Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Tangisan Bahagia


__ADS_3

" Disaat itu ketika mereka sudah berangkat untuk menyelesaikan suatu misi, ternyata ada suatu penembakan berencana. mereka bertiga ada di dalam sebuah helikopter, awalnya mereka sudah mewaspadai kalau akan ada penembakan berencana yang di atur oleh musuh, tetapi kewaspadaan mereka hilang setelah melihat kawasan musuh tidak ada orang sama sekali."


" Tetapi istriku berbeda … dia merasa bahwa ada sesuatu yang tersembunyi. Yaa ternyata benar … penembakan pun terjadi dan demi melindungi teman temannya dia ingin mengorbankan dirinya tetapi sebaliknya teman temannya lah yang melindunginya, yaa seperti itulah … bukankah itu sama seperti Olivia," jelas Jefri yang menceritakan tentang trauma istrinya yang sama persis seperti kejadian yang dialami Olivia.


" Kejadian yang sangat sama, tetapi apakah cara mengatasi nya sama?" Batin Valdo sembari bertanya dengan dirinya sendiri tentang apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi masalah yang sama tetapi dengan orang yang berbeda.


" Kejadian yang sama atas kematian seorang teman, apakah cara menyembuhkan nya juga sama …" lirih Valdo yang bertanya kepada Jefri.


" Aku tidak tau jika seandainya kita tidak mencoba maka kita juga tidak akan tau bagaimana hasilnya, jadi cobalah Valdo mungkin saja itu berguna untukmu." jelas Jefri lagi kepada Valdo dan juga sambil memberikan sedikit semangat kepadanya.


FLASHBACK OFF


" Senior Jefri aku berhutang kepadamu, terimakasih." Batin Valdo yang sedikit senang dan berterima kasih kepada Jefri di dalam hatinya.


Pindah ke Olivia yang sudah berada di rumah nya, ia pun masih malu mengingat perkataan yang Valdo ucapkan tadi. Karena malu ia pun memutuskan untuk tidur, tetapi pikirannya masih tetap memikirkan perkataan Valdo tadi.


" Dasar pria itu, aku tidak akan memaafkannya, aku akan meminta pertanggungjawaban nya karena dialah aku berhenti dari pekerjaan ku juga. Dasar pria mesum!" ketus Olivia yang menjelekkan Valdo terus menerus di setiap kata kata yang ia lontarkan.


Setelah menggerutu dan puas telah menjelekkan Valdo terus menerus, tanpa sadar Olivia pun mulai terlelap dan tertidur di ranjang kamar nya.


Keesokan harinya, Olivia yang merasa bersalah kepada kakaknya pun ingin meminta maaf kepada kakaknya tetapi ia tidak mengetahui dimana rumah kakaknya jadi ia pun mendatangi kantor tempat kakaknya bekerja.


Sesampainya Olivia di kantor tempat kakaknya bekerja, ia pun langsung menelpon kakaknya.

__ADS_1


" Drrtt ... drrtt ... drrtt ... . " Terdengar bunyi telpon dari HP Ivan.


Ivan yang mendengar suara HP nya yang berbunyi pun mengambil dan melihat siapa orang yang menelpon nya itu.


" Siapa yang menelpon ku?" Batin Ivan yang heran siapa orang yang menelpon nya disaat ia lagi bekerja.


" Hah, bukankah ini Olivia, " ujar Ivan yang telah melihat siapa yang menelpon nya dan langsung mengangkat telpon dari Olivia.


" Halo … ada apa Olivia, apakah ada sesuatu," tanya Ivan yang sedikit khawatir dan panik dengan keadaan Olivia.


" Ee … temui aku dibawah," kata Olivia singkat dan langsung mematikan telpon nya.


Ivan yang merasa ada sesuatu yang tidak beres pun langsung mendatangi manager dan langsung meminta izin untuk menemui adiknya yang berada di bawah, manajer pun menyetujui nya dan memperbolehkan Ivan untuk bertemu dengan Olivia di bawah. Ivan pun berterima kasih kepada manajer dan langsung pergi kebawah menemui Olivia.


Sesampainya dibawah Ivan pun melihat Olivia yang sedari tadi telah menunggu nya untuk turun.


" Ada apa dengan dirimu, biasanya dia tidak pernah sekalipun menelpon ku tetapi kali ini dia menelpon ku, apakah dia sudah menganggap ku?" Batin Ivan yang sedikit heran dan bertanya tanya kenapa Olivia tiba-tiba saja ingin bertemu dengan nya.


" Sebenarnya aku ingin mendatangi rumah mu tetapi aku tidak tau alamat rumah mu, yang aku tau hanyalah tempat kau bekerja jadi aku mendatangi mu langsung ke tempat kerjamu, maafkan aku telah menganggu waktu kerjamu," jelas Olivia menyampaikan alasan mengapa ia datang menemui kakaknya itu dan meminta maaf telah menganggu sedikit waktu kerja nya.


Ivan yang mendengar perkataan seperti itu dari mulut Olivia pun seketika hatinya merasa tersentuh dan hampir ingin menangis tetapi ia menahannya.


" Olivia … kau," ucap Ivan dengan nada suara yang menahan air mata nya agar tidak menetes.

__ADS_1


" Tidak, berhentilah berbicara biarkan aku yang berbicara kali ini," kata Olivia dengan disertai senyuman kecil di bibirnya.


Ivan pun terdiam dengan mata nya yang berkaca kaca sembari menahan air mata nya yang ingin terjatuh dan mendengarkan perkataan Olivia.


" Maafkan aku … aku tidak berniat untuk menyakiti hati kakak ataupun menyakiti hati siapa saja oleh perkataan ku, aku hanya depresi dan stress memikirkan semua hal itu sampai aku lupa bahwa aku masih mempunyai buku tulis untuk menulis cerita yang baru. Aku lupa membalik lembaran novel sehingga tidak ada cerita yang baru."


" Itulah kesalahan ku … tapi sekarang berbeda, aku mengerti … aku paham dimana letak kesalahan ku, oleh karena itu maafkan aku kak … maafkan aku, maafkan adikmu yang tidak berguna ini," ujar Olivia dengan buliran air mata yang perlahan lahan mulai pecah dan berderai membasahi pipinya sembari melihat ke arah kakaknya itu.


Ivan yang mendengar perkataan itu dari mulut Olivia itu pun langsung memeluk adiknya yang sangat ia sayangi itu.


" Tidak … tidak apa, aku sudah memaafkan mu, aku tidak menyalahkan mu … tetapi aku lah yang salah, bahkan aku tidak bisa menjaga adikku sendiri … aku benar-benar kakak yang tidak berguna jadi jangan salahkan dirimu," ucap Ivan yang memeluk Olivia disertai tangisan yang sudah ia tahan sedari tadi.


" Tidak … kakak adalah kakak yang terhebat, kakak yang terbaik. Aku beruntung mempunyai seorang kakak yang seperti dirimu," ujar Olivia lagi dengan tangisan yang berderai membasahi pipinya itu dan memeluk erat tubuh Ivan.


" Kalau begitu kau adalah adik yang terbaik yang pernah ada di dunia ini," kata Ivan yang tersenyum bahagia dan disertai air mata bahagia nya yang ikut mengalir.


Ivan pun melepaskan rindu kepada adiknya itu. Olivia berkata," Kakak boleh kembali ke rumah dan bawa juga kak Anggi dan Chika," pinta Olivia agar kakak nya untuk ia kembali lagi ke rumahnya sembari mengajak istri dan anaknya.


" Baiklah ketika aku pulang kerja nanti aku akan membawa Anggi dan Chika untuk pulang ke rumah. Apakah kau tidak bekerja hari ini Olivia?" Ivan mengangguk dan memindahkan topik kepada Olivia yang tidak bekerja.


" Tidak, aku telah keluar dari pekerjaan ku bahkan aku tidak bekerja lagi, mungkin aku akan bekerja magang di suatu toko kecil," jawab Olivia dengan senyuman kecil di akhir kata katanya.


" Kenapa kau tidak mencoba untuk menjadi sekretaris atau manajer di suatu perusahaan besar?" tanya Ivan yang heran dengan keinginan adiknya untuk bekerja di toko kecil sedangkan Olivia adalah gadis yang jenius dan cerdas.

__ADS_1


" Terus sekarang ini kau ingin kemana?" timpal nya lagi bertanya kepada Olivia.


" Aku ingin pergi berjalan jalan sebentar, kalau begitu sampai jumpa kakak," kata Olivia sembari berjalan pergi meninggalkan Ivan.


__ADS_2