
" Ha … apa ini … tak ada satu orang pun yang berani mengatakan hal ini kepadaku, ketika aku berada di dalam keterpurukan ini … seperti ada yang mencoba masuk dalam kehidupan ku." Batin Olivia dengan lamunan yang tak berujung di dalam kehidupan nya.
" Olivia biar ku perjelas kepadamu, kematian temanmu itu bukanlah salah mu sama sekali, melainkan itu adalah niatnya … niatnya adalah mati untuk melindungimu. Dia berkorban untuk dirimu dan dia juga percaya pada dirimu itulah niatnya Olivia," jelas kepada Valdo menekankan bahwa kematian Syifa bukanlah salah Olivia melainkan Syifa mati karena ingin melindungi nya.
" Kata kata mu tidak akan mengubah semuanya yang telah terjadi, itu semua hanyalah mimpi bagiku," jawab Olivia yang sama sekali tidak menggubris perkataan Valdo.
" Kau bilang tidak bisa mengubah semuanya … dari mana keyakinan kata kata mu itu datang, semua orang bisa mengubah segala hal bahkan termasuk kisah hidupnya sendiri. Ibarat sebuah buku ketika kita menulis sebuah cerita dan ternyata yang kita tulis itu salah naka kita akan membalik lembaran buku itu dan menulis yang baru."
" Seperti itulah lembaran baru akan di mulai Olivia, buatlah lembaran barumu dan buatlah lembaran baru yang kau buat kali ini bersinar bukan malah ada di dalam kegelapan. Kakak mu selalu ada di sampingmu teman temanmu selalu ada untuk mu dan semua orang yang menyayangimu selalu menyemangati mu, buatlah lembaran baru yang seperti itu Olivia."
" Kau masih pantas untuk bahagia … keluarlah dari lubang kegelapan itu dan bersinar lah kembali seperti yang kau harapkan dan yang semua orang inginkan," jelas Valdo meyakinkan Olivia bahwa lembaran baru yang akan di buatnya pasti akan lebih baik dari pada keadaan nya yang sekarang dan Valdo memberikan sedikit semangat kepada Olivia dan motivasi agar ia bisa terus maju dan membuka lembaran baru.
" Kata kata ini … mirip seperti yang dikatakan oleh Anggi." Batin Olivia yang teringat dengan kata kata Anggi persis seperti yang di katakan Valdo saat ini kepadanya tiga hari yang lalu.
" Ohh begitu ya …" jawab Olivia singkat sembari di sertai air mata yang mengalir di pipinya, hatinya yang kini beku perlahan mulai merasakan kehangatan.
Dan disitulah di hadapan Valdo dia menangis dengan perlahan sembari menunduk tidak ingin memperlihatkan dirinya yang lemah di hadapan seorang Jenderal Valdo.
" Haa … apa maksud mu?" tanya Valdo bingung dengan jawaban yang Olivia berikan.
__ADS_1
" Tidak … aku hanya berpikir, orang yang tak pernah ku sukai … orang yang kubenci … orang yang tak pernah ku anggap ada … ternyata dia sangat menyayangiku, dia mengkhawatirkan diriku padahal aku telah menyakiti hatinya … aku telah mengusir nya … tetapi tekad nya untuk membuat ku keluar dari lubang hitam ini semakin besar," ujar Olivia sembari di sertai tangis yang perlahan pecah tidak sanggup ia tahan lagi.
" Kau tak pernah melihatnya Olivia, jadi berhentilah melihat kebelakang dan lihatlah terus ke depan. Jika kau terus melihat kebelakang kau tidak akan tau siapa saja yang telah berjuang untuk menarik mu kembali dari lubang hitam itu," kata Valdo yang memberikan semangat kepada Olivia dan sedikit menenangkan hati Olivia.
" Kau benar … aku sangat jahat, bahkan aku tak punya hati … aku tak pantas di kasihani oleh orang yang seperti mereka," jawab Olivia dengan buliran air mata yang terus mengalir membasahi pipinya dan sesekali dia mengusap nya pelan.
" Tidak, kau tidak jahat hanya saja kau tidak tau. Kau bukannya tidak memiliki hati hanya saja hati mu masih tertutup, maka dari itu buatlah lembaran baru. Kau mengerti …" ucap Valdo sembari memeluk Olivia untuk menenangkan nya.
Olivia pun menangis tak henti di pelukan Valdo, di saat itu ia menangis kan semua apa yang dia rasakan saat ini, ia meluapkan semuanya dengan tangisan yang selama ini ia tahan di pelukan Valdo. Ketika Olivia menangis di pelukan Valdo tiba-tiba ada seorang anak dan ibu yang sedang lewat di seberang jalan.
Anak itu berkata," Ibu, kenapa kakak berdua yang berada di seberang jalan itu berpelukan?" tanya anak kecil itu kepada ibunya dengan polosnya.
Seketika Olivia pun tersadar bahwa dia berada di dalam pelukan Valdo dan langsung mendorong Valdo menjauh darinya.
" Aa … aa … ee," ucap Olivia yang tersadar betapa malunya ia di peluk oleh Valdo
" A a … maafkan aku, a … aku terlalu terbawa suasana, aku hanya tidak tega melihat mu seperti itu," jawab Valdo menjelaskan kepada Olivia agar tidak terjadi kesalahpahaman.
" A a … i iya tidak apa apa, aku juga sama … jadi maafkan aku juga," ucap Olivia yang masih malu dengan kejadian tadi.
__ADS_1
" A … emm ya sudah kalau begitu aku akan pulang, oh iya tentang buku yang kau ambil dariku aku sudah mengambilnya sendiri dari rumahmu, aku mencarinya di mana mana dan aku menemukan nya di laci meja kerja mu," ujar Valdo yang kemudian memindahkan topik ke buku yang Olivia ambil darinya waktu itu.
" Apa! kau yang mengambil nya sendiri dari rumahku," teriak kecil Olivia seraya terkejut mendengar pengakuan dari Valdo yang telah mengambil buku itu sendiri dari rumahnya.
" Iya, ya walaupun aku melihat sesuatu yang seharusnya tak ku lihat di sana," kata Valdo lagi mengiyakan perkataan Olivia sembari masuk ke mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.
" Dasar kau laki laki mesum!" teriak Olivia kepada mobil Valdo yang sudah berjalan agak jauh dari dirinya berada.
Olivia langsung kembali ke rumahnya setelah berteriak seperti itu, sedangkan Valdo yang berada di perjalanan menuju ke markas militer sedang memikirkan kenapa ia bisa tiba-tiba tanpa sengaja memeluk Olivia.
" Bagaimana aku bisa memeluknya … aku tidak ingat, hahh … di mana sekarang ku taruh muka ku ini, seharusnya aku tidak melakukan hal itu. Hmm kuharap kata kata ku tadi bisa meyakinkan nya untuk membuka lembaran baru, sesuai yang di katakan oleh senior Jefri," ucap Valdo yang bingung dan kemudian memindahkan pikiran nya kepada perkataan yang dikatakan oleh Jefri.
FLASHBACK ON
Jefri pun mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Valdo
" Sebenarnya yang di maksud oleh Ivan tadi, kau harus meminta maaf kepada Olivia karena dengan begitu Olivia akan menjadi lebih baik," bisik Jefri kepada Valdo.
" Bagaimana bisa?" tanya Valdo kepada Jefri.
__ADS_1
" Olivia sama seperti istriku, trauma akan masa lalunya. Istriku adalah anggota Angkatan Udara yang sudah mendapatkan pangkat Marsekal Muda. Ketika menjalankan suatu misi ternyata dua orang temannya ikut menjalankan misi, rasa takut menyelimuti dirinya tetapi dia dikuatkan oleh kata kata temannya bahwa mereka akan baik baik saja." jelas Jefri kepada Valdo yang menceritakan cerita masa lalu istrinya