ada di rumah, tolong buka pintu nya!" teriak Laura memanggil Ivan dan Anggi untuk membukakan pintu.


"KAK IVAN BUKA PINTUNYA!!" teriak Fani dengan keras.


Mendengar keributan di luar Anggi yang berada di ruang tamu sembari bermain dengan Chika, karena terlalu berisik Anggi lalu menggendong Chika dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang membuat keributan di luar.


Ketika sampai di depan pintu Anggi lalu membuka pintu seraya berkata, "Iya siapa ya?" tanya nya sembari membuka pintu.


Disaat pintu sudah terbuka semua nya, Anggi terkejut melihat ada Fani dan Laura yang tepat berada di depan pintu dengan wajah mereka yang panik dan khawatir. "Kak Anggi, Olivia!" ucap Fani yang panik.


Pandangan mata Anggi lalu terfokus ke belakang Fani dan Laura, ia terkejut melihat Olivia yang pingsan di gendongan Toni. "Bawa Olivia masuk ke ruang tamu!" panik Anggi dan langsung menyuruh mereka masuk untuk meletakkan Olivia di ruang tamu.


Toni lalu masuk dan meletakkan Olivia di ruang tamu, sedangkan Fani dan Laura mengambilkan air minum di dapur. Anggi menelpon Ivan untuk menyuruh nya pulang dan memberitahukan kepadanya bahwa Olivia pingsan, Ivan lalu meminta izin kepada Manager nya dan bergegas pulang ke rumah.


Semua orang berkumpul di ruang tamu melihat keadaan Olivia. "Ibu, Bibi kenapa? kenapa Bibi tidur, apakah Bibi baik-baik saja?" tanya Chika sedikit khawatir melihat Bibi nya yang tertidur dan masih belum bangun.


"E'e Bibi dia …" Anggi bingung ingin menjelaskan bagaimana kepada Chika yang masih kecil dan polos itu.


"Emm' Bibi mu tidak apa-apa, dia hanya kecapean hingga dia tertidur," Timpal Toni menyambung perkataan Anggi.


"Benarkah Bibi tidak apa-apa?"


"Ya tentu saja Bibi mu tidak apa-apa, dia sangat kuat bukankah kamu juga tau itu." Sambung Arya.


"Emm' ya Bibi sangat kuat, Bibi tidak mungkin lemah."

__ADS_1


"Tentu saja, ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Toni sambil tersenyum.


"A'aa e' nama ku adalah Chika, dan Paman ini siapa?"


"Ohh nama Paman adalah Toni dan yang di sebelah Paman namanya adalah Arya."


Anggi Fani dan Laura melihat hal itu pun tersenyum, karena berkat Toni dan Arya Chika tidak menjadi takut lagi juga suasana tidak menjadi riuh lagi. "Laura Fani sebenarnya ini ada apa? bagaimana bisa Olivia menjadi seperti ini?" tanya Anggi tentang penyebab Olivia hingga pingsan tak sadarkan diri.


"Aku tidak tau, sebelumnya aku menelpon Olivia dia baik-baik saja hingga ada dua orang yang menculiknya dan sambungan telpon kami terputus."


"Siapa mereka? kenapa mereka ingin menculik Olivia?"


"Kami juga tidak tau."


"Tapi, apakah kau ingat wajah Jenderal Valdo waktu kita mengatakan kalau ada dua orang yang menculik Olivia. Dia seperti nya tau siapa dua orang yang menculik Olivia," sambung Laura mengingat ekspresi Valdo disaat mereka mengatakan Olivia di culik oleh dua orang misterius.


"Dua orang itu aku tidak sempat melihat wajahnya karena wajahnya di tutupi oleh topeng, aku hanya melihat mereka menyelam ke dalam air dan menjauhi Kapal setelah memasang boom," ucap Toni kesal karena tidak bisa melihat wajah dua orang misterius yang menculik Olivia.


"Jika mereka menjauhi Kapal dan meledakkan Kapal itu dengan boom yang mereka pasang, bukankah sedari awal mereka berniat membunuh Olivia di laut itu," ujar Anggi berpikir dan mengelompokkan semua cerita yang di cerita kan oleh Fani Laura Toni dan Arya.


"Dan juga jika seandainya mereka menyelam di bawah laut itu dengan menggunakan peralatan menyelam tentu saja itu sedikit berbahaya paling tidak kita bisa bertemu hewan buas di dalam sana, tetapi mereka tidak mati bahkan mereka tidak takut untuk menyelam. Hmm' sedikit meragukan." Fani berpikir keras dengan mengondisikan keadaan ketika menyelam di laut dalam.


Anggi Fani Laura Toni dan Arya sama-sama berpikir keras hingga mereka tersadar akan sesuatu dan mengatakan jawaban mereka dengan serentak. "Kapal Selam, ada Kapal Selam di bawah sana!"


"Jika seandainya Kapal Selam itu berada di bawah Kapal Tugboat yang meledak itu dan membawa kedua orang misterius itu pergi, seharusnya mereka pergi ke suatu sempat. Tapi yang jelas bukan kembali ke Kota ini," sambung Toni.


"Tapi jika seandainya mereka keluar dari kota ini, maka mereka akan pergi ke suatu tempat tetapi waktu itu mereka berada di tengah-tengah laut antara Pulau Lantau Pulau Lamma dan Pulau Biara Po Lin, di antara ketiga Pulau itu kemana mereka pergi?" tanya Arya bingung kemana dua orang misterius itu pergi.


Mereka berpikir, disaat mereka berpikir sangat keras kemana mereka akan berhenti tiba-tiba saja Olivia bangun dan bersiap-siap untuk menyerang. Semua orang di sana terkejut dan heran. "Olivia ada apa, kenapa kau ingin menyerang?" tanya Anggi kepada Olivia.

__ADS_1


"Ehh' apakah aku sedang bermimpi atau ini nyata aku sedang berada di dalam rumah ku?" Olivia bertanya-tanya tentang keberadaan nya yang sudah berada di dalam rumah.


"Dasar bodoh, tentu saja ini adalah rumah mu," ujar Laura menjawab pertanyaan bodoh Olivia.


Chika yang senang melihat Olivia sudah sadar lalu berlari ke arah nya dan memeluknya. "Bibi akhirnya bibi sudah sadar, Chika rindu pada Bibi," ucapnya Chika merasa senang melihat Olivia yang sudah sadar dari pingsannya.


"Ha? sebenarnya ada apa, bagaimana bisa aku kembali ke rumah? siapa yang membawa ku?"


"Waktu kau menelpon Fani, Fani mendengar kalau kau sedang berbicara dengan dua orang misterius. Dan saat itu mereka langsung berlari menuju ruangan Jenderal Valdo dan saat itu dia mengatakan yang sebenarnya terjadi. Jenderal Valdo lalu memanggil kami dan beberapa anggota militer yang lain untuk mencari anda Nona Olivia."


"Dan yang menyelamatkan anda adalah Jenderal Valdo sendiri," jelas Toni menceritakan segalanya dengan singkat.


"Valdo menyelamatkan ku, bagaimana bisa?"


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah seseorang yang sedang berlari ke arah ruang tamu. "Olivia! apakah kau baik-baik saja!" teriak Ivan.


"Kakak kau pulang dari tempat kerja mu?"


Ivan tanpa berpikir panjang berjalan ke arah Olivia dan memeluk nya. "Dasar bodoh, apakah kau juga bisa tertangkap oleh seseorang."


"Siapa yang memberi tahu mu kalau Olivia di culik oleh seseorang?" tanya Anggi penasaran.


"Ketika aku sedang berada dalam perjalanan untuk pulang ke rumah Valdo menelpon ku dan mengatakan semuanya."


"Apakah dia tidak datang kemari," ucap Olivia memindahkan topik pembicaraan.


...****************...


...Bahkan orang yang merasa dirinya kuat pasti juga mempunyai kelemahan, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini......

__ADS_1


__ADS_2